Kandouw Pekikkan Manado Kota Perjuangan, Manado Kota Merah Putih

0
370

Manado, SULUTREVIEW

Peringatan Merah Putih 14 Februari 1946 menjadi momentum sejarah yang membakar semangat patriotik masyarakat Sulawesi Utara (Sulut) atas perjuangan para pahlawan.

“Jangan kita melupakan perjuangan Pahlawan Merah Putih 14 Februari 1946 di Manado. Karena pada masa itu, para pahlawan kita menunjukkan perlawanan atas penjajah,” kata Wakil Gubernur Sulut Steven OE Kandouw pada Kirab Merah Putih yang dipusatkan di lapangan Megamas, Sabtu (15/02).

“Manado itu Kota Perjuangan, Kota Merah Putih. Mari teruskan perjuangan para Pahlawan kita,” kata Kandouw.

Kandouw menegaskan selama ini, berbagai julukan bernuansa kepahlawanan kemerdekaan ditujukan ke berbagai kota. Misalnya, Bandung Berjuluk Bandung Lautan Api, Surabaya Kota Pahlawan.

“Maka untuk Manado adalah Kota Perjuangan,” tegasnya.

Wagub Kandouw yang mewakili Gubernur Olly Dondokambey, mengungkapkan bahwa peringatan heroik 14 Februari 1946 banyak dilupakan oleh banyak orang. Penyebabnya, karena pada tanggal yang sama orang lebih memilih perayaan Valentine Day.

Wagub Steven Kandouw.

“Kita jarang bahkan lalai mengingat peristiwa heroik Merah Putih 14 Februari 1946. Kita seolah tenggelam dengan hiruk pikuk acara Valentine Day yang tanggalnya bersamaan,” ujar ribuan massa yang tumpah ruah di lapangan basket.

“Tetapi bagi ODSK, torang di Sulut harus selalu mengenang dan bertekad bahwa perjuangan para pejuang Merah Putih 14 Februari 1946 di Manado harus diperingati,” pekik Wagub bersemangat disambut aplaus massa yg menjubeli acara saat itu.

Dalam acara yang dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Prov Sulut Ny Rita Dondokambey-Tamuntuan dan istri wagub, Kartika Devi Kandouw-Tanos ini, diwarnai acara kirab ratusan utusan anak muda dan pelajar SMA SMK se Sulut.

Pada kirab tersebut peserta membawa bendera Merah Putih dan panji kabupaten/kota serta provinsi.

Para pelajar juga secara massal menyerukan yel-yel pekik I love Indonesia. I love Sulawesi Utara.
I love ODSK.

Sementara itu, pada spanduk raksasa bertuliskan kalimat yel-yel yang dipampang di dinding salah satu ruko di kawasan itu.

Ny Rita dan Kartika Devi Kandouw-Tanos juga terlihat membagikan kuis aneka pertanyaan dengan hadiah handphone kepada peserta.

Sebelum berakhir, acara diwarnai tari Masamper bersama dan menerikkan pekik solidaritas Jiayooo Wuhan China.(eda)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here