Olly Optimistis, Koperasi Konsumen Tolong Menolong Pekerja GMIM Jadi Berkat

Gubernur Olly Dondokambey saat melantik pengurus Koperasi. Foto : istimewa

Tomohon, Sulutreview.com – Koperasi konsumen tolong menolong pekerja Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) mendapat support penuh Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey.

Menurutnya, wadah koperasi yang telah ada tersebut menjadi sarana yang mampu menopang ekonomi warga gereja.

“Kehadiran koperasi ini, kiranya koperasi konsumen tolong menolong ini diberkati Tuhan,” kata Gubernur Olly ketika hadir di ibadah pelantikan pengurus dan pengawas koperasi konsumen tolong menolong pekerja GMIM, di aula Kantor Sinode GMIM Tomohon, Jumat (30/6/2023).

Ia mengatakan, hadirnya koperasi disambut dengan sukacita. “Kita patut berbahagia, karena hadirnya koperasi adalah berkat campur tangan Tuhan. Sebab, kalau tidak, acara ini tidak akan berjalan. Ini adalah berkat Tuhan bagi kita, warga GMIM sehingga pengurus dan pengawas koperasi konsumen tolong menolong pekerja GMIM dapat dilantik,” sebut Olly.

Koperasi yang pengurusnya baru dilantik, ungkap Olly, sudah memiliki saldo senilai Rp9.867.931.000. Yakni, modal yang sangat besar bagi satu koperasi.

“Dalam menjalankan fungsi koperasi, semua anggota akan mendapatkan manfaat. Pemahaman ini yang harus kita bangun bersama, karena keanggotaan ini yang akan mendorong koperasi bisa berjalan dengan baik,” ujarnya sembari menambahkan bahwa sesuai Undang-undang koperasi sangat jelas menyebutkan, bahwa anggota itu akan mendapatkan bagian dari sisa hasil usaha (SHU).

“Jadi bukan modal yang akan dibagi. Tetapi SHU. Nah, pemahaman ini yang harus kita tahu supaya koperasi berjalan dengan baik,” jelas Olly.

Terkait koperasi tolong menolong ini, Gubernur Olly juga melakukan dialog dengan Ketua BPMS, bagaimana cara mengembangkan koperasi ini, sehingga manfaatnya banyak didapatkan jemaat. Di mana jemaat GMIM, jumlahnya hampir satu juta dan gereja ada 1.062.

“Bayangkan jika dari 1.062 gereja, terdapat 500 gereja yang memiliki gerai support pangan, dapat dipastikan akan berhasil. Nanti pemerintah akan bantu untuk memfasilitasinya dengan para pelaku usaha,” sebut Olly.

Nantinya, para pendeta yang jumlahnya ada 3.000 -an di GMIM bisa melakukan pinjaman di koperasi.

“Saya lihat ada yang pinjam uang di BRI dan Bank SulutGo, nanti kita kerja sama dengan Bank SulutGo. Para Pendeta yang melakukan pinjaman tutup dan pindah semua ke koperasi konsumen tolong menolong pekerja GMIM di bawah manajemen Bank SulutGo. Bunganya juga sama tidak bertambah. Jadi sudah tidak ada yang pinjam di tempat yang lain. Ini harus disosialisasikan di jemaat supaya jelas,” tukasnya.

Olly juga menjelaskan, Terkait rapat koperasi yang dilakukan setiap tahun. Kalau ada untung dari pengelolaan koperasi atau yang dijadikan modal agar profesional.

“Yang mengelola diberikan gaji bukan pengurus, karena pengurus dapat gaji dari Sinode, jadi tidak boleh double gaji. Tetapi kalau ada keuntungan, pengurus dapat nilai tambah. Yang dapat gaji pengelola usaha. Itu baru koperasi bisa berjalan bagus,” kata Olly.

Sebagai pemerintah, tambah Olly, sangat berterima kasih karena adanya semangat yang sudah muncul dari dalam. Yakni, dari para pendeta dan pengurus.

Ia juga mengatakan siap bekerja sama dengan Transmart. Namun, sebelumnya akan dipersiapkan penataan dan pembenahan counter.

“Transmart akan mengisi barang-barang dan menjaga. Harapannya, dapat memberdayakan petani. Kita semua harus pro aktif. Karena, kalau jemaat sejahtera maka pundi-pundi akan lancar,” sebutnya.

Berbagai upaya yang dilakukan, kata Olly perlu kesepakatan dan dukungan para jemaat. Mungkin, hasilnya belum bisa dirasakan sekarang. Tetapi yang akan menuai adalah anak cucu.

“Supaya ke depan organisasi GMIM semakin kuat. Ini menjadi tugas para hamba Tuhan untuk memberikan topangan bagi kita. Perlu dukungan supaya program berjalan sesuai rencana. Apa yang dilakukan pemerintah, akan terjadi perubahan yang sangat fundamental. Program-program yang ada harus terus kita lanjutkan,” katanya.

Kalau ada kesepakatan untuk saling topang menopang, Olly memastikan, maka perbedaan itu tidak ada. Banyak hal yang bisa kita kerjakan untuk memanfaatkan aset-aset yang dimiliki oleh GMIM. Sehingga tidak persoalan manajemen dan keuangan karena semua sudah bisa dilakukan.

“Gereja harus bersyukur dan bersama-sama berdoa bersama, supaya hasil yang didapat lebih besar,” pungkasnya.

Pelantikan pengurus koperasi, diawali dengan ibadah yang dipimpin Ketua BPMS Pdt Hein Arina MTh.

Turut hadir, Wakil Gubernur Sulut Steven OE Kandouw, para pendeta dan jajaran Badan Pekerja Majelis Sinode GMIM.(hilda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.