Wabup Fredy Tuda Resmikan Gedung dan Lonceng Baru, GMIM Yosua Mundung Satu Rayakan HUT ke-4

Wabup Fredy Tuda Resmikan Gedung dan Lonceng Baru, GMIM Yosua Mundung Satu Rayakan HUT ke-4

Mitra, Sulutreview – Wakil Bupati Minahasa Tenggara, Fredy Tuda, yang mewakili Bupati, menghadiri Ibadah Syukur Hari Ulang Tahun ke-4 Jemaat GMIM Yosua Mundung Satu, Wilayah Tombatu Timur, pada hari Senin (23/2). Dalam kesempatan tersebut, Ia meresmikan Gedung Gereja dan Lonceng Gereja yang baru.

Ibadah syukur sekaligus pentahbisan dipimpin oleh Wakil Sekretaris Koordinasi Program antar Komisi Pelayanan Kategorial dan Lansia BPMS GMIM, Pdt. Jefry Saisab, S.Th, M.Si. Turut hadir mendampingi antara lain Ketua BPMW Tombatu Timur Pdt. Orda Sondakh, M.Th, Camat Tombatu Timur Rommy Mewengkang, SE, serta seluruh pengurus BPMJ, Pelayan Khusus, dan jemaat setempat.

Dalam sambutan tertulis Bupati yang dibacakannya, Wabup menyampaikan apresiasi tinggi kepada pimpinan gereja dan seluruh jemaat atas kerja keras serta gotong royong dalam menyelesaikan pembangunan gedung gereja yang representatif.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara, saya mengucapkan selamat. Pembangunan ini adalah bukti kerja keras dan pergumulan panjang jemaat. Semoga gedung yang megah ini menjadi tempat kudus untuk bersekutu, bersaksi, dan melayani, serta memberi manfaat besar bagi masyarakat sekitar,” ucapnya.

Terkait perayaan HUT ke-4, Wabup menekankan bahwa meskipun usia jemaat masih muda, GMIM Yosua Mundung Satu telah menunjukkan peran krusial dalam membangun nilai moral dan etika di tengah masyarakat. Ia berharap jemaat terus menjaga kualitas iman dan merawat fisik bangunan yang telah dibangun dengan susah payah.

“Di usia 4 tahun ini, gereja telah melewati berbagai dinamika. Namun, dengan doa dan ketekunan, jemaat tetap berdiri teguh. Saya mengajak seluruh warga jemaat untuk terus berjalan bersama pemerintah, menopang program pembangunan melalui doa dan dukungan nyata demi mewujudkan Minahasa Tenggara yang semakin maju dan sejahtera,” pungkasnya.

Acara ditutup dengan penandatanganan prasasti dan pembunyian lonceng gereja sebagai simbol resmi dimulainya penggunaan gedung baru.

(James)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *