Pemimpin Sejati di Tengah Pandemi, Bekerja Sepenuh Hati Melayani Rakyat

Manado, SULUTREVIEW

Goncangan pandemi Coronavirus Disease (Covid-19), telah melanda dan mempengaruhi tatanan serta pola kehidupan dunia secara global.

Dampaknya dapat dirasakan bukan saja dari sisi kesehatan tetapi juga kelangsungan ekonomi masyarakat Sulawesi Utara (Sulut).

Melihat kondisi ini, pemimpin di Provinsi Sulut, Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandou hadir laksana oase di padang gurun yang memberikan kesejukkan kepada masyarakat.

Lantas apa yang menjadi fokus dari kedua pemimpin Sulut ini, ketika menghadapi situasi yang sulit. Sebab ada begitu banyak masyarakat yang dulunya punya pekerjaan, terpaksa harus kehilangan job karena dirumahkan. Bahkan sebagian lagi tak memiliki pendapatan, usaha mikro kecil menengah pun gulung tikar, tak mampu membendung dampak Covid-19.

Praktis, mereka membutuhkan pertolongan guna menyambung hidup.

Olly dan Steven, yang sejak semula dalam kepemimpinan mereka berkomitmen untuk bersama mengayomi masyarakat, hadir menjadi pemimpin yang melayani.

Bahkan memberikan empati dari kedalaman hati yang tulus untuk terus bekerja tanpa mengenal lelah menangani dampak Covid-19, sehingga dapat memberikan kelangsungan hidup masyarakat.

Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw (OD-SK) bekerja tanpa kenal lelah dalam menangani Covid-19

Budayakan Mapalus, itu kata Olly. Hal itu bukan hanya sekedar slogan semata-mata. Melainkan roh yang membangkitkan semangat untuk menolong orang lain, jauh lebih dalam dari sekedar rasa simpati.

Karena lewat gerakan Mapalus, terbukti menjadi kekuatan untuk saling peduli di tengah pandemi. Tanpa melihat strata dan status seseorang, namun keihklasan dan ikhtiar itulah yang melandasi untuk hidup bersama di masa yang sukar sampai semuanya kembali normal.

Pemimpin itu hadir untuk melayani bukan untuk dilayani. Hal tersebut adalah harga yang harus dibayar sebagai pemimpin. Sebab, pemimpin yang melayani hatinya selalu bersama rakyatnya.

Satu tujuannya, agar masyarakat Sulut tetap dapat menjalankan kesehariannya, dengan mematuhi protokol yang ditetapkan pemerintah yakni, taat menjalankan social distancing dan physical distancing dengan tetap stay at home, work from home and learn from home.

Kesibukan dalam menjalankan pemerintahan sehingga melahirkan kebijakan pro rakyat, sibuk mengurus penanganan Covid-19 terus dilakukan tanpa melihat waktu.

Dalam pemerintahan, dengan segala kebijakannya, Pemprov Sulut telah menggulir Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 8 Tahun 2020 tentang Optimalisasi Pencegahan Penyebaran (OPP) Coronavirus Disease (Covid-19).

Kebijakan tersebut dirilis sebagai bentuk penanganan pandemi yang belum diketahui akan berlangsung sampai kapan.

“Penyebaran Covid-19 yang bersifat Iuar biasa ditandai dengan jumlah kasus dan kematian yang meningkat. Bahkan meluas hingga lintas wilayah di Provinsi Sulawesi Utara. Sehingga perlu dikeluarkan Pergub,” kata Gubeenur Olly.

Menurut Olly, Pergub ini didasari juga pertimbangan lainnya yaitu Keputusan Presiden Nomor 11 Tahun 2020 tentang Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Covid-19 sebagai kedaruratan kesehatan masyakat yang wajib dilakukan upaya penanggulangan.

“Berdasarkan pertimbangan sebagaimana poin dalam Pergub, maka perlu ditetapkan tentang Optimalisasi Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Wilayah Provinsi Sulawesi Utara,” paparnya.

Pergub ini bertujuan untuk membatasi kegiatan tertentu dan pergerakan orang dan atau barang dalam menekan penyebaran Covid-19.

Meningkatkan antisipasi perkembangan eskalasi penyebaran covid-19, memperkuat upaya penanganan kesehatan akibat covid-19 dan menangani dampak sosial dan ekonomi dari penyebaran Covid-19.

Dalam penanganan yang terdampak Covid-19, dengan segala kebutuhannya, Olly mengajak semua pihak bergandeng tangan. Tanpa melihat sisi kepentingan politik.

Bantuan Sosial Dikucur Sambung Hidup Rakyat

Hal itu terus disalurkan agar masyarakat jangan sampai ada yang kekurangan.

Pemerintah mengeluarkan Kartu Sembako. Sebelumnya, program ini bernama Bantuan Pangan Nontunai (BPNT).

Bantuan ini dimaksudkan untuk memperkuat perlindungan kepada masyarakat agar punya akses terhadap pangan yang bergizi.

