Mitra, Sulutreview – Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) resmi membuka pendaftaran bagi tenaga kerja yang ingin bekerja di Jepang melalui kerjasama dengan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).
Bupati Minahasa Tenggara, Ronald Kandoli, mengungkapkan bahwa kuota pengiriman tenaga kerja ke Jepang untuk tahun 2025 ini sebanyak 20 orang.
“Untuk 5 orang diprioritaskan bagi calon tenaga kerja yang berasal dari keluarga miskin ekstrem,” jelas Bupati Kandoli di ruang kerjanya, Kamis (10/04/2025).
Bupati Kandoli juga menyatakan bahwa biaya pelatihan, tes kesehatan, dan keberangkatan ke Jepang akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah daerah.
“Ini merupakan upaya pemerintah untuk membantu masyarakat yang ingin mencari kerja di luar negeri dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Kepala Disnakertrans Mitra Jeiny Pandelaki menambahkan bahwa pembukaan pendaftaran program tenaga kerja ke Jepang ini diharapkan dapat memberikan peluang baru bagi masyarakat Kabupaten Minahasa Tenggara untuk meningkatkan pendapatan dan menikmati kesempatan bekerja di negara Jepang.
“Ini pertama kali di Kabupaten Mitra untuk itu diharapkan program ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh anak-anak muda di Mitra,” tandasnya. (***)












