MANADO, SULUTREVIEW
Seminar Nasional Sains dan Terapan (Simnas Sintai) IV yang mengusung tema ‘Optimal Decisions for Marine Tourism’ menjadi peluang untuk mempromosikan kekayaan laut Sulawesi Utara.
Betapa tidak, pada kesempatan yang dihadiri ratusan peneliti di tingkat nasional dan internasional tersebut, dibahas berbagai hal yang akan menghasilkan keputusan-keputusan optimal tentang pariwisata kelautan. Di mana Sulut sendiri menjadi pariwisata sebagai prime over.
Pada kesmepatan ini, Rektor Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) yang diwakili Wakil Rektor bidang Akademik Prof dr Jimmy Posangi MSc PhD Sp FK mengatakan perairan Sulut memiliki potensi besar sebagai daerah destinasi wisata bahari atau marine tourism dunia.
Salah satunya, adalah Taman Laut Nasional Bunaken yang merupakan taman laut dunia.

“Taman Laut Bunaken menjadi primadona bagi para penyelam dunia. Bahkan tak kalah menariknya adalah Selat Lembeh dan sekitarnya yang ternyata memiliki sekitar 50-an titik penyelaman yang menakjubkan,” katanya dalam seminar Optimal Decisions for Marine Tourism yang digelar di auditorium Unsrat, Kamis (20/9/2018).
Karenanya, Kawasan Selat Lembeh, Taman Laut Nasional Bunaken dan Perairan Likupang tengah perlu diusulkan sebagai Warisan Dunia atau Marine World Heritage Site.
Sementara itu, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Sulawesi Utara dr Jimmy JR Lampus MKes yang mewakili Gubernur Olly Dondokambey SE mengatakan Sulut sebagai daerah maritim memiliki garis pantai terpanjang di dunia. Perairan Sulut memiliki nilai strategis baik dari aspek kekayaan sumber daya alam, kemaritiman, letak geografis di tepian yang dapat dijadikan unggulan Sulut.
“Pemprov mengepakkan sektor kemaritiman sebagai leading sector. Hal itu untuk tercapainya cita-cita bangsa sebagai poros maritim dunia,” tukasnya sambil menambahkan pembangunan wilayah laut Sulut punya nilai strategis dalam mendukung keberhasilan pembangunan nasional hal tersebut ditunjukkan oleh karakteristik kegiatan yang digelar di daerah ini,” jelasnya.
Tak itu saja, Sulut yang mempunyai nilai penting bagi kedaulatan negara merupakan faktor pendorong bagi peningkatan kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat. Di mana Sulut berada di wilayah perbatasan. Sehingga pertahanan dan keamanan regional harus mendapat perhatian.
“Pembangunan ekonomi yang bersinergi dan terintegrasi, dengan membangun pusat-pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan dan pintu-pintu baru bagi kegiatan ekonomi dan perdagangan yang saling terkoneksi di kawasan Timur Indonesia, saat ini menjadi target Pemprov Sulut untuk direalisasikan melalui pembangunan KEK Pariwisata,” ujarnya sembari menambahkan dengan memacu sektor pariwisata di Likupang Minahasa Utara, maka kawasan tersebut akan dipersiapkan sebagai kawasan pariwisata terpadu dengan berbagai fasilitas hotel berbintang, resort, terminal marina, sarana dan prasarana yang mendukung pariwisata internasional.
Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unsrat, Prof Dr Benny Pinontoan MSc
mengatakan materi bahasan diharapkan akan menghasilkan keputusan-keputusan optimal tentang pariwisata kelautan seperti yang sudah dijelaskan.
“Melalui operation riset yang adalah istilah matematika, akan berhubungan dalam pengambilan keputusan. Di mana pariwisata maritim itu merupakan unggulan seluruh daerah di Indonesia. Termasuk Sulut,” katanya.

“Melalui pembahasan tersebut akan kita terapkan konsep-konsep optimalisasi,” ujarnya.
Sebelumnya menurut President Indonesian Operation and Research Association (IORA), Prof H Sudradjat Supian MSc PhD, tokoh-tokoh para ahli dalam bidang operation riset merupakan salah satu matematika terapan lanjut yang diaplikasikan dalam berbagai bidang, yakni bidang industri, pemerintahan, financial, ekonomi dan sosial politik.
“Operation riset materi tersebut untuk berbagai bidang, untuk industri, pemerintahan, LSM, politikus, bidang militer dan berbagai aspek bidang interdisiplin ilmu, yang dikembangkan di Inggris, Amerika dan Kanada,” sebutnya.
Senada, Ketua Panitia Dr Nelson Nainggolan mengatakan merupakan suatu kebanggaan FMIPA Unsrat menjadi tuan rumah menyelenggara seminar.
“Seminar ini akan dilaksanakan atas kerja sama IORA, dan melalui kegiatan tersebut para peneliti akan bertukar pengalaman penelitian riset. Bahkan peserta bisa tahu sampai di mana penerlitian terbatu yang berkembang saat ini,” tandasnya.(eda)













