Dinas Pariwisata Edukasi Pelaku Usaha Hiburan tentang Bahaya HIV/AIDS

0
343

Manado, SULUT REVIEW – Pesatnya perkembangan dan kemajuan Kota Manado saat ini, membuat banyak orang datang dengan berbagai alasan, seperti kunjungan wisata maupun keperluan bisnis.

Menyikapi kondisi ersebut Dinas Pariwisata Kota Manado menjawabnya dengab menggelar rapat kemitraan bersama pelaku usaha kegiatan hiburan dan rekreasi yang meliputi arena permainan, hiburan malam, rumah pijat, karaoke, serta SPA.

Salah satu pembahasan yang dibicarakan adalah pencegahan dan penanggulangan penyakit menular HIV/AIDS. Kegiatan ini berlangsung di gedung serba guna Pemkot Mando.

Joni S Wuisan selaku Pengelola sekertariat Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kota Manado mengatakan, bahwa Kota Manado merupakan tempat transit tujuan wisata. Apalagi di kota ini terdapat banyak tempat hiburan dan rekreasi yang tidak menutup kemungkinan terjadi transaksi seks yang berisiko.

“Maka dari itu lewat dari pertemuan yang diadakan oleh Dinas pariwisata ini diharapkan peserta yang adalah pelaku usaha hiburan dikota Manado dapat memahami penanggulangan HIV/AIDS,” katanya Senin (27/11/2017).

Lanjut katanya, penderita penyakit berbahaya ini dari waktu ke waktu terus meningkat. Sebab itu pendekatan yang dilakukan adalah pencegahan HIV/AIDS melalui tranfusi seksual.

Pengelola Sekertariat Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kota Manado, Joni S Wuisan

Pesan khusus dari Wuisan, kepada pelaku hiburan, untuk tidak terkena penyakit berbaya ini adalah tidak melalukan hubungan seks bebas.

“Bila ingin melakukan hubungan seks sebaiknya menikah, dan setelah menikah sebaiknya setia kepada pasangan. Namun, tidak semua orang dapat melakukan ini sehingga pencegahan dilakukan dengan menggunakan kondom. Dan kondom ini juga untuk pencegah infeksi dan kehamilan. Disamping itu tidak menggunakan narkoba adalah tindakan yang baik untuk tidak terinfeksi HIV/AIDS,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Industri Pariwisata, Hesdie Korompis mengajak pelaku usaha hiburan untuk fokus pada upaya perbaikan layanan. Tanpa harus terlibat pada keinginan maupun trend life style yang merugikan. Karena terjebak pada perlaku buruk.(axel)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here