Oleh : Hilda Margaretha
MENYUSUR lekuk lintasan sirkuit tanah dengan rute bebatuan, tanjakan maupun genangan lumpur menjadi tantangan tersendiri bagi para petualang motocross asal Sulawesi Utara untuk menaklukkannya.
Area tersembunyi yang sulit dijangkau dengan keindahan tiada tara menjadi magnet yang kuat bagi komunitas crosser untuk menjajal setiap trek dengan mengedepankan performa motor sport yang diandalkan.
Ronald Rompas (43), salah satu crosser yang telah bergelut dengan adventure sejak tahun 2017 mengatakan sehebat apapun merek motor dan teknologi yang digunakan jika tidak ditunjang dengan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang unggul dan mumpuni, maka cara kerja mesin akan berkurang atau tidak maksimal.

Bebatuan terjal pun dilewati. Foto : istimewa
Karenanya, untuk menopang kerja mesin motor, maka BBM Pertamax Turbo menjadi pilihan prioritas yang digunakan komunitas crosser. Hal itu berlaku sejak tiga tahun terakhir ini. Kualitasnya sudah teruji dan terbukti, sehingga mampu mendorong performa motor.
“BBM berkualitas yang punya nilai oktan sangat tinggi akan menambah power atau tenaga motor, sehingga crosser mampu melewati setiap rute yang penuh risiko. Selain itu, bagus untuk mesin dan bikin awet,” kata Ronald saat berbagi pengalaman, Jumat (5/11/2021).
Satu kali untuk turun adventure, Ronald menyebutkan, membutuhkan BBM di kisaran 5 sampai 10 liter. “Kebutuhan itu, untuk satu kali turun main. Ini bukan saya saja, tetapi berlaku untuk semua crosser,” tandasnya.
“Saat pakai Pertamax Turbo, mesin motor jadi lebih kencang,” tambahnya.
Sebelumnya, Ronald mengungkap dirinya pakai Pertamax biasa yang keunggulannya juga baik. “Tetapi sudah 3 tahun ini, saya gunakan Pertamax Turbo untuk turun main mengikuti adventure. Begitu juga dengan teman-teman lainnya yang tergabung dalam komunitas crosser maupun pebalap nasional.

Semangat kebersamaan yang tak pantang menyerah. Foto : istimewa
“Komunitas crosser telah merasakan langsung keunggulan dan keistimewaan Pertamax Turbo. Ada harga ada kualitas. Performa mesin yang pasti jauh lebih bagus,” ujarnya sembari menambahkan agar kebutuhan Pertamax Turbo di Sulut untuk kuota volumenya dapat ditambah.
“Komunitas crosser minta agar volume Pertamax Turbo diperbanyak. Karena tidak semua SPBU ada nozzle yang menyediakan Pertamax Turbo. Hanya SPBU tertentu saja, sehingga kendalanya akan cepat habis,” jelasnya.
Olahraga otomotif yang ditekuni Ronald dalam wadah komunitas crosser telah dilakoni sejak 2017. “Kalau tidak pakai Pertamax Turbo, maka untuk melewati tanjakan akan terasa menyulitkan. Pastinya pengalaman yang tercipta akan mengecewakan dan tidak puas,” katanya.
Senada disampaikan Engel Kowaas, Arthur Lumain, Dennis Lomban dan Marlon Lumentut yang merupakan sesepuh trabas (istilah bagi komunitas trail dalam menerobos suatu wilayah-red), mengatakan bahwa komunitas crosser dari seluruh penjuru Sulawesi Utara, khususnya Komunitas Trail Adventure Sulawesi Utara (KTAS) yang terdiri dari 50 tim sudah termasuk juga Adventure Rider Manado (ARM), saat mengikuti event mengatakan setiap area memiliki karakteristik yang berbeda.
“Setiap jalur dan rute dari setiap daerah memiliki karakteristik masing-masing. Hal itu juga turut dipengaruhi cuaca, suhu dan lainnya. Tetapi dengan Pertamax Turbo komunitas siap untuk menghadapi berbagai pengalaman,” beber Engel Kowaas.

Unggulkan performa mesin motor yang terawat. Foto : istimews
Selain berpetualang dengan motor kesayangan, komunitas crosser juga, secara langsung telah turut mempromosikan keindahan pariwisata daerah. Mereka secara berkesinambungan mengeksplore setiap pengalaman barunya melalui media sosial dengan karya-karya foto yang cantik dan eksotis.
“Adventure yang saya lakukan bersama teman-teman mampu menarik pariwisata khususnya lokal. Spot pemandangan yang indah, seperti air terjun, yang tidak terjangkau roda empat maupun pejalan kaki dapat ditemui komunitas. Contohnya bukit Teletubbies di Rerer Kabupaten Minahasa yang sangat indah. Kemudian air terjun di bawah gunung Soputan yang sangat indah untuk dinikmati,” ujarnya.
“Kita buka akses, sembari berharap ada investor maupun pelaku wisata yang akan mengolah tempat-tempat tersebut,” akunya.
Tak hanya dalam daerah, komunitas crosser asal Sulut juga melakukan trek di sejumlah daerah seperti Palu, Bali dan Bromo. Bahkan pada pekan depan akan menuju Luwuk di Sulawesi Tengah.

Cuaca hujan pun siap diterobos. Foto : istimewa
“Persiapan matang merupakan kunci dari suksesnya adventure. Kondisi motor yang fit, crosser yang sehat, sparepart yang terawat dan tentunya keuangan yang mencukupi.
Bagi komunitas target menang bukan tujuan. Tetapi kebersamaan menjadi semangat yang terus membakar energi untuk siap dalam segala medan tantangan.
“Adventure Bukan soal menang kalah, tetapi bagaimana menjaga kebersamaan dan persaudaraan. Bahkan saat mengikuti event, kami juga ikut memperhatikan masyarakat dan rumah-rumah ibadah yang ada di sekitar tempat trek. Kami juga ikut berbagi dan berempati dengan memberikan bantuan,” ungkapnya.
Sementara itu dijelaskan Arthur Lumain, untuk mengantisipasi risiko kecelakaan saat melewati rute yang berat, setiap crosser wajib memperhatikan safety. Mulai dari helm protektor body, tangan, dada dan sepatu.
“Safety wajib diperhatikan, jangan sampai mencelakai diri sendiri,” tukasnya.
Konsumsi Pertamax Turbo Meningkat Signifikan
Secara umum tren positif penggunaan BBM yang berkualitas di Sulawesi Utara dari waktu ke waktu mengalami peningkatan signifikan.
Sejak tahun 2020, proporsi konsumsi BBM Ramah Lingkungan yang meliputi Pertalite, Pertamax dan Pertamax Turbo, rata-rata di atas 50% dari total BBM jenis Gasoline (bensin).
Hal itu menegaskan masyarakat telah mulai sadar akan pentingnya BBM yang ramah lingkungan dan berkualitas.
Unit Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Regional Sulawesi, Laode Syarifuddin Mursali menjelaskan berdasarkan hasil evaluasi, penggunaan Pertamax Turbo sejak Januari 2021 hingga Oktober 2021 mencapai 1.329 kilo liter (KL), dengan penggunaan harian sebesar 2,06 KL dan bulanan 62,70 KL.
Realisasi Pertamax Turbo di Sulut, beberapa Laode tersebar di 20 SPBU, dengan rincian Kota Manado sebanyak 12 SPBU yaitu, Coco Manado, Teling, Malalayang, Adipura, Mapanget, Tuminting, Ringroad 2, Wenang, Manembo-nembo, Kalawat, Watudambo dan Sawangan.
Selanjutnya untuk SPBU Tohon ada 5, yang tersebar di Walian, Sonder, Kapitu, Matani Tumpaan dan Tombatu. Sedangkan Kotamobagu ada di SPBU Pontodon, Kotabangon dan Poigar.
Penggunaan Pertamax Turbo di Sulawesi Utara sejak Januari 2021 hingga Oktober 2021 mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2020 sebelumnya,” tukasnya sembari membeber untuk konsumsi di Kota Manado merupakan wilayah yang tertinggi dengan capaian 627 KL diikuti Tomohon 280 KL dan Minahasa Utara 124 KL. Kemudian Minahasa Selatan sebesar 116 KL, Kotamobagu 44 KL, Bolaang Mongondow 40 KL, Minahasa Tenggara 36 KL dan Bitung 34 KL.

Konsumen tengah mengisi Pertamax Turbo di SPBU Coco Pertamina. Foto : Hilda Margaretha
“Kalau pada Januari 2021 konsumsi Pertamax Turbo mencapai 104 KL, namun pada Oktober tercatat 134 KL,” ujar Mursali.
Sejauh ini, kata Mursali, BBM Jenis Pertalite RON 90 paling diminati oleh masyarakat dibandingkan jenis BBM Gasoline (bensin) yang dikonsumsi masyarakat.
Secara umum, baik Pertalite, Pertamax dan Pertamax Turbo yang ada di daerah tertentu mengalami peningkatan proporsi konsumsi yang meningkat dibandingkan tahun sebelumnya dan diestimasi akan terus bergerak seiring dengan kesadaran masyarakat terhadap manfaat penggunaan BBM berkualitas,” jelasnya.
Pertamax Turbo Ramah Lingkungan
Aktivitas ekonomi yang terus bergerak, dikatakan Mursali akan berpengaruh terhadap gaya hidup masyarakat. Mereka dipastikan akan lebih bijak dalam memilih penggunaan BBM.
Polusi udara yang disebabkan oleh buangan kendaraan bermotor, telah menyadarkan masyarakat untuk memilih BBM yang tepat dan ramah lingkungan.
“Dengan pola kebiasaan dari gaya hidup ramah lingkungan, sudah saatnya menjadi budaya positif yang harus dibiasakan agar lingkungan lebih bersih dan sehat. Kesadaran ini penting dan harus terus digaungkan,” tukasnya sambil menambahkan BBM yang berkualitas, memiliki kadar oktan atau Research Octane Number/RON tinggi. Dengan demikian akan lebih ramah lingkungan karena rendah emisi.
“Saat ini, pabrikan kendaraan sudah menerbitkan persyaratan mobil keluaran 2000-an ke atas telah menggunakan BBM minimal sekelas Pertalite,” ujar Mursali.
Dia mengimbau agar masyarakat mengecek buku manual kendaraan masing-masing dan mencari nilai kompresi mesin kendaraannya.
“Rekomendasi BBM yang digunakan sesuai kompresi untuk motor biasanya tertulis pada tanki bensin, sedangkan untuk mobil biasanya tertulis pada kaca belakang. Rata-rata kendaraan keluaran 2003 ke atas sudah memiliki kompresi mesin dengan standard BBM minimal oktan 90,” tuturnya.
Untuk mendorong penggunaan BBM ramah lingkungan, Pertamina juga memberikan banyak keuntungan bagi masyarakat apabila bertransaksi secara non-tunai menggunakan aplikasi MyPertamina.
Kualitas Udara Langit Sulawesi Utara Baik
Penggunaan BBM yang ramah lingkungan, sangat berpengaruh terhadap peningkatan kualitas udara yang sehat. Terbukti, langit dan udara di Sulawesi Utara yang diukur di Kota Manado, tercatat masih sangat baik, dibandingkan dengan kota besar lainnya di Indonesia.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Ir Marly Gumalag MSi, yang mengulas tentang sumber emisi yang mencemari udara, yang berasal dari kendaraan bermotor, kereta api, pesawat terbang, kapal laut dan kendaraan berat lainnya. Berikut dari sumber emisi cerobong, industri, genset, incenerator. Bahkan dari kebakaran hutan dan pembakaran sampah, sejauh ini belum mengkhawatirkan.
“Nilai kualitas udara di Sulut masih sangat baik dengan catatan angka 92, jauh di atas standar yang ditetapkan sebesar 80,” sebut Gumalang.
Dia juga merinci bahwa Sulut memiliki alat pengukur udara yang dapat diandalkan seperti AQMS adalah untuk mengetahui zat pencemar udara seperti HC, CO, 03, NO2, SO2, PM10, PM2,5 secara real time dalam rangka penetapan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU).

Kepala DLHD Provinsi Sulut, Marly Gumalag. Foto : Hilda Margaretha
Alat ini menggambarkan kondisi udara di lokasi dan waktu tertentu yang didasarkan kepada dampak kesehatan manusia, nilai estetika dan makhluk hidup lainnya.
Di Sulut stasiun pengukurannya berada di samping kanan Kantor Gubernur Sulawesi Utara tepatnya di Kantor Camat Wanea, dengan display indoor berada di Kantor DLHD Prov. Sulut dan display outdoor berada di seputaran lapangan tikala.
“AQMS dapat mengetahui data kualitas udara setiap 1 jam,” ujarnya.
Selanjutnya, Passive Sampler adalah metode sederhana yang digunakan untuk pengukuran kualitas udara ambien dengan menggunakan parameter ukur NO2 dan SO2. Pelaksanaan kegiatan ini tersebar pada 15 kabupaten/kota se Provinsi Sulawesi Utara pada lokasi sampling mewakili lokasi perkantoran, pemukiman transportasi dan industri.
Kemudian GENT Sampler, adalah alat pencuplik untuk mendapatkan partikulat udara dengan ukuran PM2,5 dan PM10 yang nantinya melalui analisis laboratorium bisa mendapatkan konsentrasi logam berat di udara ambien. Pelaksanaan kegiatan sampling ini bekerjasama dengan Pusat Sains dan Teknologi Nuklir apan BATAN dan KLHK.(*)













