Umpel :  Permesta Pejuang Keadilan, Bukan Pemberontak

0
383
Jul Umpel

Amurang, Sulut review.com

Stigma yang disematkan pada Permesta sebagai pemberontakan dibantah oleh Jul Umpel sebagai salah satu tokoh pejuangnya. Menurut Umpel justru Permesta sebagai gerakan perjuangan terhadap pembangunan yang berkeadilan.

Sebab di masa pasca kemerdekaan, pembangunan di Indonesia Jawa sentris dan mengabaikan daerah.

“Selama ini Permesta selalu dikatakan sebagai pemberontakan. Padahal merupakan gerakan perjuangan pemerataan pembangunan yang berkeadilan. Silahkan bedah piagam Permesta yang sama sekali tidak menyebutkan pemisahan diri. Jadi sebenarnya Permesta adalah koreksi atas ketidakadilan, bukannya pemberontakan,” ungkap Umpel yang sempat menyandang pangkat Kapten Permesta.

Dia menuturkan bagaimana saat itu kekayaan daerah berupa kopra dan hasil bumi lainnya tersedot di Jawa sebagai pusat pemerintahan. Sedangkan pembangunan di daerah termasuk Sulut justru terkebelakang di tengah hasil bumi yang melimpah.

“Piagam Permesta menginginkan adanya perubahan pola pembanguan dari sentralisasi. Permesta memperjuangkan otonomisasi daerah seperti yang kita nikmati sekarang ini, bukannya berpisah dari Indonesia. Kalaupun kemudian pecah kontak senjata itu dilatari oleh pengeboman dan penyerbuan tentara pusat di Sulut. Permesta hanya merespon serangan tersebut sebagai perjuangan harga diri,” tukasnya.

Lanjut dia mengapresiasi Pemprov Sulut dalam hal ini Gubernur Olly Dondokambey yang menerima Permesta bukan sebagai pemberontak. Bahkan bersedia memfasilitasi pertemuan Permesta dalam rangka meluruskan kembali sejarah perjuangan.

Selama ini Permesta yang dihitung sebagai gerakan pemberontakan, sekarang mendapat tempat di Pemprov. Terbukti dengan akan memberikan nama Permesta untuk jalan tol yang akan dibangun dari Minsel-Tomohon-Tondano. Selain itu juga turut memberikan penghargaan pada tokoh Permesta.

“Kami sangat mengapresiasi beliau (gubernur, red) atas perhatiannya. Sebab memberikan perhatian bagi tokoh Permesta dan keluarganya. Bahkan menamakan Permesta untuk jalan tol yang akan dibangun. Sebab jalan tol tersebut menyusuri rute perjuangan Permesta. Ini juga menandakan Permesta tidak lagi terbilang sebagai gerakan Pemberontakan,” pungkasnya.(noh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here