Kapolres, Dandim dan Danlanal Melonguane Ajak Masyarakat Tidak Mudah Terprovokasi

Melonguane, SULUTREVIEW

Kapolres Kepulalaun Talaud,  AKBP Denny M Situmorang, bersama Dandim 1312 Talaud, Letkol (Arm) Gregorous Eka Setiawan  dan Danlanal Melonguane, Letkol (Mar) Augustinus  Purba menggelar konfrensi pers di Mapolres Kepulauan Talaud selasa (3/7/2018).

Dalam konfrensi pers ini Kapolres menjelaskan secara singkat terkait  bentrokan yang terjadi antara pengunjuk rasa dan aparat keamanan yang mengawal aksi unjuk rasa di Kantor KPUD Talaud.

Kapolres mengatakan, kronologis kejadian dimulai jam 12:00, masa awalnya berkumpul di lapangan sangkudiman, kemudian pukul 13:15 masa bergerak menuju gedung panwas Talaud, dan sampai saat itu menurutnya aksi demo masih berjalan kondusif dan tertib.

Kemudian setelah menyampaikan orasinya di gedung Panwas, massa langsung bergerak menuju gedung KPU, sekira pukul 14:30 masa diberi kesempatan untuk berbicara dengan ketua dan komisioner KPU.

Kapolres mengatakan kemungkinan ada beberapa dialog yang bertentangan, sehingga memancing amarah massa dan mulai terjadi pelemparan ke arah KPU.

Kapolres menuturkan massa juga memaksa untuk masuk ke gedung KPUD, sehingga terjadi saling dorong antara massa dengan petugas.

Tambahnya, setelah suasana mulai tidak terkendali, pihaknya terpaksa harus melakukan upaya paksa yaitu melakukan penembakan dengan peluru karet untuk mengendalikan situasi karena masa tidak mengindahkan peringatan resmi dari petugas.

Situmorang mengatakan, setelah kejadian pihaknya langsung melakukan olah TKP dan mengamankan barang bukti yaitu beberapa pecahan batu, satu buah pisau dapur, tiga botol minuman energi yang berisi bensin beserta sumbunya, beberapa bilah kayu, beberapa botol miras dan pecahan kaca dari gedung KPUD.

Untuk kerusakan, katanya selain kaca-kaca jendela kantor KPUD yang pecah ada juga dua unit mobil yang terparkir di halam kantor KPUD Talaud

Lanjutnya saat yang sama pihaknya langsung mengamankan beberapa orang yang diindikasikan sebagi provokator dan langsung digiring ke Mapolres Talaud.

Untuk menjaga agar situasi Talaud tetap aman, Kapolres meminta kepada seluruh masyarakat agar tidak mudah terpancing dan terhasut oleh hal-hal yang bersifat provokatif

“Kami menghimbau suadara-saudara ku di Kabupaten Talaud ini, untuk menyikapi lebih arif dan bijaksana perkembangan situasi kita saat ini, jangan mudah terpancing emosi. Jangan mudah terhasut oleh ujaran-ujaran kebencian baik secara visual maupun yang tertera pada media-media sosial,” tukasnya.

“Harap berkonsultasi kepada kami apabila menemukan ujaran-ujaran kebencian di media sosial,” ujar Kapolres.

Hal senada juga di sampaikan oleh Dandim 1312 Talaud, Letkol (Arm) Gregorius Eka Setiawan, bahwa Talaud selalu mengedepankan hubungan kasih sesama manusia, masyarakat sering beribadah bersama-sama dan melakukan aktivitas sosial sama-sama.

“Karena itu hubungan kasih antar sesama manusia ini jangan terciderai dengan adanya upaya-upaya provokasi apapun bentiknya oleh kerena itu, tetap utamakan langkah-langkah hukum, tetap mengutamakan hubungan kasih antar sesama manusia dalam menjalin komunikasi dan menyampaikan aspirasi,” ajak Dandim kepada seluruh masyarakat.

Sementara itu,dua pimpinan lainya, pemegang tongkat kepemimpinan TNI-AL di Kabupaten Talaud Ketkol (Mar) Augustinus Purba juga mengatakan bahwa Talaud merupakan daerah yang indah dan banyak berita yang baik tentang Talaud yang beredar di luar, untuk itu Danlanal meminta agar masyarakat tidak mudah terprovokasi dan tetap mengendalikan diri agar situasi tetap aman dan kondusif

“Jangan mudah terprovakasi oleh pihak-pihak yang ingin menciderai atau membuat jelek berita tentang Talaud,” Imbau Danlanal.(fanly)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *