Minsel ‘Masih’ Zero Covid-19, Jika Ditemukan Siap Ungkap Data

0
388
Kepala Dinas Kesehatan Minsel Erwin Schouten

Amurang, SULUTREVIEW

Sejak Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) diserang Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) atau lebih dikenal virus Korona di bulan Maret, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) masih relatif aman.

Hingga kini belum ada laporan warga yang telah dinyatakan positif.

Sementara untuk Orang Dengan Pemantauan (ODP) dari data yang dimiliki Dinas Kesehatan (Dinkes) terdapat 9 orang.

Selain itu warga pelaku perjalanan dari daerah zona merah sesuai data terdapat 323 orang. Seluruh warga yang telah terdata mendapat pengawasan dan dimintakan melakukan karantina mandiri.

“Syukur sampai sekarang kita belum ada yang berstatus PDP apalagi positif. Kita berharap saja tidak ada penambahan. Makanya dimintakan warga dapat tetap menjalankan himbauan pemerintah berupa penggunaan masker cuci tangan dan jaga jarak serta sebisa mungkin tinggal di rumah saja. Dengan demikian dapat memanimalisir kontak dengan warga lain yang telah tertular,” papar Kadis Kesehatan Minsel dr Erwin Schouten.

Menyangkut pasien berstatus ODP di Kalooran, dikatakan sudah keluar hasil rapid test yakni negatif. Dari hasil sementara kemungkinan warga tersebut hanya terditeksi terinfeksi bakteri.

“Kami masih akan melakukan rapid test untuk kedua kali guna memastikan apakah sudah terkena Covid-19 atau tidak. Bila hasilnya kembali negatif maka dapat dikatakan aman meski tetap dianjurkan melakukan pembatasan pribadi,” terangnya.

Lanjut Schouten memaparkan Pemkab Minsel bakal lebih terbuka menyangkut data Covid-19. Data ODP, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan pelaku perjalanan akan dibuka kepada publik melalui website. Sehingga nantinya ada partisipasi dari masyarakat untuk pengawasan.

“Keterbukaan yang akan kita buat sesuai dengan penyampaian bapak Presiden Joko Widodo. Dimana nanti lewat penyampaian data dapat diketahui tempat keberadaan dan sebarannya sampai tingkat kelurahan dan desa. Kita usahakan minggu ini website sudah selesai dan dipublikasikan. Harapannya memang soal partisipasi masyarakat dalam pengawasan, sebelumnya kita melakukan sosialisasi agar tidak terjadi kesalahpahaman,” ungkap Schouten.

Dia juga mengungkapkan Minsel belum memiliki ruang yang khusus dibangun untuk isolasi. “Ruang isolasi baru ada di dua rumah sakit yakni Kalooran dan RSUD. Masih dalam pertimbangan apakah akan dibangun atau tidak, mungkin dalam bentuk rumah singgah. Sekarang kita malah lebih berupaya mencari solusi untuk kubur bila ada warga meninggal dunia akibat Covid-19,” pungkasnya.(noh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here