Sebelum Menikah Persiapkan Langkah Ini

Sebelum Menikah Persiapkan Langkah Ini

SULUTREVIEW Aset dan modal pernikahan itu bukan hanya sekedar berbicara saling mencintai antara satu dengan lainnya. Sebab pernikahan adalah bertemunya dua pribadi yang mengambil keputusan dan berkomitmen untuk saling menghargai, menghormati dan melengkapi kekurangan masing-masing sampai maut yang memisahkan.

Karena itu bagi Anda yang belum menikah atau sedang mempersiapkan diri untuk menikah, sebaiknya siapkan mental dan pahami. Sebab pernikahan adalah ‘jebakan’ dalam artian ketika Anda ada dalam ikatan pernikahan Anda tidak akan bisa lagi untuk keluar dengan alasan tak cocok lagi, apalagi bosan. Sebab pernikahan adalah sakral.

Berikut sejumlah poin penting yang harus disiapkan sebelum melangkah ke jenjang pernikahan. Bagaimana menciptakan surga di dalam rumah tangga. Bukannya rumah duka karena setiap hari harus berurai air mata.

1. Pernikahan adalah fakta bukan fantasi bak negeri dongeng

Pernikahan adalah perjalanan panjang dalam sebuah pernikahan. Anda akan bertemu setiap hari dengan orang yang sama. Anda akan diperhadapkan dengan berbagai kekurangan pasangan yang selama ini tidak nampak dalam tahapan pacaran. Di mana semuanya nampak indah dan begitu menikah lantas endingnya adalah bahagia. Faktanya, dalam  pernikahan akan ada masa Anda mengalami kekecewaan, ada pahit dan getir ketika harapan tidak sesuai dengan ekspektasi.

2.  Pernikahan bukan semata tentang cinta

Indahnya ucapan saling mencintai di masa pacaran, harusnya tetap dapat dipertahankan dalam pernikahan. Tetapi apakah itu cukup, tentu saja tidak. Sebab, landasan pernikahan bukan hanya cinta saja. Sebab, seiring berjalannya waktu indahnya kata cinta akan mudah hilang. Lantas apa yang dapat mempertahankan pernikahan adalah komitmen yang dibangun. Hidupi pernikahan dengan landasan saling melengkapi, menghormati dan  menghargai pasangan Anda.

3. Pernikahan bukan tempat pelarian

Ketika belum menikah, sementara bilangan umur terus bertambah tak sedikit orang yang bertanya kapan menikah. Jangan jadikan hal ini sebagai pijakan untuk buru-buru menikah. Sebab menikah bukan tempat pelarian apalagi sebagai usaha coba-coba. Pernikahan adalah sebuah keputusan yang di dalamnya ada tanggung jawab.

4. Pernikahan harus dibarengi dengan kemampuan ekonomi

Tanpa diimbangi dengan kemampuan ekonomi, maka kecil kemungkinannya keluarga dapat bertahan. Karenanya sebelum menikah sebaiknya Anda haruslah sudah bekerja. Dengan demikian kebutuhan rumah tangga pasca menikah tidak menjadi beban orang lain. Dan anak-anak yang yang hadir dalam sebuah pernikahan tidak terabaikan.

5. Pernikahan harus mengesampingkan egoisme

Dua pribadi yang dipertemukan dalam pernikahan, dapat dipastikan akan membawa kebiasaan yang berbeda. Dan untuk menyatukan perbedaan tidaklah mudah. Sebab, bagi pria lebih mengedepankan hal yang rasional, praktis dan realistis. Sedangkan wanita sebaliknya lebih emosional dan cenderung kurang realistis. Nah, untuk selaras dan sepadan, maka setiap pasangan harus berani untuk mengesampingkan egonya. Tekankan bahwa kekurangan pasangan adalah kelebihan Anda. Demikian sebaliknya, kekurangan Anda adalah kelebihan pasangan. Karena menikah tidak untuk menjadi sama tetapi bagaimana menjadi satu untuk saling melengkapi.

6. Pernikahan adalah tentang kedewasaan

Dewasa bukan soal fisik dan umur tetapi juga psikis yang mampu menerima pasangan apa adanya. Bukan ada apanya. Dengan demikian, ketika dalam pernikahan menghadapi masalah maka masing-masing sudah memiliki ketahanan mental untuk mengatasinya dengan penuh tanggung jawab.

7. Pernikahan awal dari perjuangan cinta

Pernikahan adalah awal dari perjalanan cinta. Bukan sekedar mengumpulkan pengalaman. Namun bentuk pembuktian dan tanggung jawab serta komitmen. Tidak lagi tentang perbedaan yang dikedepankan tetapi bagaimana saling membahagiakan dengan keterbatasan dan kekurangan masing-masing. Menyelaraskan perbedaan tanpa harus menghakimi satu dengan lainnya.

8. Pernikahan adalah  wujud kesetiaan

Tujuan pernikahan adalah untuk membangun rumah tangga bahagia dan harmonis. Karena itu setiap pasangan wajib menjunjung tinggi dan menghormati pasangannya. Hal ini penting, sebab kurangnya pemahaman akan merusakkan kesetiaan. Kesetiaan dalam pernikahan itu akan menghasilkan kepercayaan dan dukungan antara satu dengan lainnya.

Setelah memahaminya, barulah Anda dan pasangan mengambil keputusan untuk menikah. Masuklah dalam pernikahan dan siap untuk melewati proses yang ada dengan komitmen teguh tanpa saling menyakiti. Beri ruang untuk saling berbagi dalam komunikasi.(ist/*)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply