Ratna Dasahasta Diskusi Revitalisasi Lapas di FH Unsrat

Ratna Dasahasta Diskusi Revitalisasi Lapas di FH Unsrat

Manado, SULUTREVIEW

Staf Ahli Deputi V Kantor Staf Presiden RI, Ratna Dasahasta melakukan dialog publik dengan civitas akademika Fakultas Hukum (FH) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat).

Menurutnya, program-program pemerintah saat ini banyak mrngalami kendala. Sehingga melalui dialog yang dishare ke publik akan mendapatkan masukan. Hal inilah yang dijadikan sebagai dasar untuk melakukan menjaring aspirasi.

“Melalui diskusi publik di Unsrat, karena memang kita membutuhkan masukan komprehensif dari kalangan akademisi. Terutama berkaitan dengan revitalisasi lapas yang akan menjadi salah satu fokus reformasi hukum, yang terdapat 35 titik,” ujarnya saat hadir di Diskusi Publik terkait Reformasi Hukum dan HAM Serta Revitalisasi Lembaga Pemasyarakatan di FH Unsrat Manado, Selasa (27/11/2018).

Salah satu fokus reformasi hukum, ungkap Ratna, merupakan program yang sangat bagus. Karena punya hasil yang kelihatan. Contohnya hasil
Nusakambangan. “Itu sudah mengubah banyak. Dan diharapkan akan terus berubah menjadi lebih baik, khususnya lembaga kemasyarakatan. Karena itu adalah tujuan utamanya, yakni mengurangi over kapasitas,” kata Ratna.

Keberadaan Lapas, sebut Ratna berada di ujung Sistem Peradilan Pidana. Artinya hanya menerima limpahan dari Polisi dan Jaksa.

“Bagaimana kemudian Lapas bisa mengelola dan membina para narapidana, maka revitalisasi lapas lah yang dilakukan,” ujarnya sambil menambahkan revitalisasi lapas  bukan menjadi tanggung jawab satu-satunya di Dirjen Pas.

“Sebab urusannya panjang. Sehingga hal ini menjadi tanggung jawab negara secara keseluruhan. Artinya grand desain yang dibuat oleh Dirjen Pas itu komprehensif, mulai dari regulasi yang harus berubah peningkatan kapasitas hingga sumber daya manusianya. Berikut peningkatan sarana dan prasarana untuk mendukung pembinaan dan pengelolaan narapidana sampai dengan klasifikasi lapas,” tandasnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Hukum Unsrat, Dr Pricilla Flora Kalalo SH MH mengatakan bahwa Fakultas Hukum Unsrat adalah bagian yang tak terpisahkan dari upaya reformasi hukum.

“Untuk itu Fakultas Hukum intens berperan aktif dalam penegakkan hukum profesional. Bahkan sekaligus menjadi tanggung jawab moral untuk melahirkan peserta didik yang benar-benar memahami hukum,” tegasnya.

Persoalan reformasi hukum, sambungnya menjadi fokus perhatian pemerintah. Hal itu sebagai upaya negara untuk melindungi segenap bangsa guna memberikan rasa aman kepada setiap warga negara.

Lebih jauh Kalalo memberikan apresiasi atas kehadiran Ratna di forum diskusi publik.

“Terima kasih atas kepercayaan Kantor Staf Presiden sehingga  Diskusi Publik dapat dilaksanakan di Fakultas Hukum Unsrat,” imbuhnya.

Turut hadir dalam diskusi, akademisi FH Unsrat Marchel Maramis SH MH dan staf Lembaga Pemasyarakatan Manado.(axel)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply