Pertamina BERKAH, Ketika Energi dan Kepedulian Menyatu di Sudut Tallo

Makassar, Sulutreview.com — Di sudut Kecamatan Tallo, suara tawa dan derap langkah kaki riang terdengar riuh dari balik pintu Yayasan Al Aqza.

Hari itu, Jumat (15/5/2026), menjadi hari yang istimewa bagi sekitar 50 anak yatim, piatu, dan yatim piatu binaan panti tersebut. Kehadiran para Perwira PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi membawa kehangatan lewat program Pertamina BERKAH (Bersama Berbagi Kebahagiaan).

​Bagi Pertamina Patra Niaga, menyalurkan energi tak hanya soal memastikan pasokan BBM dan LPG tetap terjaga. Di lingkungan ring 1 operasionalnya, perusahaan juga berikhtiar menyalurkan “energi kebaikan” yang berdampak langsung pada tatanan sosial masyarakat.

​Ketua Yayasan Al Aqza, Rusdi, tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya. Ia menyebut dukungan dari Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi ini ibarat napas baru bagi eksistensi yayasan dan masa depan anak-anak di sana.

​”Bantuan ini sangat bermanfaat untuk keberlangsungan dan eksistensi yayasan kami, khususnya dalam pembinaan sekitar 50 anak yatim dan piatu. Bantuan ini sangat membantu untuk keberlanjutan pendidikan anak-anak kami,” ungkap Rusdi penuh haru.

​Program Pertamina BERKAH ini dirancang bukan sekadar sebagai aksi karitatif sesaat, melainkan bentuk kolaborasi nyata antara manajemen dan pekerja (Perwira) Pertamina Group untuk hadir di tengah masyarakat.

​Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan
langkah ini juga menjadi wujud nyata komitmen perusahaan terhadap Sustainable Development Goals (SDGs),
khususnya dalam mengikis kemiskinan, mendukung kehidupan sehat, menjamin pendidikan berkualitas, serta mengurangi kesenjangan sosial.

​”Pertamina ingin terus hadir melalui kegiatan sosial yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Melalui Pertamina BERKAH, kami berharap semangat kebersamaan dan nilai kebermanfaatan dapat terus tumbuh bersama masyarakat di sekitar wilayah operasional kami,” tutur Lilik.

​Di balik riuk operasional energi nasional, ada asa anak-anak Tallo yang kini kian mantap untuk terus bersekolah dan meraih cita-cita.(hilda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *