Manado, Sulutreview.com – Ketua Markas Daerah Laskar Merah Putih (LMP) Sulut, Jerry Ch Sanger menegaskan bahwa kepengurusan LMP yang legal dan sah, ada di bawah kepemimpinan Ketua Umum Markas Besar LMP, Adek Erfil Manurung.
Itu artinya, Mada LMP Sulut tidak mengakui, jika ada pihak yang menyebut bahwa Ketua Umum Markas Besar LMP adalah Arsyad Cannu, seperti yang digaungkan sejumlah pihak.
Menurut Jerry, di tubuh organisasi yang mengawal jalannya pemerintahan tersebut, tidak ada lagi dualisme. Meski, pada praktiknya kepengurusan di Sulut sempat menerima SK pertama, yang kemudian dilantik pada 1 November 2021 silam, oleh Ketum Arsyad Cannu.
“Memang dualisme terjadinya sudah cukup lama, kubu Arsyad Cannu dan kubu Adek Manurung yang kemudian dibawa ke Pengadilan dengan keputusan Arsyad Cannu memenangkan perkara. Tetapi walaupun menang tetapi tidak ada legalitas dari Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (AHU), Kementerian Hukum dan HAM RI,” ungkap Jerry saat bertandang ke Kantor Kesbangpol Provinsi Sulut, Rabu (25/10/2023).
Jika dirunut kembali ke belakang, ungkap Jerry, Ketua Umum Markas Besar LMP adalah Adek Manurung. “Karena dia punya AHU, maka kepengurusannya adalah sah,” ujarnya.
“Saya sebagai Ketua Mada Sulut pada 1 November 2022, itu masih berlaku. Tetapi karena ada pelanggaran organisasi oleh Arsyad Cannu, maka dewan pendiri atau pemilik ormas lewat rapat khusus, memberhentikan serta menonaktifkan Arsyad Cannu sebagai Ketum, yang ditandatangi oleh seluruh dewan pendiri berjumlah delapan orang. Itu dibuktikan dengan surat tertanggal 30 Oktober 2022,” tukasnya.
Terkait hasil keputusan organisasi, selanjutnya, dilakukan Munaslub pada 1 Oktober 2023 dan mengangkat serta mengaktifkan kembali Adek Manurung sebagai Ketum, sesuai ADRT yang sah.
“Dirjen Kemenkumham sudah menyatakan kalau urusan ormas itu urusan internal. Jadi apa yang diputuskan oleh majelis tinggi itu adalah sah karena itu urusan internal organisasi. Bahkan pemerintah punya tidak mengintervensi,” tuturnya.

Munaslub tertanggal 1 Oktober 2023, secara resmi mengangkat kembali Adek Manurung sebagai Ketum, sehingga tidak ada lagi dualisme. “Jadi, ini berdasarkan pada pemberhentian 30 Oktober 2022 dan Munaslub 1 Oktober 2023,” jelasnya.
Sebagai Ketua LMP Mada Sulut, Jerry mengantongi dua SK yakni dari Arsyad Cannu per tanggal 1 November 2021 dan SK yang baru dari Adek Manurung, melalui Dewan Pendiri per tanggal 30 Januari 2023.
“SK yang diterbitkan serta diberikan oleh Adek Manurung lewat petunjuk Ketua Dewan Pendiri dan Majelis Tinggi yang mempunyai Ormas ini. Jadi, ketika ada pelantikan di luar, apalagi yang melantik sudah dipecat atau diberhentikan berarti itu ilegal,” ujarnya sembari menambahkan LMP Mada Sulut yang sah versi Adek Manurung, telah dilaporkan di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulut.
“Kami sudah meaporkan ke Kesbangpol Sulut, untuk pelantika dan perubahan atas nama Ketum Ade Manurung,” terang Jerry.
Pelantikan yang dilakukan baru-baru ini, yang dihadiri Maya Rumantir adalah ilegal.
“Pelantikan tersebut tidak dihadiri Forkopimda, berarti tidak sah. Artinya tidak diakui. Sementara jika mereka melapor tentang keabsahan harus ada dasarnya dalam surat, bahwa turut dihadiri Forkopimda. Juga, di Kesbangpol sudah didaftarkan kepengurusan yang sah dan sebagai ketua adalah saya Jerry Sanger,” ungkapnya.
Kepala Badan Kesbangpol Sulut, Ferry Sangian mengatakan, setiap ormas/perkumpulan/LSM harus melapor dan tercatat di Pemprov Sulut.
“Setiap ormas atau lembaga yang beraktivitas di Sulut, termasuk ormas Laskar Merah Putih harus terdaftar di Kesbangpol Sulut,” tukasnya.
Kehadiran Ketua Mada Sulut Jerry Sanger, turut didampingi Sekretaris Mada Sulut Ricky Korobu, Wakil Sekretaris Sulut Selvi Lumi, Ketua Marcab Manado Joppy Wonte, Ketua Marcab Minahasa Jimmy Wuwungan, Ketua Marcab Minut Ronald Rubay, Ketua Marcab Bitung Andre Wawulesa, Ketua Marcab Sangihe James Kansil, Ketua Srikandi Sulut Diana Samadi, Ketua Srikandi Manado Erni Rama, Bendahara Manado Meyta Silom, Ketua Dandensus Sulut Kent Matiolo, Ketua URC Sulut Habel Tariang, Ketua Brigade Sulut Jonas Senduk, Kepala Staf Manado Juni Nelwan, Kecamatan Paal 2 Pieter Kasenda, Komandan Brigade 17 Manado Samuel Tambuwun, serta para anggota.(eda)












