Proyek DAK Laboratorium Dinkes Bitung 12.7 Miliar, Akhirnya Bermuara di Rapat DPRD

Bitung, Sulutreview.com– Hingar bingar adanya salah satu proyek Dana Alokasi Khusus (DAK) di Dinas Kesehatan yaitu Pembanguan Laboratorium yang berada di Kelurahan Paceda Madidir yang sempat menjadi pembicaraan kalangan aktivis di Kota Bitung. Akhirnya berujung ke Rapat Kerja Komisi 1 dan III di Kantor DPRD Bitung.

Rapat kerja ini menyangkut fungsi pengawasan DPRD Bitung dalam hal pekerjaan belanja pembangunan baru laboratorium di Dinas Kesehatan dengan penggunaan dana DAK senilai Rp 12.723.244.247 digelar pada Senin (08/12/2025) yang dipimpin oleh Ketua DPRD Vivi Ganap, Ahmad Syarifudin Illa, didampingi Cherry Mamesah, Rafika Papente, Aby Sigarlaki, Imran Lakodi, Yanny Ponengoh, Franky Julianto, Maikel Welewangko dan Hengky Tumangkeng.

Alasan kuat pihak DPRD melakukan rapat kerja ini, mengingat proyek DAK ini tinggal beberapa lagi berakhir masa kerjanya sementara realisasi pengerjaannya belum mencapai 100 persen.

Hadir juga pihak eksekutif yaitu Kadis Kesehatan dr Pitter Lumingkewas M.Kes dan Kabag Pengadaan Barang dan Jasa Fredrik Karinda ST serta pihak kontraktor pelaksana pembangunan Lab Dinkes yaitu CV Gianvic Star yaitu dengan direkturnya Mike Lahope.

Vivi mengatakan, bahwa rapat kerja bersama pihak terkait ini sangat penting karena proyek pembangunan laboratorium kesehatan masyarakat, merupakan salah satu program strategis di sektor kesehatan, yang bertujuan memperkuat layanan pemeriksaan dan pengujian kesehatan bagi masyarakat Kota Bitung.

“Melalui rapat ini, DPRD ingin memastikan bahwa pelaksanaan proyek berjalan sesuai regulasi, tepat waktu, serta tepat sasaran,” tegasnya.

Salah satu anggota DPRD Yanny Ponengo menanyakan proses tender yang sampai gagal 2 kali sehingga pelaksanaan pengerjaan ini bisa berlarut-larut dimana ia masih merasa janggal dengan proses mekanisme tender tersebut yang endingnya berakhir pada Penunjukan Langsung (PL).

Sementara itu Achmad Syarifudin Illa menanyakan perencanaan dari Dinas terkait proyek sebesar ini kemudian jangka waktu pengerjaannya hanya sekira 4 bulan, karena jika ini gagal dapat menjadi catatan serius oleh pihak pusat.

Senada dikatakan Rafika dan Cherry me-warning kepada Dinas Kesehatan agar jangan bermain-main dengan anggaran. Karena dananya sudah cukup besar sudah keluar kemudian tidak akan lanjut alias mangkrak dan siapa yang akan bertanggungjawab akan hal ini sebab jangka waktu pengerjaan ini sampai 30 Desember 2025.

Dalam rapat ini Kabag Pengadaan Barang dan Jasa Fredrik Karinda ST menjelaskan proses awal dalam progres tender yang gagal sampai 2 kali. Dimana menurutnya pihaknya sudah melaksanakan proses tender sesuai aturan yang berlaku.

Kadis Kesehatan dr Pitter Lumingkewas pun, menjelaskan asal muasal sehingga proyek ini mau tidak mau harus dilaksanakan apalagi hal ini dalam pengawasan awal dilakukan bersama pihak Kejaksaan.

Menurutnya memang proyek ini tidak cukup waktu karna hanya 4 bulan namun pihak kontraktor sudah menjamin bisa terselesaikan namun di lokasi ada batu-batu besar dan itu sudah konsekwensi jika ini tidak selesai, apalagi aturanya proyek DAK tidak bisa adendum di akhir tahun. Namun hanya pemberian kesempatan tambah waktu namun kena denda.

“Rapat tadi pihak kontraktor sudah berjanji akan siap menyelesaikan sampai Februari nanti,” kata Pitter.

Ditanya sudah berapa dana yang telah dicairkan dalam proyek ini. Menurut Pitter dan pihak Kontraktor sudah sebanyak 3 miliar lebih.

Pihak Kontraktor Mieke Lahope sebelumnya pun dalam rapat sudah menyatakan siap membangun proyek ini sampai bulan Februari.

“Ya kami siap menyelesaikan proyek DAK Laboratorium sampai bulan February nanti,” pungkasnya.

Frangky Julianto politisi Demokrat agak sedikit pesimis dengan penyelesaian proyek ini mengingat waktu yang sudah mepet.

“Untuk itu kedepan pihaknya berharap pihak Dinas Kesehatan sebagai mitra kami dapat berkoordinasi atau kase kase info terkait proyek atau semacamnya yang berbau anggaran pemerintah maupun pusat agar supaya kita berdiskusi secara dini sumbang saran untung meminimlisir resiko agar tidak ada permasalahan yang lebih melebar seperti saat ini,” ungkap mantan kontraktor handal di era Wali Kota Bitung Alm Hanny Sondakh menutup pembicaraan.

Hadir juga Wakil DPRD Ronald Gunawan Kansil SH selaku Kader Handal Partai Gerindra dan legislator PDI Perjuangan Sjam Panai serta aktivis konstruksi Jacky Tomuka.(zet/adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *