Komoditi Unggulan Pertanian Sulut Tetap Survive di Tengah Pandemi

Gubernur Olly Dondokambey dan Ketu TP PKK Sulut Ny Rita Maya Dondokambey Tamuntuan mengingatkan petani agar jangan melupakan jagung sebagai komoditi unggulan

Manado, Sulutreview.com – Kepemimpinan Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven OE Kandouw, di semester I periode kedua berhasil menempatkan pertanian sebagai sektor unggulan.

Terbukti, capaian program unggulan komoditi pertanian tetap survive atau terjaga, walaupun sangat terbatas akibat pandemi Covid-19.

Gubernur Olly mengungkapkan sektor pertanian telah berhasil mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah di masa pandemi.

Pak Gubernur Olly Dondokambey terus mendorong pertanian agar tetap terjaga di masa pandemi

Dalam situasi pandemi ini, sektor pertanian telah menopang pertumbuhan ekonomi Provinsi Sulut. Di mana ekonomi bertumbuh 1,87% di semester pertama. Padahal pada semester ke empat 2020, minus 3,4%.

“Dengan demikian ada peningkatan 6% dari semester pertama sampai sekarang ini. Kita bisa mencapai pertumbuhan ekonomi yang positif ini, sebesar 21,7% disumbangkan dari sektor pertanian,” sebut Gubernur Olly.

Olly kembali mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Sulut berada di ranking ke-5 di tingkat provinsi.

Pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan produksi

“Sangat membanggakan, karena dari 10 provinsi yang pertumbuhan ekonominya positif, Sulawesi Utara berada di ranking ke 5 dan pertumbuhan ekonomi kita merata di 15 kabupaten kota,” tukasnya.

Pemprov Sulut dalam program kerja RPJMD di tahun 2021 sampai tahun 2026 mendatang, ungkap Gubernur Olly telah menargetkan untuk meningkatkan infrastruktur pertanian dan memperbaiki Irigasi.

Pemprov Sulut juga telah mempersiapkan perda Irigasi guna menunjang program pertanian di Provinsi Sulut.

Dengan spirit juang, program unggulan tetap bergairah dan salah satu misi dalam pencapaian yang sangat memuaskan, adalah dengan penguatan ekonomi. Salah satunya bertumpu pada industri pertanian di mana nilai ekspor komoditas pada triwulan pertama 2021 mencapai Rp1,3 triliun, dengan pencapaian yang meningkat 170% dibandingkan periode yang sama di tahun 2020 yang hanya Rp500 miliar.

Wagub Sulut Steven Kandouw saat melakukan panen padi

Potensi besar yang dimiliki Sulut saat ini, adalah pengembangan tanaman jagung, melalui program perbenihan terus digenjot dalam menjawab kebutuhan di Sulut maupun sekitarnya.

Pesan Gubernur Olly, petani boleh saja mengembangkan komoditas lain tetapi jangan melupakan jagung.

Komoditi jagung selalu menjadi primadona usaha pertanian rakyat Sulut.

Gubernur Olly Dondokambey didampingi Ketua TP PKK Sulut Ny Rita Maya Dondokambey Tamuntuan saat panen hortikultura

Terbukti membuahkan hasil yang pencapaiannya sangatlah membanggakan.

Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Daerah Provinsi sulut Ir Novly Wowiling, indikasi keberhasilan lainnya seperti jumlah sertifikat Karantina triwulan I 2021 naik sebesar 79 % periode yang sama 2020 hanya 7.163 sertifikat.

“Kenaikan ini mengindikasikan peningkatan perdagangan produk pertanian di Sulut baik domestik maupun ekspor,” ujarnya.

Gubernur Olly saat memanen semangka

Tahun 2021 semester I triwulan pertama, dapat digambarkan bahwa sektor pertanian di masa pandemi Covid-19 tetap memberikan kontribusi yang positif, antara lain capaiannya mencakup produksi padi, produksi jagung (pipilan kering), produksi kedelai (pipilan kering).

Selanjutnya, produksi komoditi hortikultura seperti cabai besar, tomat, bawang merah.

Diketahui, sektor pertanian di masa pandemi Covid-19 tetap memberikan kontribusi yang positif, antara lain capaian produksi padi sebesar 48 % yaitu 377.503 ton*) Gabah Kering Giling (GKG) dari target RPJMD tahun 2021 sebesar 786.543 ton, produksi jagung (pipilan kering) sebesar 23,02 % yaitu
353.516 ton*) dari target RPJMD tahun 2021 sebesar 1.535.987 ton.

Produksi kedelai (pipilan kering) sebesar 25,38 % yaitu 2.893 ton*) dari target RPJMD tahun 2021 sebesar 11.400 ton. produksi komoditi hortikultura cabai besar sebesar 1,37 % yaitu 54 ton*) dari target RPJMD tahun 2021 sebesar 3.942 ton, cabe rawit sebesar 29,87 % yaitu 4.215 ton*) dari target RPJMD tahun 2021 sebesar 14.113 ton, tomat sebesar 32,58 % yaitu 8.726 ton*) dari target RPJMD tahun 2021 sebesar 26.783 ton, dan bawang merah sebesar 46,59 % yaitu 1,358 ton*) dari target RPJMD tahun 2021 sebesar 2.915 ton.

Gubernur Olly saat mencicipi manisnya semangka usai dipanen

Sementara itu, dilihat dari struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan pertumbuhan ekonomi menurut lapangan usaha yaitu struktur PDRB di Sulut sektor pertanian menempati urutan pertama dengan nilai pertumbuhan 21,7 % persen di atas sektor perdagangan sebesar 11,38 persen.

Menariknya, komoditi unggulan pertanian yang terus membaik, ternyata ikut meningkatkan kesejahteraan petani, di mana untuk nilai tukar petani (NTP) pada bulan juni 2021 menunjukkan angka yang menggembirakan diatas 100 yaitu, sub sektor tanaman pangan sebesar 104,36, sub sektor hortikultura sebesar 105,38 dan sub sektor peternakan sebesar 101,22.

NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat daya beli petani, dengan mengukur kemampuan tukar produk yang dihasilkan/dijual petani dibandingkan dengan produk yang dibutuhkan petani, baik untuk proses produksi maupun konsumsi rumah tangga petani.(Advertorial Diskominfo Sulut)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *