web analytics

BI Sulut Tarik Uang Rupiah Tak Layak Edar di Pulau Terluar

BI Sulut Tarik Uang Rupiah Tak Layak Edar di Pulau Terluar
BI bersama tim dan TNI-AL siap menyasar pulau terluar.

Bitung, SULUTREVIEW

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menggandeng Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI-AL) menggelar agenda kas keliling yang menyasar tujuh pulau-pulau tertinggal, terdepan dan terluar (3T) yang ada di wilayah Bumi Nyiur Melambai.

Kepala Divisi Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah, Layanan dan Administrasi, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulut, Haratua Choky Panggabean, program kas keliling sudah dipersiapkan sejak jauh-jauh hari.

“Persiapan ini sudah lama kita lakukan dan baru kita laksanakan saat ini. Hal itu untuk memperkuat koordinasi agar kas keliling di wilayah 3T dapat terealisasi,” katanya di atas geladak kapal KRI Sultan Nuku, Selasa (8/10/2019).

Agenda prioritas dari kas keliling tersebut, kata Choky sapaan akrab Haratua, adalah melakukan penukaran.

“Kemudian kita akan menarik uang yang tidak layak edar dari masyarakat yang ada di pulau-pulau terkecil dan terpencil yang tentunya tidak ada bank,” ungkap Choky.

Kepala Divisi Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah, Layanan dan Administrasi, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulut, Haratua Choky Panggabean (baju kuning) siap menyasar 7 pulau terluar.

“Kita juga melakukan edukasi penggunaan uang Rupiah di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ini wajib, karena kita tidak mau ada kasus-kasus seperti sebelumnya yang menjadi kelemahan NKRI, karena penggunaan mata uang yang tidak ditegakkan khususnya di wilayah yang berbatasan dengan negara lain,” tegas Choky.

Selain itu, melalui program kas keliling, BI juga memberikan edukasi mengenai ciri-ciri uang asli.

“Harapannya supaya masyarakat juga dapat membantu mengidentifikasi kalau dia menerima uang yang diragukan keasliannya. Selain itu, kita juga melakukan bakti sosial dengan memberikan bantuan yang diberikan untuk rumah ibadah, fasilitas pendidikan dan kesehatan yang bekerja sama dengan Lantamal 8 untuk pulau pulau yang kita kunjungi,” tandasnya.

Uang untuk suatu negara, jelas Choky, Rupiah merupakan simbol kedaulatan di samping bendera Merah Putih.

“Ada undang-undang sendiri yang mengatur tentang mata uang. Nah di situ juga disebutkan di NKRI yang digunakan adalah mata uang Rupiah  untuk kegiatan ekonomi,” ujarnya.

Persiapan logistik BI.

Pada sesi penukaran uang yang digelar selama sepekan lebih, sebut Choky, BI akan menerima semua pecahan Rupiah. Baik uang kertas dan uang logam yang tidak layak edar.

“Hasil mapping kita dari kebutuhan masyarakat di kepulauan itu lebih untuk bertransaksi. Saat ini kita menyiapkan uang pecahan kecil Rp20 ribu, Rp10 ribu, Rp5 ribu sampai Rp1.000,-. Jadi kita akan edarkan uang yang segar uang hasil cetak sempurna (HCS) sehingga masyarakat bisa menukarkan uangnya yang sudah tidak layak edar,” beber Choky sembari menambahkan BI telah menyiapkan uang Rp1 miliar untuk pecahan kecil.

“Kita sudah kita prediksi setiap kebutuhan pulau-pulau dengan melakukan koordinasi bersama Posal setempat atau Babinsa untuk menyampaikan kepada masyarakat untuk datang. Kita lakukan pagi sampai sore, sosialisasi, pemberian bantuan sosial,” tukasnya.

Selain pulau-pulau yang ada, BI juga menyasar pulau yang sebelumnya belum pernah dijangkau, yakni Kakorotan dan Marampit.

Sementara itu, Letkol laut CH Roziqin Komandan KRI Sultan Nuku mengatakan siap mengawal pelaksanaan kas keliling. Karena hal itu merupakan upaya menjaga kedaulatan dan penegakan hukum di laut.

“Kita juga mendapat tugas  tambahan mendukung program pembangunan pemerintah yang akan kita laksanakan adalah pelayaran kas milik BI ke pulau-pulau terluar dan terdepan yang menyasar 7 pulau tujuh titik yang akan kita tuju,” katanya.

Untuk Kesiapan, ujarnya, ada dua hal yang dilakukan. “Kita jaga, yakni kekuatan alutsista dan maintenance setiap saat supaya selalu siap operasi pada saat kapan pun di mana pun demikian juga pengawak yang sangat penting dalam jalankan misi. Pengawak yang profesional yang selalu menjaga semangat dan stamina harapannya selalu siap mengawaki yaitu alutsista dan KRI supaya selamat mendukung tugas pokok yaitu kas keliling,” bebernya.

Dia menyebut ada 50 personel awak kapal. Baik itu perwira maupun tamtama. Di mana kegiatan layanan kas keliling ini ada tambahan pihak BI sebanyak 15 orang dan Lantamal 8 orang, yang mendukung kegiatan baksos dan layanan kesehatan yang totalnya ada 21 orang.

“Kapal ini akan berlayar dengan 14 sampai 15 knot kecepatan untuk menuju pulau-pulau terkecil.

“Kalau untuk pulau-pulau kecil yang fasilitas sandarnya sulit, kami akan lego jangkar,” kuncinya.(eda)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply