MANADO, SULUTREVIEW
Rektor Universitas Sam Ratulangi Prof Dr Ir Ellen Joan Kumaat MSc DEA menegaskan bahwa sejak awal penerimaan bahasiswa baru (maba) dirinya menentang keras aktivitas perpeloncoan.
Menurutnya, maba sudah memiliki program edukatif yang lebih dikenal dengan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PK2MB).
“Program PK2MB dirancang dan dilaksanakan dengan mengedepankan sifat edukatif dan motivatif. Bukannya show force karena sudah bukan zamannya lagi.
Saya menentang keras jika program ini melenceng dari tujuan yang sebenarnya,” tegasnya saat membuka kegiatan Penerimaan Mahasiswa Baru 2018/2019 dalam Sidang Terbuka Senat PK2MB di lapangan Unsrat, Selasa (24/7/2018).
Lebih jauh Prof Kumaat sangat menyesalkan jika agenda PK2MB yang sejatinya untuk membentuk karakter, lantas disalahgunakan yang kemudian sengaja diciptakan untuk merusak nama besar Unsrat.

“Apalagi jika sudah disalahgunakan untuk mempertajam sentimen fakultas atau kelompok-kelompok tertentu yang secara radikal memaksakan agendanya. Sehingga hal ini akan merusak nama besar Unsrat,” tandasnya sembari menambahkan agar civitas akademika Unsrat menjunjung tinggi institusi dengan berlaku cerdas dalam tindakan, terutama di era teknologi.
“Saya ajak semua untuk menerapkan fungsi kontrol terhadap sesuatu yang disebar luaskan melalui media sosial. Kita tidak dapat membendung teknologi, tetapi kita harus cerdas dan bertanggung jawab,” ucapnya.
Sebagai mahasiswa, Prof Kumaat mengajak para maba untuk bangga karena telah memilih Unsrat.
“Kalian berada di perguruan tinggi terbesar dan tertua di Provinsi Sulawesi Utara, perguruan tinggi dengan akreditasi nasional A, bahkan tengah mempersiapkan diri menuju akreditasi internasional,” sebutnya.
Lebih jauh kata Kumaat bahwa pembentukan karakter adalah sangat penting dalam menentukan keberhasilan di masa depan.
“Seorang bijak pernah berkata bahwa “IPK tinggi hanya akan mengantarkan Anda sampai lolos wawancara kerja, namun hal yang akan menentukan keberhasilan dan prestasi selanjutnya adalah kemampuan memimpin atau leadership, serta pengembangan karakter,” tukasnya.

“Raihlah pendidikan tinggi secara utuh melalui beragam pengalaman positif, prestasi yang excellent, sekaligus berkarakter terpuji apalagi di era globalisasi ini di mana daya saing semakin dituntut. Jalankanlah tugas kalian dengan profesional dan bertanggung jawab, jagalah nama baik dan integritas almamater Unsrat. Be smart,” katanya.
Senada disampaikan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof Dr Ir Hengky Johannis Kiroh MS, PK2MB dimaksudkan untuk memberikan bekal kepada maba supaya dapat beradaptasi dengan lingkungan kampus, cinta tanah air dan masyarakat.
“Selain itu, juga mengenalkan tata kelola perguruan tinggi serta memberikan pendidikan karakter, nilai integritas, kepedulian kejujuran dan disiplin dalam kehidupan bermasyarakat. Menjalin keakraban dan jejaring, membentuk sikap dan perilaku keiklasan,” jelasnya.
Selain itu, Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof dr Jimmy Posangi MSc PhD merinci bahwa jumlah maba jenjang S1 yang tersebar di 11 fakuktas mencapai 4.834 dari jumlah peserta seleksi sebanyak 6.721 orang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 971 mahasiswa adalah program bidik misi, 3. 863 uang kuliah tunggal (UKT). Kedokteran 211 orang, Teknik 648 orang, Pertanian 465 orang, Peternakan 141 orang, Perikanan dan Ilmu Kelautan 275 orang, Ekonomi dan Bisnis 852 orang, Hukum 725 orang, Fisip 626 orang, Ilmu Budaya 300 orang, FMIPA 427 orang dan Ilmu Kesehatan Masyarakat 164 orang.
Sementara itu mewakili Gubernur Sulut, dr Grace Punuh menyampaikan agar Unsat dapat melaksanakan kegiatan penerimaan maba sesuai ketentuan.
“Kampus kiranya dapat memberikan gambaran pendidikan karakter, moral etika, kejujuran. Hindari perpeloncoan negatif dan kekerasan yang tidak mendidik. Tetapi berikan pendidikan yang konstruktif,” ujarnya.

Penerimaan maba dan PK2MB ini, dipimpin langsung oleh Ketua Senat Unsrat Manado, Prof Dr Ir Janny D Kusen.(hilda)













