Nias, Sulutreview.com — Proyek pembangunan infrastruktur gasifikasi Klaster Nias, ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) di Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Nias pada Kamis (3/7).
Suasana di area PLTMG Nias terasa berbeda. Warga, pekerja, hingga para pemangku kepentingan berkumpul menyaksikan momen penting, yakni peletakan batu pertama proyek gasifikasi Klaster Nias.
Sebuah langkah yang bukan hanya soal pembangunan infrastruktur, tetapi juga tentang harapan baru bagi pulau yang selama ini mengandalkan pasokan listrik dari mesin diesel.
Direktur Utama PLN Energi Primer Indonesia (EPI), Rakhmad Dewanto, berdiri di antara para undangan dengan nada optimistis. Ia menjelaskan bahwa proyek ini mencakup pembangunan tangki penyimpanan LNG berkapasitas 3.000 m³ dan fasilitas regasifikasi hingga 13 MMSCFD. Infrastruktur tersebut akan menjadi “paru-paru baru” bagi PLTMG Nias, yang kapasitas listriknya akan meningkat dari 35 MW menjadi 59 MW.
Namun lebih dari soal angka dan teknologi, proyek ini menyimpan pesan kuat tentang keberlanjutan. Rakhmad menegaskan bahwa penggunaan gas akan mampu menurunkan emisi karbon hingga 30%. Pada tahap awal, itu berarti 29 ribu ton CO₂ per tahun, dan bisa mencapai 47 ribu ton ketika kapasitas penuh berjalan.
Bagi banyak warga Nias, ini bukan sekadar statistik, melainkan masa depan yang lebih bersih bagi anak-anak mereka.
Di pinggir lokasi, beberapa warga terlihat mengabadikan momen bersejarah itu.
“Kami berharap listrik jadi lebih stabil. Selama ini kalau mati lampu, aktivitas kami ikut terganggu,” ujar Yanto, seorang pedagang lokal yang hadir menyaksikan groundbreaking.
Rakhmad menutup sambutannya dengan ajakan penuh harap. “Kami sangat menantikan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan agar proyek ini berjalan lancar dan benar-benar membawa manfaat nyata bagi lebih dari 150 ribu pelanggan di Nias.”
Dengan dimulainya pembangunan ini, Nias melangkah ke babak baru: pulau yang tidak hanya semakin terang, tetapi juga semakin ramah lingkungan. Sebuah titik awal menuju masa depan energi yang lebih bersih dan lebih manusiawi.(hilda)
.













