ICSB Sulut Dorong Pelaku UMKM Miliki Jiwa Entrepreneur

Manado, SULUTREVIEW

Puncak peringatan Hari Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang dipusatkan di Manado Town Square (Mantos), diharapkan menjadi tonggak bangkitnya pelaku usaha profesional yang memiliki jiwa entrepreneurship.

Menurut Direktur International Council for Small Business (ICSB)  Provinsi Sulut, yang juga Direktur Utama Bank SulutGo, Jeffry AM Dendeng, Hari UMKM Internasional yang baru pertama kalinya dilaksanakan tersebut mampu mencetak dan mengantarkan pelaku UMKM yang memiliki daya saing. Hal itu sejalan dengan tema ‘Humane Entrepreneurship for Better Indonesia’.

“Tujuannya agar pelaku usaha yang ada di Sulut memiliki konsep dasar kewirausahaan yang mengedepankan nilai-nilai manusia yang berdaya saing, profesional, produktif dan memiliki jiwa entrepreneur yang tinggi,” ungkapnya saat tampil sebagai keynote speaker di atrium Mantos, Rabu (27/6/2018).

Kegiatan yang melibatkan 23 pelaku UMKM yang ada di Sulut tersebut, Dendeng kembali mengatakan bahwa, melalui Hari UMKM Internasional ke depannya semakin memacu semangat pelaku usaha untuk lebih bergairah. Mengingat UMKM merupakan sumber pertumbuhan ekonomi daerah.

“Peringatan hari UMKM ini baru pertama kalinya kita laksanakan. Semoga di tahun berikut akan lebih kita tingkatkan. Mengingat peran UMKM sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi di Sulut,” tandasnya sembari menambahkan bahwa UMKM mampu mengatasi krisis ekonomi.

“Meski mengalami krisis ekonomi namun sektor UMKM tetap ekesis dan berperan pada pembangunan di Indonesia,” sebut Dendeng.

Lanjut kata Dendeng, ICSB akan berupaya mendorong UMKM sehingga perannya semakin diperhitungkan.

“Kami dari ICSB akan berupaya meningkatkan pertumbuhan UMKM di dunia termasuk Manado. Dan pada kesempatan ini, UMKM kami ajak untuk berkonitmen demi memajukan UMKM dengan undang-undang kewirausahaan sehingga tercipta usaha yang berkesinambungan,” tukasnya.

Sementara itu, mewakili Gubernur Sulut, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulut, Ir Happy Korah MSi mengatakan bahwa sampai sejauh ini, ada 70 ribu UMKM.

“Namun jumlah UMKM ini mengalami naik turun, datang hilang terutama yang mikro. Tetapi yang level ke atas sudah semakin eksis,” tukasnya.

Menyikapi hal itu, Diskop dan UMKM Provinsi Sulut berupaya maksimal untuk mengedukasi melalui pendidikan dan pelatihan maupun bimbingan teknis (bimtek). “Melalui bimtek agar UMKM semakin berkualitas dengan SDM terampil,” jelasnya.

Disampaikan Korah, pemprov tak mengandalkan bantuan yang bersifat hibah. Tetapi lebih pada peningkatan fasilitas pemberian yang memudahkan pelaku usaha sebagai fasilitas mikro kecil.

“Kami juga berharap perbankan dapat melihat kondisi UMKM yang ada di daerah ini dengan memberikan pinjaman,” harapnya.

Ditambahkan City Koordinator ICSB
Ivanry Matu, dalam keterangannya peringatan Hari UMKM Internasional dilaksanakan di Manado, Jakarta, Aceh dan Yogyakarta.

Pesannya, di momen hari istimewa ini, pelaku usaha di Sulut memiliki kualitas handal dan berdaya saing.

“Kegiatan ini diharapkan tidak berlalu begitu saja. Tetapi menjadi awal untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi lebih baik lagi.(hilda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *