Menampung Arus Wisatawan, Proyek Jalan Bandara-Likupang Digenjot

MANADO, SULUTREVIEW

Pekerjaan proyek jalan Bandara Sam Ratulangi Manado menuju Likupang sepanjang 30,1 kilometer, bakal dipercepat. Dan jika tidak ada aral melintang dalam waktu dua hingga tiga tahun ke depan sudah rampung.

Dijelaskan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Steve H A Kepel ST MSi, akses jalan bandara-Likupang memegang peranan penting bagi kelangsungan arus wisatawan.

“Jalan propinsi bandara-Likupang yang merupakan kawasan ekonomi khusus pariwisata akan kita genjot pekerjaannya. Hal ini sangat penting untuk menunjang arus wisatawan,” kata Kepel Jumat (27/7).

Salah satu upaya yang dipersiapkan, jelas Kepel adalah soal pembebasan lahan.

“Pelaksanaan pekerjaan sudah jalan, untuk saat ini yang kita pacu adalah penyelesaiannya pembebasan lahan, dengan harapan dapat secepatnya teratasi,” ujarnya.

Pelebaran jalan bandara-Likupang, sebut Kepel memiliki multiplier effect yang secara nyata akan menunjang pariwisata. Mengingat kawasan ini merupakan destinasi wisata yang paling dekat dengan bandara.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Steve H A Kepel ST MSi.

“Disamping Bunaken, Likupang adalah daerah yang kaya dengan keindahan pesisir yang sangat diminati wisatawan. Baik lokal maupun mancanegara. Apalagi dengan dibukanya flight langsung Manado-Cina. Makanya perluasan bandara Samrat-Likupang dengan sendirinya akan menampung arus wisatawan dari luar negeri,” katanya sembari menambahkan infrastruktur jalan harus cepat diatasi guna mendorong industri pariwisata.

Dengan selesainya proyek jalan bandara Samrat-Likupang, jarak yang semestinya ditempuh selama1,5 jam dapat diminimalisir menjadi 30 sampai 45 menit.

“Jarak tempuh yang lama akan mengganggu kenyamanan wisatawan. Kasihan kan mereka sudah enam jam perjalanan ditambah lagi ke Likupang selama 1,5 jam. Itulah mengapa Bapak Gubernur menyampaikan inisiatif agar waktu tempuh lebih singkat. Ini harus ada free way,” tandasnya.

Akses jalan yang semakin lancar, kata Kepel tak hanya bermanfaat bagi wisatawan tetapi juga akan dirasakan langsung oleh masyarakat yang secara ekonomi akan meningkatkan kesejahteraan.

“Harapan kami dalam proses pembebasan lahan akan disuport oleh masyarakat. Sebab manfaatnya akan dinikmati masyarakat,” imbuhnya.(hilda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *