BPJS Ketenagakerjaan Sulut Sasar Generasi Milenial Unsrat

0
398

Manado, SULUTREVIEW – Deputi Direktur Wilayah Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Sulawesi Maluku (Sulama), Sudirman Simamora SH MH, mengedukasi mahasiswa Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) akan pentingnya jaminan sosial sejak dini.

Melalui program goes to campus atau yang lehih populer dengan sebutan ’40 Menit Mengajar’ tersebut, Simamora berharap dapat menyasar generasi milenial.

“Sebagai generasi milenial, mereka akan mengenalkan manfaat program BPJS Ketenagakerjaan kepada siapa saja. Bahkan dapat menyebarkannya sehingga viral di media sosial. Hal ini akan berdampak positif untuk membangun dan mengentaskan kemiskinan. Lebih dari itu adalah kesejahteraan masyarakat,” ungkap Simamora di aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Senin (28/11/2017).

Mahasiswa yang telah mendapatkan edukasi, menurut Simamora, akan meneruskan informasi yang diterimanya. Bahkan nantinya, ketika mereka memasuki dunia kerja mengetahui manfaatnya. “BPJS telah menjadi kebutuhan. Jika tidak ikut maka risikonya akan mengancam diri sendiri. Hal inilah yang perlu disampaikan,” tukasnya sembari menambahkan bahwa.BPJS Ketenagakerjaan memberikan perlindungan kepada tenaga kerja.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan akan memberikan pemahaman kepada para mahasiswa. Dengan demikian setelah lulus dan masuk dalam dunia kerja, apakah sebagai pelaku usaha maupun pekerja profesional, mereka terlindungi oleh program BPJS Ketenagakerjaan,” jelas Simamora.

Menariknya pada kesempatam yamg sama, Simamora, memberikan apresiasi kepada Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sulut, Asri Basir yang dinilai sukses menggulir program diakonia. Di mana setiap pejabat menanggung lima orang jiwa untuk diikutsertakan dalam BPJS Ketenagakerjaan.

“Program diakonia adalah program.mulia, yang akan mendorong pertumbuhan BPJS Ketenagakerjaan. Kalau sebelumnya di tataran pejabat di Pemprov Sulut, maka hal yang sama dapat diterapkan di Unsrat. Mulai dari rektor, hingga ke dekan dan dosen ” tukasnya.

Diketahui, Simamora secara rinci menjelaskan tentang manfaat Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP), dan Jaminan Kematian (JKM) hingga Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK).

“Semua peserta yang ikut program BPJS Ketenagakerjaan akan mendapatkan benefit. Salah satunya, kredit perumahan. Tetapi dengan catatan minimal 1 tahun jadi peserta, yang selanjutnya mendapat rekomendasi perbankan. Bahkan tidak memiliki pinjaman yang banyak,” sebutnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi dam Bisnis (FEB) Unsrat, Dr Herman Karamoy menyambut baik program BPJS Ketenagakerjaan. “Program ini sangat baik untuk ditindaklanjuti. Mengingat di Unsrat terdapat 700 an tenaga honorer. Sedangkan di FEB Unsrat terdapat 70 orang honorer,’ tanadasnya.(hilda)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here