Mitra, Sulutreview – Ikatan Pelajar Pemuda Mahasiswa Minahasa Tenggara (IPPMA MITRA) melaksanakan audiensi dengan Ketua DPRD Kabupaten Minahasa Tenggara, Chris Rumansi, S.P., M.Si., pada Kamis, 15 Oktober 2026, bertempat di ruang kerja Ketua DPRD di Ratahan.
Dalam audiensi tersebut, IPPMA MITRA membahas sejumlah isu strategis terkait pembangunan daerah. Salah satu agenda yang menjadi perhatian utama ialah mendorong pembentukan Peraturan Daerah (Perda) tentang beasiswa pendidikan bagi masyarakat Minahasa Tenggara, khususnya bagi generasi muda yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
IPPMA MITRA menilai kebijakan beasiswa perlu diperkuat melalui regulasi yang jelas agar akses pendidikan tinggi semakin terbuka, terutama bagi masyarakat yang menghadapi keterbatasan ekonomi. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus memperluas kesempatan generasi muda dalam memperoleh pendidikan yang layak.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Minahasa Tenggara yang menjadi rujukan dalam pembahasan tersebut, masyarakat dengan pendidikan terakhir SMA/SMK/sederajat mencapai sekitar 35 persen, sedangkan lulusan perguruan tinggi pada jenjang diploma dan sarjana sekitar 10 persen. Kondisi ini menjadi salah satu alasan perlunya perhatian lebih terhadap keberlanjutan pendidikan masyarakat ke jenjang yang lebih tinggi.
“Saya menyambut baik gagasan IPPMA MITRA terkait Perda beasiswa, karena kemajuan suatu daerah sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya, dan pendidikan merupakan amanat konstitusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,”, ujar Ketua DPRD, Chris Rumansi.
Rumansi turut mengapresiasi keterlibatan IPPMA MITRA dalam menyampaikan gagasan dan mendiskusikan persoalan pembangunan daerah. Ia berharap organisasi kepemudaan tersebut terus berpartisipasi melalui ide dan pemikiran konstruktif serta ikut mengawal proses realisasi Perda tentang beasiswa agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Minahasa Tenggara.
Ketua IPPMA MITRA, Julio Antou, menyampaikan harapannya agar komunikasi antara DPRD dan masyarakat, khususnya kalangan pemuda, terus terjalin dengan baik. Menurutnya, ruang dialog yang terbuka menjadi fondasi penting dalam membangun kolaborasi untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan mendorong kemajuan daerah.
“Harapan kami, komunikasi antara DPRD dan pemuda terus berjalan dengan baik. Kami ingin gagasan yang disampaikan dapat ditindaklanjuti melalui kebijakan konkret, termasuk Perda tentang beasiswa, sehingga semakin banyak anak muda Minahasa Tenggara yang memperoleh kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi,” tutup Julio.
IPPMA MITRA berharap audiensi ini menjadi langkah awal bagi terbangunnya sinergi antara lembaga legislatif dan organisasi kepemudaan dalam memperjuangkan akses pendidikan yang lebih merata. Ke depan, IPPMA MITRA menyatakan siap memberikan masukan dan mengawal proses pembentukan regulasi tersebut agar kebijakan beasiswa memiliki dasar hukum yang kuat, mekanisme yang transparan, serta sasaran penerima yang tepat.
(James)