Pemerintah mengucurkan bantuan sebesar Rp1,32 juta per tahun atau Rp110.000 per bulan/keluarga untuk 15,6 juta keluarga. Dua tahun berjalan, pada 2019 pemerintah menaikkan nilai bantuan sebesar Rp1,8 juta per tahun per keluarga atau Rp150.000 per bulan/keluarga.

Kini, karena virus corona mewabah, pemerintah kembali menaikkan nilai bantuan Kartu Sembako menjadi Rp 2,4 juta/tahun atau Rp 200.000 per bulan/keluarga. Bantuan ini akan disalurkan kepada 20 juta keluarga di Indonesia.

Kartu sembako, jumlah penerima akan dinaikkan dari 15,2 juta penerima menjadi 20 juta penerima manfaat dan nilainya naik 30% dari Rp150 ribu menjadi Rp200 ribu rupiah dan akan diberikan selama 9 bulan.

Bantuan yang dikucurkan menyasar seluruh kalangan masyarakat yang terpinggirkan. Bahkan lansia asal Kecamatan Pineleng Kabupaten Minahasa, yang akrab disapa Oma Nona pun mendapat kunjungan dan bantuan sembako.

Oma Nona yang ada di Desa Pineleng Satu, Kabupaten Minahasa ini tinggal di rumah setinggi dua meter berdinding papan dan beratap seng tua yang tak lama lagi akan rusak.

Lansia ini tersenyum senang, karena kebagian paket sembako yang berisikan beras, gula, minyak goreng dan mie instan.

Bantuan tersebut diberikan untuk meringankan beban hidup masyarakat karena dampak pandemi corona, tidak diketahui akan berlangsung sampai kapan.

Bantuan sosial berupa bahan pokok atau sembako, terus dilakukan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Paket sembako tersebut diperuntukkan bagi masyarakat terdampak Covid-19, dengan menggandeng lembaga agama agar proses penyalurannya efektif.

Gubernur dan Jajaran Jangkau Lintas Kabupaten/Kota
Bukan hanya itu, untuk menjawab kegelisahan masyarakat di lintas kabupaten/kota gubernur dan jajaran Forkopimda melakukan kegiatan bakti sosial, dengan membagikan bahan pokok.

Dalam kesibukan yang tak pernah mengenal lelah, Gubernur Olly benar-benar hadir bukan hanya  mendengar keluhan dan kegetiran hati rakyatnya yang terdampak Covid-19, tetapi mampu membalut kesusahan, lewat kehadirannya dengan menyapa langsung warga, di lintasan kabupaten/kota.

Gubernur Olly menunjukkan kepedulian yang dalam kepada masyarakat yang terdampak Covid-19.

Bantuan itu disiapkan untuk masyarakat pesisir yang terdampak Covid-19.

Gubernur Olly bersama rombongan yang berangkat dengan menumpang kapal dan speed boat dari Kesatriaan Satrol Samuel Languyu Bitung tersebut, menuju tiga lokasi yakni Dermaga Belang Kabupaten Minahasa Tenggara, Pantai Sondana Bolaang Mongondow Selatan dan Dermaga Jiko Port Bolaang Mongondow Timur.
Tak disangka, saat di perjalanan, Olly dan rombongan sempat berpapasan dengan nelayan di tengah laut. Momen tersebut dimanfaatkan Olly dengan sigap yang langsung membagikan paket sembako.

Bantuan berupa beras, mie instant, ikan kaleng dan juga masker yang, spontan disambut gembira oleh nelayan.

Bukan hanya itu, nelayan yang tengah melaut, masyarakat pesisir lainnya yang terdampak Corona juga mendapatkan sembako.

Usai membagikan bantuan sembako bagi masyarakat pesisir Mitra, Olly mengatakan bahwa kegiatan baksos bersama Forkopimda bersama Kapolda Sulut dan Pangdam XIII/Merdeka sekaligus juga memantau situasi kondisi masyarakat Sulut di tengah pandemi Covid-19.

“Masyarakat harus menyadari bahwa virus ini sangat membahayakan. Namun demikian jangan panik dan tetap waspada. Sebab kalau kita tahu aturan dan kita saling menjaga komunikasi dengan orang lain dan mau mendengar anjuran pemerintah, maka Covid-19 ini dapat kita cegah,” ucap Olly.

Gubernur juga menegaskan bahwa pemerintah membutuhkan dukungan masyarakat agar pandemi Covid-19 dapat segera berakhir. Dan sebagai bentuk perhatian, Pemprov Sulut berkomitmen membantu seluruh warga yang terdampak corona.

Gubernur datang langsung membawa bantuan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Pemerintah berupaya untuk membendung virus corona. Karena itu pemerintah juga sangat mengharapkan bantuan dari seluruh masyarakat Sulut agar virus tidak berkembang. Karena di beberapa negara yang tidak siap menghadapi virus ini akibatnya sangat fatal, banyak yang meninggal,” ungkapnya.

“Kita harapkan bantuan dari bapak dan ibu, untuk bersama-sama berperang melawan virus ini. Mari kita bekerja sama. Karena pemerintah akan mempersiapkan segala sesuatu buat masyarakat yang terdampak Covid-19,” ujarnya sembari mengingatkan masyarakat agar tidak berebut. “Karena semua pasti dapat,” sambungnya.
Wagub Steven Kandouw menunjukkan empati kepada masyarakat dengan menyerahkan bantuan.
Olly juga mengajak semua pihak bersatu mengatasi pandemi corona di Sulut agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal sehingga perekonomian pulih.
“Covid-19 ini bukan hanya berdampak bagi penyakit kita, tetapi juga berdampak bagi keuangan kita karena sebagian orang takut bekerja. Jadi, mari kita semua saling tolong menolong untuk menjaga kehidupan bermasyarakat secara bersama-sama,” tandasnya.

Bantuan Dikucurkan, Pemprov Sulut Gandeng Lembaga Agama

Gubernur Olly Dondokambey didampingi Sekdaprov Edwin Silangen dan Kadis Sosial Rinny Tamuntuan membagikan sebanyak 359 paket sembako di Gereja Katolik Paroki Ratu Rosari Suci.

Selanjutnya, sebanyak 515 paket diserahkan kepada masjid Al Ikhwan Tuminting yang diterima langsung oleh perwakilan rumah ibadah sebelum didistribusikan langsung ke warga penerima bantuan. Adapun paket tersebut berupa 10 bungkus mie instant, beras 5 kilogram, minyak goreng 1 liter, 3 kaleng ikan siap saji dan 5 buah masker.
Pemprov Sulut menyasar lembaga agama, agar bantuan menyentuh semua lini.

Diketahui, penyerahan bantuan lewat lembaga agama dianggap efektif oleh Gubernur Olly karena dapat memepercepat proses penyaluran bantuan yang dibutuhkan masyarakat.

APD untuk Tenaga Dokter dan Paramedis
Jaminan Pemprov Sulut untuk memenuhi kebutuhan yang terkena dan terdampak Covid-19 terus direalisasikan, dan terus bergerak memberi bantuan sosial, dengan beberapa kloter dan secara  bertahap. Bahkan gubernur dan wagub juga intens memberikan bantuan Alat Perlindungan Diri (APD) untuk tenaga dokter dan paramedis yang bertugas di garda terdepan. Olly Dondokambey bersama istri tercinta Rita Tamuntuan, menunjukkan empati kepada para tenaga medis, khususnya di tengah pandemi Covid-19.
Kepedulian itu ditunjukkan dengan memberikan bantuan pribadi berupa 200 set APD berupa masker, hazmat, face shield dan susu steril siap minum kepada para tenaga kesehatan (nakes) serta 1500 masker untuk penjaga pasien di sejumlah rumah sakit di Sulut.
Tenaga dokter dan paramedis juga mendapat perhatian gubernur bersama keluarga, dengan memberikan APD.
Rumah sakit yang menerima bantuan ini yaitu RSUD Anugerah Tomohon, RS GMIM Siloam Sonder, RS Budi Setia Langowan, RS Advent Teling dan RSUD Maria Walanda Maramis. Bantuan kemanusiaan ini diserahkan oleh utusan keluarga yaitu Jean Sumilat bersama tim di setiap rumah sakit.
Bahkan Gubernur Olly juga menyiapkan tempat istirahat bagi tenaga dokter dan paramedis untuk beristirahat, dengan menyiapkan villa Dahlia di Kalasey.
Villa Dahlia yang terletak di Jalan Trans Sulawesi tepatnya di Desa Kalasey, Kabupaten Minahasa, kini dijadikan sebagai tempat istirahat bagi para tenaga medis yang menangani pasien Covid-19

Para tenaga medis yang kesehariannya bertugas di ruang isolasi RSUP Kandou Manado, perlu mendapatkan tempat istirahat yang baik.

Untuk itulah, Pemerintah Provinsi Sulut menyiapkan tempat tersebut agar dapat dimanfaatkan.

Menurut Olly, Villa Dahlia yang berkapasitas sekitar 23 kamar ini dipilih karena lokasinya cukup strategis tak jauh dari RSUP Kandou. Penggunaan sebagai tempat tinggal sementara ini sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan pihaknya kepada para tenaga medis yang selama ini berjuang terdepan dalam merawat pasien covid-19.

Gubernur sangat memperhatikan kebutuhan keberadaan tenaga dokter dan paramedis

“Tempat ini disiapkan agar para tenaga medis bisa beristirahat secara maksimal. Kami akan terus memberikan support moral kepada mereka supaya bisa fokus menangani pasien Covid-19,” katanya.

Tak hanya itu, Olly menambahkan untuk memudahkan mobilitas para petugas saat berangkat dan pulang dari rumah sakit, pihaknya akan menyiapkan layanan antar jemput.

Semua yang dikerjakan, bagi Olly bukanlah sebuah pencitraan. Dia mengajak seluruh masyarakat bersatu dan bergandeng tangan.

“Kesampingkan semua kepentingan mari kita sama-sama bergandeng tangan untuk memutus mata rantai Covid-19, sampai semuanya kembali normal,” tandasnya.(hil/*)

(ADVERTORIAL DINAS KOMUNIKASI, INFORMASI, PERSANDIAN DAN STATISTIK PROVINSI SULAWESI UTARA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *