web analytics

Anggota Bawaslu RI Puji Tingginya Partisipasi Pemilu 2018 di Sulut

Anggota Bawaslu RI Puji Tingginya Partisipasi Pemilu 2018 di Sulut

MANADO, SULUTREVIEW

Anggota Bawaslu RI Fritz E Siregar SH LLM PhD memberikan apresiasi atas capaian tingginya partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan Pemilu 2018.

Menurutnya, capaian tersebut adalah capaian tertinggi dibanding daerah lainnya di Indonesia. Bahkan melampaui target sebesar 75%.

“Capaian 86% ini tertinggi di Indonesia. Terima kasih untuk Sulawesi Utara. Hal ini menjawab target 75% dari rata-rata partisipasi pemilih dalam pemilihan kepala daerah di 17 provinsi. Sebesar 69% partisipasi pemilih paling rendah terjadi di Kalimantan Timur dan Riau sebesar 58%,” katanya di Seminar Nasional Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI) di ruangan CJ Rantung Kantor Gubernur Sulut, dengan tema Evaluasi Pilkada serentak 2018 dan Prospek Pemilu 2019, Jumat (14/9/2018).

Di sisi lain, Siregar menyampaikan tentang trend pelanggaran Pemilu, di mana money politik masih menjadi rekor yang tertinggi dengan 39 kasus. Diikuti kasus perusakan APK, kasus kekerasan menghalangi penyelenggara dan menghasut atau fitnah, berikut mendaftarkan calon tidak sesuai SK pusat serta pemalsuan data tindak pidana pemilihan tahun 2018.

“Berhati-hatilah karena money politik akan ditindak tegas. Memang tidak mudah mengusut money politik tetapi tetap dapat dilaksanakan. Bahkan dapat dimungkinkan adanya peradilan,” ujarnya.

Sebelumnya Kepala Badan Kesbangpol  Provinsi Sulut, Drs Meiki Onibala MSi mengatakan di 2018, Sulut telah melaksanakan pilkada di 6 daerah, Talaud, Minahasa, Minahasa Tenggara, Bolaang Mongondow Utara dan kota Kotamobagu.

“Pilkada serentak di wilayah Sulut berlangsung secara aman, sukses dengan jumlah 591,040 pemilih yang masuk dalam daftar pemilih tetap dan tersebar di 76 kecamatan/desa/ kelurahan dan 1.528 TPS dengan partisipasi yang mencapai 86%,” kata Onibala.

Selain itu, Onibala juga mendorong mahasiswa yang hadir agar tidak Golput. Hal ini sebagai tindak lanjut dari sukses pilkada yang berlangsung aman dan lancar.

“Kesuksesan yang berhasil diterapkan pada pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2018 ini harus kita bawa pada pelaksanaan Pemilu Legislatif, Pemilu Presiden dan Wakil Presiden tahun 2019. Diharapkan tingginya angka partisipasi pada pelaksanaan Pilkada tahun 2018 harus mampu menjadi standar bagi kita semua untuk membawa optimisme seluruh masyarakat Sulawesi Utara,” ujarnya.

Sementara itu, Peneliti Kepemiluan Dr Ferry D Liando yang bertindak sebagai moderator mengatakan seminar yang dilaksanakan dalam rangka memperbaiki bahkan mengkaji faktor-faktor yang menghambat serta kendala-kendala dalam Pilkada sebelumnya.

“Faktor-faktor yang menghambat itu bisa karena regulasi, apakah karena regulasi yang belum mengandung kepastian hukum, tidak multitafsir atas norma-norma yang lengkap dan tidak bertentangan antara satu dengan lainnya. Berikut partai politik, apakah sudah melakukan fungsi-fungsinya dengan baik. Terutama dalam penyelenggaraan Pilkada maupun Pemilu apakah sudah mendapatkan hak akses secara benar dan tidak terintimidasi,” tandasnya.

Turut hadir, Ketua Bawaslu Sulut Harwin Malonda SH MH, Ketua KPU Sulut Dr Ardiles Mewoh SIP MSI, mahasiswa serta undangan.(hilda)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply