Bitung, Sulutreview.com– Direktur Perumda Dua Sudara Kota Bitung Sulawesi Utara (Sulut) Sir Alfred Salindeho SE MM terus melakukan monitor lapangan untuk memastikan agar distribusi air bersih bisa normal meski ditengah cuaca yang masih panas berkepanjangan.
Akan tetapi saat melakukan turun lapangan pada Kamis (15/10/2026) di wilayah Tol Kilometer 31 Bitung. Didapati ada pipa central milik Perumda Air Minum mengalami kebocoran.
Seketika pihaknya langsung menurunkan tim Unit Reaksi Cepat (URC) dalam melakukan perbaikan Pipa yang mengalami kebocoran tersebut.
Untuk itu Sir Ape sapaan akrabnya memohon maaf atas kejadian ini, khususnya pelanggan air bersih Perumda karena ada puluhan wilayah yang terdampak akan kebocoran pipa ini.
Dari informasi yang didapat dari Manager Tehnik Joutje Sumampouw SAB mengatakan bahwa akibat kebocoran pipa ini, ada puluhan wilayah yang terdampak yaitu.
dampak kebocoran pada zona 2 mencakup sejumlah kawasan, antara lain sebagian Candi Manangis, Candi Tatawa, Makalehi Erpak, Lorong Satal Atas, Kampung Parah Tanah Gusur, Lapangan Tembak, dan Perumahan Greenvile.
Gangguan juga dilaporkan berpotensi dirasakan pelanggan di Kompleks SMP 12 bagian atas, Kusu-Kusu Erpak bagian atas, Kampus STBM, kawasan Ibu Surih, Perumahan Pengungsi, serta kawasan Bhayangkara ABCD.
Sementara itu, gangguan pelayanan pada zona 3 dan 4 mencakup sejumlah kawasan permukiman, fasilitas pemerintahan, serta lingkungan masyarakat lainnya.
Wilayah yang masuk dalam daftar pemantauan antara lain Rumah Dinas Wali Kota, Rumah Dinas DPRD, Perumahan Pemda, Nafiri, Kolombo Nafiri, Kolombo Aspal, Kolombo Kampis, Kolombo Vietnam, Kolombo Kamiri, dan Kolombo Perjuangan.
Dampak pelayanan juga mencakup kawasan Balai Latihan Kerja (BLK), kompleks belakang Masjid Syuhada, kompleks Gereja Zaitun, kompleks rumah dinas PDAM, Lorong 8 Madidir, Blakang Kodim, Kompleks Mawumalondo, Puncak Indah, serta kompleks bekas Puskesmas Paceda.
Selain itu, daftar wilayah terdampak meliputi Kompleks Metal Paceda, kompleks belakang kantor lurah Paceda, Paceda Lorong Satu, kompleks Tower Paceda, kompleks kubur Paceda, kompleks belakang Bonansa, dan kompleks bak 22 Paceda.
Kawasan lain yang turut masuk dalam pemantauan adalah kompleks kubur Wangurer Utara, kompleks belakang Rumah Sakit Bitung Tengah, Kakenturan Satu, Kakenturan Dua, Pardo, Nabati, Empang, Kampung Unyil Pateten, Perumahan San Paolo, serta kompleks bak Kakenturan Kampung Baru.
Luasnya daftar kawasan tersebut menunjukkan pentingnya percepatan penanganan kebocoran dan pemulihan distribusi air.(zet)






