Satukan Energi Menembus Keterbatasan, Kisah tentang Kaleb

Unit Manager Communication & CSR Marketing Operation Region (MOR) VII Sulawesi, Hatim Ilwan dan tim melakukan kunjungan ke Komunitas Tuli Peduli Bitung (Kaleb) yang ada di Kelurahan Kadoodan Lingkungan V Madidir-Bitung Provinsi Sulawesi Utara, Kamis (13/02/2020).

Bitung, SULUTREVIEW – Tak satu pun manusia di dunia ini yang memilih untuk terlahir dengan keterbatasan fisik. Jika diizinkan pasti setiap orang menginginkan sempurna.

Namun tidak demikian dengan Komunitas Tuli Peduli Bitung (Kaleb) yang memilih untuk tidak meratapi dan pasrah pada keadaan. Meski kondisi indera yang tidak berfungsi, tetapi ada energi yang meluap untuk memberi arti dan manfaat bagi sesama.

Adalah Donna Christha Renata Ginting (29), karena empati dan kepedulian serta ketulusan hati yang besar terpanggil untuk menolong sesama dengan terjun ke dunia disabilitas.

Donna yang akrab disapa Chira mengisahkan awal berdirinya Kaleb yang dilatari oleh pertemuannya dengan salah seorang teman penyandang tuli, Yuri.

Dalam amatannya Yuri sangat kesulitan mengikuti proses belajar, karena terkendala oleh keterbatasan fisiknya. Sehingga komunikasi pun tak bersambung, karena tidak ada pemahaman baik Yuri maupun pengajar.

“Kesulitan inilah yang membuat saya untuk belajar bahasa isyarat. Dan saya meminta Yuri untuk mengajarinya. Dan terbukti upaya yang saya lakukan ini berhasil, saya dapat berdialog dan bercerita tentang berbagai hal sehingga kami perluas dalam pergaulan dengan teman tuli yang lainnya,” ungkap Chira.

Chira menceritakan perjalanan pembentukan Kaleb, yang dimulai pada September 2018. Di mana dirinya sempat bertemu tanpa sengaja dengan salah satu siswa sekolah luar biasa (SLB).

Dari pertemuan itu terjalin pertemanan sampai kemudian terlibat berbagai kegiatan bersama. Alhasil dari intensitas tersebut, Chira diminta oleh pengurus yayasan untuk mengajar di SLB. Dari situlah Chira mendirikan komunitas yang kini lebih dikenal dengan sebutan Kaleb.

Lambat laun, seiring berjalannya waktu, jumlah anggota Kaleb terus bertambah. Dan lulusan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) yang semula berprofesi sebagai fashion designer ini, pada akhirnya terpanggil untuk totalitas mengembangkan Kaleb.

Kini rumah pribadinya yang berada di Kelurahan Kadoodan Linkungan V, Kecamatan Madidir Bitung yang awalnya merupakan sarana SLB kini menjadi rumah bagi Kaleb.

Kaleb yang beranggotakan 35 personel, sejak awal memiliki visi untuk gencar mengembangkan dan memasyarakatkan bahasa isyarat. Sehingga pada akhirnya komunitas ini pun mampu menyuarakan isi hati dan berkomunikasi dengan masyarakat secara luas.

Bahkan lebih dari itu, anggota Kaleb kini memiliki rasa percaya diri dan semakin sering tampil di hadapan publik. Hal itu terlihat melalui keikutsertaan di sejumlah pameran dan pertemuan. Dengan demikian secara perlahan Kaleb mulai membuka diri di masyarakat.

“Kami gencar melakukan sosialisasi dan mengedukasi bahasa isyarat ke masyarakat. Dan ternyata banyak yang berminat untuk belajar. Atas upaya ini, anggota Kaleb dapat berkomunikasi,” tukasnya.

Anggota Kaleb tidak sebatas belajar bahasa isyarat saja, tetapi juga membuat ketrampilan dan produk interior, tapestri, rajutan yang memiliki nilai ekonomi

“Teman-teman komunitas meluangkan waktu setiap hari Sabtu dan Minggu. Meski dalam keterbatasan fisik namun tetap semangat untuk menjalani kehidupan, bahkan dapat memberi arti kepada orang lain,” sebut Chira.

