Bitung, Sulutreview.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Sulawesi Utara (Sulut) bersama KRI Kakap 811, melakukan Ekspedisi Layanan Kas Keliling menuju wilayah kepulauan terdepan, terluar dan terpencil (3T), yakni di kepulauan Talaud yang meliputi Kecamatan Kabaruan, Kecamatan Beo, Kecamatan Lirung dan Kecamatan Miangas.
Layanan kas kali ini difokuskan di pulau yang telah memiliki perbankan, berikut penukaran yang dilakukan secara wholesale langsung kepada bank bersangkutan, untuk selanjutnya perbankan melayani masyarakat setempat.
Mekanisme ini turut mendukung tertahannya penyebaran Covid-19 karena telah dilakukan pembatasan kerumunan.
Kepala Kantor BI Sulut Arbonas Hutabarat mengatakan pada tahun 2022 mendatang, kegiatan yang sama akan menyasar wilayah kepulauan yang lain.
“Tahun 2022 kita akan kembali melakukan kegiatan serupa untuk kecamatan perairan lainnya, sehingga pada akhirnya, sebagian besar pulau berpenghuni di wilayah kepulauan terluar Sulawesi Utara nantinya pernah didatangi dan dilayani oleh layanan kas Bank Indonesia beserta pemberian program social Bank Indonesia,” ungkap Arbonas pada saat pelepasan ekspedisi di dermaga Satrol Lantamal VIII Bitung, Minggu (24/10/2021).
BI sebagai satu-satunya lembaga yang berwenang untuk mengedarkan uang Rupiah di seluruh wilayah NKRI, memandang mata uang Rupiah beredar dan digunakan di seluruh wilayah NKRI merupakan hal penting.
“Karena mata uang Rupiah selain sebagai legal tender di NKRI juga merupakan salah satu simbol kedaulatan bangsa dan media untuk menjaga keutuhan wilayah NKRI,” kata Arbonas.
Dia menyebutkan ekspedisi dilakukan, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dengan uang Rupiah yang cukup, pecahan yang sesuai, tepat waktu dan dalam kondisi layak edar,
“Kegiatan yang bersifat clean money policy, yakni layanan kas dalam Kantor, yakni penukaran uang rusak, cacat dan dicabut dari peredaran,” sebut Arbonas.
Ekspedisi layanan kas keliling BI adalah layanan bakti untuk negeri, dengan tujuan memberikan layanan penukaran Rupiah, edukasi pendidikan maupun pemberian bantuan peralatan atau perlengkapan yang dibutuhkan masyarakat kepulauan.
“Ekspedisi ini dilakukan untuk menyerap uang tidak layak edar dari masyarakat dan perbankan dengan berbagai pecahan, untuk digantikan dengan uang fresh/layak edar,” tukasnya.
Seperti sebelumnya, untuk ekspedisi kas keliling, BI bekerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI-AL), yang merupakan salah satu elemen bangsa yang berada di garda terdepan dalam menjaga kedaulatan NKRI.
Dengan seluruh kekuatan armadanya dan kegiatan operasi yang rutin menjangkau seluruh pelosok tanah air dari Sabang sampai Merauke, maka diperlukan sinergi antara BI dengan TNI AL untuk dapat membantu keterbatasan BI dalam melakukan pengedaran uang Rupiah sehingga misi BI dalam menyediakan uang Rupiah ke seluruh wilayah NKRI khususnya wilayah kepulauan 3T dapat tercapai.
Realisasi Pelaksanaan Kas di wilayah 3T bekerja sama dengan TNI AL berdasarkan Nota Kesepahaman (NK) dan PKS antara KP BI dengan Mabes TNI AL tentang Pendistribusian, Pengamanan, dan Pengawalan Uang Rupiah dari dan ke Bank Indonesia atau Perwakilan Bank Indonesia serta Wilayah Perbatasan, Terdepan dan Terluar serta Terpecil di Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Realisasi di Sulawesi Utara kali ini adalah yang kedua kali, dimana yang pertama dilangsungkan pada Tahun 2019, tepatnya 8 hingga 16 Oktober 2019 menggunakan KRI Sultan Nuku 373, dengan tujuan: Pulau Salibabu, Pulau Kakorotan, Pulau Marampit, Pulau Miangas, Pulau Marore, Pulau Kawaluso dan Pulau Kalama.
Turut hadir, Walikota Bitung Maurits Mantiri, Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) VIII Brigjen TNI I wayan Ariwijaya, SE, CFrA dan seluruh jajaran perwira dan prajurit Lantamal VIII, Forkompinda Provinsi Sulawesi Utara, Kepala Grup Departemen Pengelolaan Uang Kantor Pusat Bank Indonesia, Imaduddin Sahabat bersama tim, Perwakilan Mabes TNI AL Kolonel (laut) Mochammad Riza dan Mayor (laut) Akbar Suthawijaya, Komandan KRI Kakap 811, Mayor (laut) Junaedi Sanggel, beserta Ketua Ekspedisi Kas Keliling Antar Pulau, Ahmadi Rahman beserta seluruh anggota tim Ekspedisi, para perwailan pejabat dari Bank Sulut Go dan Bank BRI.(eda)






