Manado, SULUTREVIEW
Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulut, Soekowardojo sepakat melakukan antisipasi agar menjelang Natal dan Tahun Baru nanti tidak terjadi gejolak harga bahan pokok yang dapat memicu inflasi.
Akan hal itu, Olly dan Soekowardojo mendorong agar Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dapat menjaga stabilitas harga.
Menurut Soekowardojo, Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Sulut yang diwakili Kota Manado pada Oktober 2018 tercatat sebesar 0,08% (mtm). Sedangkan inflasi tahun kalender sebesar 1,17% (ytd) dan inflasi tahunan sebesar 1,59% (yoy). Dengan demikian inflasi Sulut pada bulan Oktober 2018, baik secara bulanan dan tahunan juga lebih rendah jika dibandingkan dengan rata-rata inflasi bulan maupun tahunan Oktober dalam 5 tahun terakhir. Sedangkan tahun kalender (ytd), Sulut mencatatkan inflasi terendah dibandingkan inflasi seluruh provinsi lain di Pulau Sulawesi.
“Kita patut mengapresiasi kinerja TPID dalam pencapaian ini. Namun, kita tidak boleh lengah dan perlu terus waspada terhadap tantangan ke depan yang disertai beberapa risiko tekanan inflasi, seperti diantaranya kenaikan harga minyak dunia, kenaikan tariff jasa transportasi angkutan udara, serta kenaikan permintaan barang dan jasa menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru,” katanya pada Rapat Koordinasi High Level Meeting TPID Provinsi Sulawesi Utara, Rabu (21/11/2018).
Sejak tahun 2015 hingga tahun 2018, kata Soekowardojo, program-program kerja yang mengacu pada Roadmap pengendalian inflasi tahun 2015-2018 telah dilaksanakan secara baik.
“Kami rasa perlu untuk dilanjutkan dan dikembangkan lebih meningkatkan lagi efektivitas peran TPID dalam upaya pengendalian inflasi daerah Provinsi Sulut ke depan, seperti diantaranya Barito+ operasi pasar, sidak pasar, toko tani Indonesia center, kawasan rumah pangan kestari, dan program lainnya,” tukasnya.

Dalam rapat koordinasi High Level Meeting TPID sekaligus merancang Roadmap Pengendalian Inflasi TPID Sulut tahun 2019-2021 yang akan menjadi pedoman bagi TPID dalam menyusun program kerja pengendalian inflasi ke depan.
Pada kesempatan ini, Gubernur Sulut Olly Dondokambey yang didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Sulut Edwin Silangen membuka langsung kegiatan yang dihadiri oleh kepala-kepala dinas yang terkait.
Dalam sambutannya, Gubernur Olly mengatakan koordinasi sangat penting dalam menjaga inflasi. Disamping itu juga yang perlu diperhatikan adalah keterjangkauan harga, ketersedian pasokan, kelancaran distribusi serta komunikasi yang efektif.
“Hal itu sebagai solusi agar laju inflasi di Bumi Nyiur Melambai tetap stabil. Sebab tingkat belanja masyarakat akan mendorong perkembangan ekonomi yang ada. Untuk itu ketersediaan pasokan harus cukup sehingga tidak terjadi kelangkaan,” ujarnya sembari berharap kelancaran distribusi, yakni jalur trans Sulawesi harus bebas dari pungutan liar.
Inflasi yang ada di Sulut, kata Olly harus dijaga agar tidak tinggi persentasenya. Sebab akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi Sulut.(eda)













