Pusat KIA Hadir di RSUD ODSK, Sediakan Layanan Bayi Tabung

Peletakan batu pertama pembangunan Pusat KIA. Foto : Hilda M

Manado, Sulutreview.com – Pusat Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) bakal hadir di Kota Manado. Istimewanya, Pusat KIA ini, nantinya menyediakan layanan fertilisasi invitro atau bayi tabung yang merupakan program kehamilan berupa reproduksi buatan.

Pembangunan pusat KIA yang berada satu kawasan dengan RSUD ODSK diawali dengan peletakan batu pertama yang dilakukan Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Steven OE Kandouw pada Jumat (27/5/2022).

Kandouw menyampaikan Pusat KIA merupakan jawaban atas penyediaan dasar kesehatan. Di mana Sulut diharapkan menjadi tempat pencarian pelayanan kesehatan di Indonesia Timur.

Untuk menyiapkannya, Kandouw mengingatkan agar pembangunan fisik harus paralel dengan regulasi. “Tidak gampang menyiapkan regulasi, ada parameter yang harus disiapkan. Gedung boleh megah tetapi regulasi yang empiris harus siapkan,” katanya.

Pembangunan Pusat KIA yang didanai pinjaman PEN yang dikerjakan selama 245 kalender kerja, kata Kandouw harus menghasilkan profit.

“Harus berpikir entrepreneur yang ada profit, jangan seperti yang lalu hasilnya minus dengan alasan untuk jasa medik,” tegas Kandouw sembari mengingatkan Direktur RSUD ODSK, dr Enrico akan besaran target yang dipatok Rp250 miliar. “Saat ini sudah mencapai Rp100 miliar, setidaknya sudah ada progress,” ucapnya.

Wagub Kandouw melakukan peletakan batu pertama

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulut, dr Debie Kalalo menjelaskan pusat KIA di bangun di lahan dengan struktur bangunan lima lantai yang akan dibangun di lahan seluas total 3780 meter persegi. Di mana pelaksanaan pembangunan dilakukan dalam dua tahapan. Tahap pertama konstruksi dan tahap kedua penataan ruangan.

Pekerjaan pembangunan dilaksanakan oleh Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Penataan Daerah Provinsi Sulawesi Utara dengan sumber dana APBD Tahun 2022.

“Pusat Kesehatan Ibu dan Anak yang akan dibangun ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pelayanan di RSUD Sulawesi Utara sebagai rumah sakit sayang ibu dan anak untuk mendukung program nasional,” tukasnya.

Ruang pelayanan, nantinya terdiri dari lantai 1 atau dasar adalah ruang parkiran, lantai 2 adalah ruang rawat inap ibu dan anak, lantai 3 ruang rawat inap ibu dan anak serta pusat kajian dan pengembangan program kesehatan ibu dan anak Provinsi Sulut. Selanjutnya, lantai 4 fertilisasi center yang merupakan ruang klinik dan laboratorium fertilisasi dengan teknologi reproduksi berbantu.

“Fasilitas ini membantu para pasangan suami istri yang memiliki masalah infertilitas yang dikenal dengan program bayi tabung. Pelayanan ini merupakan bentuk kerja sama lintas profesi. Adapun jenis layanan kesehatan ibu dan anak terintegrasi dengan RSUD ODSK,” rinci Kalalo.

Pusat KIA juga menyedialan layanan 1 satu kali 24 jam yang merupakan pelayanan neonatal emergency komprehensif atau pelayanan kedaruratan ibu dan anak, ruang neonatal intensif care unit atau NICU dan PICU.

Hadir pada peletakan batu pertama, jajaran kepala SKPD dan stakeholder terkait.(srv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *