Akses Jalan Putus, Olly Pantau Dampak Banjir Bandang Mitra

Gubernur Olly Dondokambey saat memantau dampak banjir bandang Kabupaten Mitra
IMG-20210818-WA0009

Ratahan, Sulutreview.com – Banjir Bandang yang menerjang sejumlah desa di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) telah menyebabkan berbagai kerusakan infrastruktur maupun rumah-rumah penduduk.

Atas kejadian bencana alam tersebut, Gubernur Olly Dondokambey langsung melakukan peninjauan lokasi.

Bacaan Lainnya

Namun sebelumnya, Olly telah memerintahkan tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk memastikan dampaknya.

“Saya sudah menugaskan instansi terkait untuk turun langsung ke lokasi bencana, guna memastikan seberapa besar dampak yang disebabkan oleh banjir bandang tersebut,” kata Olly, Selasa (21/09/2021).

BPBD, sambung Olly telah mendata berbagai kerusakan. Namun yang lebih penting adalah melakukan evakuasi kepada masyarakat yang terjebak banjir.

“Yang tak kalah pentingnya adalah upaya menyelamatkan masyarakat. Jangan sampai ada yang terjebak banjir. Dan selanjutnya, adalah mendistribusikan bahan natura,” tukasnya.

Dinas sosial, sambung Olly juga diminta untuk sigap bergerak. “Saya juga sudah minta Dinas Sosial untuk memantau kebutuhan warga yang terkena dampak banjir. BPBD saya minta untuk terus stand by di sana. Bahkan untuk tidur di sana agar dapat melakukan tugas dengan cepat dan tepat,” ungkap Olly.

BPBD provinsi, kabupaten/kota, sambung Olly harus siap siaga. “Instansi terkait agar dapat meminimalisir semua wilayah yang berpotensi bencana. Lakukan pantauan dan pengecekan,” tandasnya.

Cuaca ekstrem yang melanda Sulawesi Utara, di sepanjang bulan September ini, kata Olly, kiranya dapat diantisipasi. “Saya mengimbau masyarakat agar menghindari lokasi-lokasi yang rawan bencana. Ini penting untuk menghindari berbagai hal yang tidak diinginkan,” tandasnya.

Khusus masyarakat yang berada di lokasi bencana, untuk sementara waktu agar dapat mengungsi ke tempat yang lebih aman.

“Masyarakat yang ada di wilayah berpotensi bencana, harus waspada. Terutama di tengah cuaca ekstrem. Hindari tempat-tempat yang membahayakan, antara lain lokasi rawan longsor, pesisir pantai dan bantaran sungai,” imbaunya.

Kepala BPBD Sulut Joy Oroh mengatakan, tim sudah turun ke lokasi bencana beserta alat tanggap darurat bencana. “Semua tim sudah bergerak ke Mitra. Alat-alat juga berangkat. Nah untuk data, kita sementara rampungkan. Nanti jika sudah ada data fix akan kita sampaikan ke teman-teman media. Kita sementara menjalin komunikasi dengan BNPB serta BPBD Mitra,” katanya.

Seperti diketahui, Kabupaten Mitra diterjang banjir bandang, yang diperkirakan terjadi pada pukul 14.00 Wita.

Terjangan air bah bercampur lumpur telah menimpa puluhan rumah di Kecamatan Ratahan dan Ratahan Timur, Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulut. Informasi dirangkum, empat rumah bahkan hanyut tersapu banjir bandang.

Bencana alam tersebut juga memutus akses jalan nasional di wilayah itu. Yakni jalan nasional yang menghubungkan Kabupaten Minahasa Tenggara dan Kabupaten Minahasa. Akses jalan ini terputus akibat banjir di Sungai Palaus di Kecamatan Ratahan dan Sungai Abuang di Kecamatan Ratahan Timur.

Menurut Bupati Mitra, James Sumendap, saat ini tengah dilakukan pendataan kerusakan akibat banjir bandang di semua wilayah yang terdampak.

“Kerusakan akses jalan nasional akan dikoordinasikan dengan Balai Jalan Kementerian Pekerjaan Umum. Namun untuk membuka akses jalan, pemerintah kabupaten sudah menyiapkan ekskavator agar dapat dilalui kendaraan,” sebutnya.(srv)

banner 300x250