Amurang, SULUTREVIEW
Rumah Sakit (RS) Kalooran Amurang memutuskan melakukan isolasi pada tiga orang.
Ketiganya diisolasi setelah sebelumnya ditetapkan berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP). Status ODP karena memiliki riwayat kontak dengan warga luar daerah dan gejala sakit.
Meski belum menunjukan gejala yang mengarah langsung pada Covid-19, isolasi dilakukan sebagai langkah pencegahan.
“Kami telah melakukan pemeriksaan pada tiga orang warga Minsel yang ditetapkan berstatus ODP. Pada pemeriksaan awal berupa foto rontgen, meski lewat ini belum bisa memberikan kepastian soal terpapar atau tidak. Maka ketiganya kita masukkan pada ruang isolasi sampai keluar hasil tes,” ujar dr Ellaine Wenur, Dirut RS Kalooran.
“Memang ketiganya dari wawancara memiliki riwat kontak dengan warga luar daerah yang sudah masuk zona merah. Ini juga kita sudah laporkan ke Dinkes untuk ditindaklanjuti, sebab ruang isolasi kami masih konvensional dan tidak memadai merawat pasien terpapar Covid-19,” tambahnya.
Lanjut dia menyebutkan, bahwa RS Kalooran tidak siap menerima pasien yang memiliki riwat kontak dengan penderita Covid-19. Selain tidak memiliki ruang isolasi memadai, juga terganjal dengan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis.
Sementara merawat pasien diduga terkena virus sudah ada standar untuk mencegah penularan pada tenaga medis. Saat ini Kalooran hanya memiliki 20 APD yang bisa digunakan, sedangkan APD hanya bisa sekali pakai.
“Ini memang menjadi kesulitan kita memberikan perawatan pasien. Saat ini kami hanya memiliki 20 APD yang hanya bisa sekali pakai. Makanya jauh dari memadai, sebab kita belum mengetahui apakah pasien yang kita rawat sudah positif atau tidak. Jadi baik dokter dan tenaga medis lainnya sangat rentan tertular bila ternyata pasien yang dirawat positif,” jelasnya.
Di tempat terpisah, Kadis Kesehatan Minsel dr Edwin Schouten membenarnkan adanya warga yang saat ini dalam perawanan di RS Kalooran berstatus ODP. Namun menurutnya dari hasil pemantauan belum ada gejala-gejala yang mengarah ke terinveksi Covid-19.
Sebab untuk memastikan tidak bisa hanya melalui rontgen, tapi ada test khusus. Untuk itu dia memintakan masyarakat tetap tenang dengan tetap menjaga diri berupa menggunakan masker dan mencuci tangan.
“Ketiga yang saat ini di RS Kalooran memang ada riwayat kontak dengan orang luar daerah. Jadi belum ada gejala-gejala yang sudah dapat diarahkan hingga status ditingkatkan menjadi PDP (Pasien Dengan Pengawasan, red). Tapi memang tetap harus waspada, ketiganya juga telah kita lakukan test dan tinggal menunggu hasil. Soal ADP kami akan mengupayakan dilakukan penambahan sesuai dengan kebutuhan,” terangnya.
Ketika ditanyakan ruang isolasi, menurutnya yang telah tersedia di RS Kalooran dan RSUD Amurang. “Namun untuk perawan nantinya tetap harus dirujuk ke RS rujukan. Paling dekat di RSUD Prof Kandow. Memang kita kesulitan dengan ruang isolasi memadai. Kita akan mengupayakan mengadakan dengan perlengkapan memadai,” beber Schouten.(noh)













