Ketua LPS : Turis Cina Pertanda Positif Bagi Sulut

Manado, SULUTREVIEW – Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Halim Alamsyah mengatakan kunjungan turis Cina ke Sulawesi Utara (Sulut) yang jumlahnya terus meningkat adalah pertanda baik.

Dalam artian, Sulut bakal menjadi daerah yang mengalami pertumbuhan ekonomi yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

“Destinasi wisata yang ada di Sulut menjadi daya tarik turis Cina untuk datang. Ini positif dan harus terus dikembangkan. Terutama di tengah gempuran ekonomi yang belum stabil,” kata Halim pada Penandatanganan Nota Kesepahaman antara LPS dan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado yang dibarengi dengan kuliah umum mengenai peran dan fungsi LPS di aula Fakultas Ekonomi Unsrat, Kamis (1/2/2018).

Lanjut katanya, perekonomian global dewasa ini, penuh dengan ketidakpastian, sangat rentan dan kompleks. Karenanya sebagai ekonom harus peka menyikapinya.
Terutama berkaitan dengan relaksasi kebijakan moneter.

“Kita lihat secara global, ekonomi mengalami ketidakpastian. Tetapi kita harus optimis bahwa tahun ini hingga tahun depan, ekonomi akan membaik kendati banyak tantangan yang harus kita hadapi,” sebut Halim sembari menambahkan bahwa guncangan ekonomi harus disikapi dengan persiapan. Antara lain dengan mendorong pertumbuhan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

“UMKM adalah ujung tombak perekonomian yang tahan terhadap gempuran. Hal inj harus terus didorong agar masyarakat mampu menciptakan peluang-peluang baru. Khususnya di era kemajuan pariwisata dewasa ini,” tukasnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Sam Ratulangi Prof Dr Ir Ellen J Kumaat M.Sc DEA memberikan apresiasi atas kunjungan tim LPS. Yang diharapkan menjadi kesempatan bagi Unsrat untuk menempatkan lulusan terbaiknya di LPS.

“Mahasiswa harusnya merasa bangga dengan dilaksanakannya kuliah umum ini, Mudah-mudahan mahasiswa lulusan Fakultas Ekonomi dan Bisnis bisa ikut bergabung di LPS,” tukasnya.(hilda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *