Kalawat, SULUTREVIEW
Pegadaian yang merupakan salah satu BUMN memiliki komitmen untuk menghadirkan Pegadaian yang menghasilkan Duit dan Nama Baik. Hal itu dibuktikan lewat kinerja sebagai perusahaan yang sehat, yang dapat membukukan laba setiap tahun dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 14% dalam 3 tahun terakhir (2015-2017). Bahkan pada tahun 2017 jumlah laba yang dibukukan sebesar Rp2,5 triliun dan di tahun ini diprognosakan akan mencapai Rp2,7 triliun.
Di sisi lain, sebagai perusahaan yang menghasilkan ‘Nama Baik’, diwujudkan dalam bentuk program-program kepedulian kepada masyarakat melalui kegiatan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL), termasuk CSR.
Hal itu sesuai dengan Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-09/MBU/07/2015 beserta perubahannya yang mengatur tentang pelaksanaan PKBL di BUMN, bahwasanya Pegadaian diwajibkan untuk menyisihkan sebagian laba perusahaannya (maksimal 4%) untuk dialokasikan dalam program PKBL.
Menurut Direktur Pemasaran dan Pengembangan Produk, Harianto Widodo pendirian bank sampah ini merupakan salah satu bentuk kegiatan CSR Pegadaian, jadi orientasi kami bukan hanya fokus pada bisnis, tetapi juga bagaimana turut berperan dalam membangun lingkungan sekitar masyarakat yang merupakan salah satu stakeholder kami.
“Program-program CSR juga merupakan salah satu bentuk implementasi kami untuk menghadirkan BUMN Hadir Untuk Negeri. Dengan harapan Pegadaian dapat terus tumbuh dan berkembang, sehingga dapat terus memberikan kontribusi kepada para stakeholder sesuai dengan fungsi dan kepentingannya masing-masing,” katanya.
Untuk itu Sebagai wujud komitmen serta membangun dan menjaga lingkungan, Pegadaian telah menyusun program-program CSR. Sehingga bukan hanya Corporate Plan (RJPP) yang terkait dengan bisnis saja yang direncanakan, tetapi program juga CSR. Antara lain, Pegadaian Bersih-Bersih yang terdiri dari, Bersih-bersih Lingkungan (Pro Planet) dengan tujuan meningkatkan kepedulian pada lingkungan maupun pengembangan inklusi keuangan.
Selanjutnya, Bersih-bersih Administrasi (Pro Profit) Pendampingan kepada masyarakat khususnya pengusaha mikro, adalah untuk meningkatkan kemampuan dalam proses administrasi usaha, sehingga dapat lebih tertib dan terukur hasil usahanya.
Berikutnya, Bersih-bersih Hati (Pro People), yakni meningkatkan kepedulian pada masyarakat dalam infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan.
“Peresmian bank sampah kali ini merupakan salah satu program Bersih-bersih Lingkungan (Pro Planet). Adapun nama program CSR kami secara keseluruhan adalah The Gade Clean and Gold yang merupakan nickname perusahaan kami, untuk nama resmi tetap PT Pegadaian (Persero),” tukasnya.

Diketahui, The Gade bukan dibaca seluruhnya dalam versi bahasa Inggris, jadi bukan disebut ‘de ged’ tetapi ‘de Gade’ karena sesungguhnya kata Gade berasal dari kata Pegadaian yang disingkat.
Orang Jawa biasanya menyebut Pegadaian dengan Gaden, agar lebih kekinian disingkat lagi menjadi The Gade. Selanjutnya terkait kata ‘Clean and Gold’, kata Clean dan kata Gold di sini mengandung makna tersendiri namun diartikan secara luas. Jadi bukan berarti ‘clean’ adalah sesuatu kegiatan membersihkan dalam arti umum. Clean atau bersih di sini bisa diartikan sebagai upaya untuk memperbaiki atau menjadikan suatu kondisi/keadaaan ke arah yang lebih baik, sehingga bisa dibilang sebagai kegiatan “membersihkan” kondisi agar menjadi lebih baik, lebih bermanfaat.
Kebetulan program bank sampah ini terkait dengan kebersihan dalam arti secara harfiah, jadi dengan
membersihkan lingkungan melalui pengumpulan dan pemilahan sampah, Pegadaian sedang mengajak qmasyarakat untuk “membersihkan” lingkungan sekitar agar menjadi lebih baik dan sehat. Tetapi program “bersih-bersih” saja tidak cukup, kami selalu berprinsip agar program yang kami laksanakan memberi manfaat yang positif atau bernilai. Itulah yang kami istilahkan dengan kata ‘Gold’. Dalam hal ini dengan membersihkan dan memilah sampah, maka hasilnya bisa ditukar di bank sampah untuk selanjutnya dikonversi.
Sementara itu, sebagai alternatif solusi, kata Harianto, pihaknya berharap dapat mengikis anggapan bahwa Pegadaian hanya sebagai tempat orang “kepepet” serta untuk menarik generasi milenial untuk mengenal Pegadaian, maka kami menghadirkan konsep kedai kopi The Gade Coffe and Gold.
“Outlet The Gade Coffee and Gold di Bitung ini merupakan outlet yang ke-20. Outlet lainnya yang sudah kami resmikan terletak di Jakarta (2 outlet) Medan, Pekanbaru, Padang, Palembang, Bogor, Bandung, Solo, Yogya, Malang, Denpasar, Ampenan, Balikpapan, Pontianak, Samarinda, Makassar, Palu, dan Manado. Dan dalam waktu dekat juga segera di buka di kota-kota lainnya seperti Surabaya, Semarang, Aceh, Lampung, Ambon, Tasikmalaya, dan beberapa kota lainnya.(eda)













