Manado, SULUTREVIEW
Menyikapi pandemi Coronavirus Disease (Covid-19) di Provinsi Sulawesi Utara, Gubernur Olly Dondokambey bersama tokoh agama, yang ad dalam wadah Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulut, sepakat membatasi kegiatan keagamaan.
Langkah bijak yang merupakan tindak lanjut dari social distancing dan menghindarkan kerumunan tersebut, turut melibatkan jajaran Forkopimda.
Gubernur Olly mengingatkan pentingnya partisipasi seluruh elemen masyarakat termasuk tokoh agama untuk memutuskan rantai penyebaran Covid-19.
Dia juga mengajak seluruh tokoh agama menaati pesan Presiden Joko Widodo dalam upaya mengatasi Covid-19 di Indonesia.
“Ini sesuai dengan arahan Bapak Presiden, agar seluruh kegiatan ibadah dapat dilaksanakan di rumah dan diatur sebaik mungkin. Tanpa mengurangi makna, sebagaimana ketentuan dan aturan agama masing-masing,” ungkapnya.
“Aturan ini juga untuk menghindari kerumunan massa sangat dianjurkan untuk menunda semua kegiatan yang bersifat seremonial,” sebut Olly.
Olly juga mengajak tokoh agama ikut mensosialisasikan physical distancing kepada masyarakat.
“Edukasi masyarakat, bahwa Ibadah di rumah tidak mengurangi keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Manfaatkan kemajuan teknologi sebagai sarana beribadah seperti medsos dan layanan streaming. Dan yang terpenting doa untuk pemulihan bangsa dan dunia,” ungkap Olly.
Olly yang didampingi Wakil Gubernur Steven O.E. Kandouw dan Sekdaprov Edwin Silangen, kembali menegaskan bahwa sebentar lagi, umat Kristiani akan merayakan Kematian Yesus Kristus atau Jumat Agung dan Paskah. Sementara umat Islam akan menyongsong Ramadhan dan Idul Fitri.
“Sekali lagi hindari berbagai kegiatan yang mengumpulkan banyak orang. Mari kita jalankan ibadah kita di lingkungan keluarga kita. Ini untuk sementara waktu saja sampai semuanya normal kembali,’ tandasnya.
Diketahui, selain bertemu para tokoh agama, Olly juga melakukan teleconference dengan Gubernur se-Sulawesi untuk mengantisipasi penyebaran covid-19 melalui perbatasan antar wilayah.
Sementara itu dikatakan Ketua FKUB Sulut, Pdt Lucky Rumopa MTh, bahwa semua kegiatan keagamaan yang dilaksanakan di rumah-rumah ibadah untuk sementara, tidak dilaksanakan.
“Mari kita bersama-sama berdoa, agar Covid-19 ini segera berlalu,” tukasnya.
Rumopa juga menyebut semua kegiatan seremonial termasui Paskah Nasional, tidak akan dilaksanakan. Bahkan untuk ibadah Jumat Agung, akan diatur bagaimana teknisnya. Apakah, jemaat akan mengambil roti dan cawan perjamuan untuk kemudian di bawah ke rumah masing-masing.
“Masih akan diatur bagaimana teknisnya,” kuncinya.(hil)