Keberadaan Kaleb kini semakin eksis dan dikenal. Bahkan Kaleb menjadi inspirasi bagi Pertamina untuk datang langsung dan melihat dari dekat akan aktivitas serta kelangsungan komunitas yang ada di Bitung ini.

Unit Manager Communication & CSR Marketing Operation Region (MOR) VII Sulawesi, Hatim Ilwan dan tim melakukan kunjungan ke Kaleb yang ada di Kelurahan Kadoodan Lingkungan V Madidir-Bitung Provinsi Sulawesi Utara, Kamis (13/02/2020).

Tak hanya berkunjung, Hatim bersama rombongan melakukan tatap muka dengan penggagas, pengurus komunitas maupun penyandang disabilitas Kaleb.

Bahkan lebih dari itu, sebagai bentuk kepedulian dan empati yang demikian mendalam atas keberadaan komunitas tersebut, PT Pertamina berkesempatan memberikan bantuan melalui
program Corporate Social Responsibility (CSR).

Hatim yang enggan menyebut bilangan nominal bantuan, menjelaskan bahwa kehadiran PT Pertamina ingin memberikan arti dan manfaat bagi komunitas.

“Bantuan ini kiranya dapat dimanfaatkan untuk menambah sarana sosialisasi bahasa isyarat maupun kebutuhan teman-teman disabilitas Kaleb agar lebih mengembangkan potensinya. Karena memang menjadi visi kami, untuk mensejahterahkan melalui program kerja peduli lingkungan,” kata Hatim.

Unit Manager Communication & CSR Marketing Operation Region (MOR) VII Sulawesi, Hatim Ilwan saat menyerahkkan bantuan kepada Chira.

Selain itu, Kaleb yang mengedukasi bahasa isyarat kepada masyarakat yang ingin berkomunikasi dengan penyandang disabilitas, diharapkan Hatim akan semakin berkembang dan memberi arti bagi sesama.

“Keberadaan Kaleb ini menjadi jembatan bagi komunitas dan masyarakat lainnya untuk berkomunikasi tanpa ada hambatan keterbatasan. Nah, melalui bantuan ini kami berharap akan menunjang aktivitas yang dilakukan,” ungkap Hatim.

Mendapat kunjungan Pertamina, Chira dan anggota Kaleb sangat bersyukur dan berterima kasih.

Chira tengah memberikan penjelasan kepada rombongan PT Pertamina.

“Terima kasih yang tak terhingga kepada PT Pertamina yang telah menunjukkan kepedulian kepada Kaleb yang merupakan kumpulan disabilitas,” ujarnya sembari menambahkan sampai sejauh ini, Kaleb mampu menjadi peribadi yang tidak bergantung pada orang lain.

“Komunitas Kaleb terus belajar sehingga dapat hadir dan berdampak bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya,” tukasnya sembari menambahkan hasil ketrampilan Kaleb sudah banyak yang dimanfaatkan.

“Produk yang dihasilkan seperti kerajinan tangan tas dari spanduk, batok kelapa dan tapestri dapat dimanfaatkan oleh banyak orang,” tukasnya.

Karenanya atas perhatian dan kepedulian PT Pertamina, Chira kembali menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya. Sebab, kehadiran Pertamina telah banyak memberikan arti bagi komunitas.

“Masyarakat yang semula tidak bisa mendengar, kini dengan bantuan PT Pertamina telah menjadi sarana bagi komunitas untuk mengembangkan diri sehingga mereka memiliki kerpercayaan diri. Bahkan mereka bisa menunjukkan mereka mandiri,” tukasnya.

Hal yang sama juga disampaikan penanggung jawab Kaleb Sujito Talare dan Ketua Kaleb, Ochen Hilda Lun, bahwa kontribusi PT Pertamina memberikan dampak yang positif bagi Kaleb. Sehingga tetap eksis menjalankan aktivitas sosialnya.

“Terima kasih atas kepedulian PT Pertamina yang terus mensupport kami dalam berbagai kegiatan. Kiranya bantuan demi bantuan yang diberikan akan membuat Kaleb semakin berkembang,” imbuhnya.(hilda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *