Program Sastrawan Masuk Sekolah Digulir di Talaud

Melonguane, SULUTREVIEW –  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, menggelar kegiatan Sastrawan Masuk Sekolah di Kabupaten Kepulauan Talaud, kegiatan ini dilaksanakan di aula BKPSDM, Jumat (20/4/2018).

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pusat Pembinaan, Badan Pengembangan dan Pembinaan  Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Dalam kegiatan ini hadir lima pemberi materi yaitu Kepala Pusat Pembinaan, Prof Dr Gufran Ali Ibrahim MS yang adalah Kasubbid Tenaga Kebahasaan Retno Utami, MHum, Kepala Balai Bahasa Sulawesi Utara, Supriyanto Widodo, MHum, Sastrawan Hasan Aspahani, dan Sastrawan Sovian Lawendatu.

Kepala Pusat Pembinaan memberikan materi terkait Upaya Peningkatan Apresiasi Sastra oleh Pusat Pembinaan. Dalam paparannya beliau mengatakan bahwa banyak orang yang tahu menulis, tetapi tidak semua tahu menulis karya sastra.

“Banyak orang bisa menulis dan membaca. Tetapi tidak semua tahu menulis karya sastra. Bukan menulis seperti di WA. Tetapi bagaimana cara  menulis cerpen, puisi, dan lain -lain,” ujar Widodo.

Lanjutnya, saat ini  saya memprovokasi anda semua untuk bagaimana bisa menulis. Orang yang kurang membaca tentunya juga sukar menjadi penulis.

Menurutnya pengamatan, pengalaman dan akal sehat akan membantu dalam mengolah dan menata tulisan

“Sebagai penulis harus tajam dalam pengamatan dengan membuat perspektif, jaga akal sehat, dan asah nalar. Pengalaman juga harus diperluas dan cerdik menata  tulisan,” ujarnya.

Adapun beberapa materi yang diberikan diantaranya: Khazanah Sastra di Sulawesi Utara, Karya Sastra dan Ekspresi Diri bagi Guru, Program Gerakan Sastra Balai Bahasa Sulut, serta Proses Kreatif dalam Berkarya Sastra bagi Guru.

Kadis Dikpora Kepulauan Talaud, Drs Adrianson Taarega pada  kesempatan tersebut didaulat menjadi salah seorang narasumber dengan judul materi Program Peningkatan Apresiasi Sastra di Disdik Kabupaten Talaud.

Taarega berharap dengan adanya kegiatan seperti ini dapat dampak positif dan memberikan rangsangan kepada guru dan siswa untuk lebih mengenal dunia sastra.

“Semoga kegiatan ini dapat memacu dan memberikan kontribusi positif serta merangsang guru dan siswa untuk tahu menulis dan bagaimana menjadi sastrawan. Pemda sangat mengapresiasi giat yang digelar hari ini,” kata Taarega.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 100 orang guru yang berasal dari satuan pendidikan tingkat SD, SMP hingga SMA/SMK di Talaud. Rencananya kegiatan ini akan berlangsung sampai Sabtu (21/4) dengan peserta Siswa-Siswi SD, SMP, SMA/SMK.(fanly)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.