SulutFest 2018, Peluang Branding Produk UMKM

SulutFest 2018, Peluang Branding Produk UMKM

Manado, SULUTREVIEW

Festival Ekonomi dan Keuangan Sulut 2018 yang diselenggarakan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang dikemas dalam giat “SulutFest 2018”
dengan tema “Pengembangan UMKM dalam Mendukung Sektor Pariwisata dan Ekonomi Digital” disambut antusias pelaku usaha.

Hal itu sejalan dengan target utama SulutFest 2018 demi terwujudnya peningkatan (upgrading) dari produk-produk UMKM Sulut. Baik dari segi kualitas, desain, kemasan, cakupan pemasaran yang memanfaatkan media digital serta terciptanya akses pembiayaan sektor riil lembaga keuangan bank maupun nonbank.

“Selain itu, acara ini juga ditujukan untuk mempromosikan pariwisata Sulut yang dewasa ini semakin marak perkembangannya,” kata Deputi Direktur Bidang Advisory dan Pengembangan Ekonomi Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulut, MHA Ridhwan PhD pada penutupan Sabtu (24/11/2018).

Menurut Ridhwan, SulutFest 2018 yang berangkat dari pemikiran perlunya ada branding bagi pelaku usaha di Provinsi Sulut. Karenanya BI berharap SulutFest 2018 menjadi acara yang sustainable.

“Sejauh ini belum ada festival yang menjadikan Sulawesi Utara sebagai tagline utama,” ujarnya.

Lebih jauh kata Ridhwan, SulutFest 2018 dapat mendorong pengembangan ekonomi daerah melalui peningkatan kapasitas UMKM, mendorong pariwisata dan ekonomi digital di Sulut.

“Kami berharap melalui kegiatan ini dapat mendorong pelaku usaha berkembang menjadi wirausahawan kelas dunia,” ujarnya.

“Pengembangan UMKM harus menjadi langkah startegis dalam pengembangan ekonomi. UMKM merupakan entitas perekonomian yang memiliki dampak signifikan pada perekonomian daerah maupun nasional,” tandasnya.

Pengembangan UMKM, jelas Ridhwan, berpotensi menyerap tenaga kerja dan mengurangi pengangguran yang juga berdampak pada pengentasan kemiskinan dan peningkatan daya beli masyarakat.

“Selain itu, di tengah era digital yang semakin maju, peluang dan tantangan dalam mengembangkan sangat terbuka lebar. Hal ini haruslah menjadi concern kita bersama. Untuk itu dibutuhkan dukungan setiap elemen perbankan, pemerintah, dunia usaha, maupun masyarakat untuk mendorong pengembangan UMKM dan pariwisata sebagai sumber pertumbuhan ekonomi potensial bagi perekonomian Sulawesi Utara dan nasional,” bebernya.

Acara ”SulutFest 2018” diikuti oleh 40 booth yang terdiri dari UMKM, perbankan, fintech, dinas pariwisata, travel, maskapai dan perwakilan kantor perwakilan Bank Indonesia dari berbagai provinsi. Berikut capacity building dengan narasumber berkualitas.

Tokopedia menghadirkan pemaparan mengenai peluang dalam digital marketing melalui media online. Bekraf memaparkan strategi pengembangan skala usaha melalui peningkatan kreativitas dan keunikan produk, serta Gendhis Natural bag sebagai contoh pemasaran produk keratif yang sukses di ekspor ke berbagai belahan dunia.

“Kegiatan ini capacity building diikuti 120 orang yang berasal kalangan UMKM, perbankan, perusahaan pembiayaan,dan pengusaha.

Diketahui, SulutFest 2018 dihiasi dengan berbagai lomba untuk masyarakat, mulai dari fotografi, fashion show hingga creativereneur, dengan total hadiah mencapai Rp 40 juta.

Tak kalah meriah adalah workshop pengolahan kelapa dan ikan bagi yang diikuti oleh 116 pelaku UMKM. Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas pengolahan ikan dan kelapa. Karena kedua komoditas ini merupakan komoditas utama yang menjadi sumber ekspor dan pendapatan bagi masyarakat Sulut.

“Diversifikasi produk turunan kelapa dan ikan dapat menjadi lokomotif pendorong pertumbuhan ekonomi  lebih tinggi lagi,” ujarnya sembari menambahkan pada acara penutupan dilakukan sosialisasi produk oleh perbankan dan promosi destinasi wisata unggulan di Sulut oleh kabupaten/kota.(eda)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply