web analytics

Dikunjungi Komisi X DPR RI, Wurangian Promosi Potensi SMK Getsemani

Dikunjungi Komisi X DPR RI, Wurangian Promosi Potensi SMK Getsemani

Manado, SULUTREVIEW

Komisi X DPR RI, melakukan kunjungan ke SMK Getsemani Manado, Selasa (29/1).

Pada kesempatan ini, Kepala SMK Getsemani Manado, Drs Freddy L Wurangian MSi, menyampaikan potensi siswanya yang rata-rata memiliki kelebihan di bidang otomotif dan perbengkelan.

Aset berharga tersebut diharapkan akan mengantarkan sukses para siswanya yang saat ini berjumlah 413 orang.

“Terima kasih buat bantuan berupa sarana dan prasarana yang sudah diberikan Direktorat Pembinaan SMK untuk l teknik otomotif, sepeda motor hingga tenaga kelistrikan,” ungkap Wurangian.

Di sisi lain, Wurangian mengatakan bahwa pihak swasta juga memberikan perhatian istimewa. Hal itu dibuktikan dengan operasional perbengkelan sebagai bentuk kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri (dudi).

“PT Daya Adicipta Wisesa, yakni Honda serta Astra sangat peduli dengan SMK Getsemani. Mereka memberikan bantuan tenaga teknis yang kemudian mengedukasi siswa. Bahkan pihak Mitsubishi juga menawarkan hal yang sama,” jelasnya.

Di sisi lain, Wurangian berharap Komisi X DPR RI dapat memfasikitasi kebijakan pengurangan tenaga guru ASN di sekolah swasta.

“Saat ini ada 34 guru yang ada di SMK Getsemani, 13 orang diantaranya adalah ASN. Diharapkan kebijakan menarik guru ASN di sekolah swasta dapat dipertimbangkan lagi,” ujarnya.

Kepala SMK Getsemani saat berbincang dengan Kepala Dinas Pendidikan dr Grace Punuh.

Lebih jauh, Wurangian juga menyebutkan tentang akreditasi sekolah yang sampai saat ini menyandang status akreditasi B.

“Seharusnya SMK Getsemani dapat menyandang status A. Kami sangat menyesalkan hal ini, sebab pada saat dilakukan penilaian oleh asesor sekolah sedang dalam tahapan pembangunan fisik,” tukasnya.

SMK Getsemani yang diperkuat dengan 6 jurusan, yakni Teknik Komputer dan Jaringan, Teknik Sepeda Motor,  Teknik Kendaraan Ringan, Teknik Kelistrikan, Teknik Audio Video dan Teknik Gambar Bangunan, kata Wurangian membutuhkan tambahan tenaga guru.

“Guru produktif untuk komputer dan jaringan serta teknik otomotif hanya satu orang. Inilah mengapa persoalan guru di swasta perlu guru PNS untuk diperbantukan,” ujarnya lagi.

Sementara itu, Prof Nur Ahmad menambahkan di era industri 4.0, berharap tenaga pendidik di SMK Getsemani dapat menyesuaikan dengan era yang ada.

“Ini tuntutan kebutuhan harus dapat menyesuaikan. Sudah sejauh mana pengembangan prodi untuk mengejar 4.0,” ujarnya.

Senada disampaikan Ferdiansyah SE MM yang masuk dalam panitia kerja (panja) DPR RI, bahwa tidak ada dikotomi antara sekolah negeri dan swasta.

Dengan demikian, seandainya terjadi pengurangan tidak dalam waktu singkat. Juga tidak menghilangkan secara total jumlah guru.

“Kami tidak akan mudah melepaskan ini semua, karena kontribusi guru ASN dapat juga dirasakan oleh sekolah swasta,” imbuhnya.

Turut hadir, Esti Wijayati, Vanda Sarundajang, Jimmy Demianus, Dr H Noor Ahmad MA, Ferdiansyah SE MM, H Hasnuryadi Suleiman dan belasan anggota lainnya. Selanjutnya, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra, Edison Humiang, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulut, dr Grace Punuh dan jajarannya, LPMP, pendidik dan tenaga.pendidik.(eda)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply