PGE Lahendong Tambah Pasokan Listrik Pabum di Sulut

Petugas di lokasi pabum
IMG-20210818-WA0009

Tomohon, Sulutreview.com – Pertamina Geothermal Energy (PGE) menunjukkan komitmen dalam mengembangkan energi bersih panas bumi (pabum).

Hal itu ditandai dengan dimulainya Engineering Procurement Construction & Commissioning (EPCC) PLTP Binary Organic Rankine Cycle 500 kW yang akan dibangun di lokasi PGE Area Lahendong di Tomohon-Sulut, menyusul Kick Off Meeting EPCC proyek tersebut pada Kamis (01/07/2021) secara daring.

Direktur Operasi PGE Eko Agung Bramantyo didampingi General Manager Area Lahendong Chris Toffel AEP menyampaikan kesiapan dan kemampuan PGE dalam operasional Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP), sekaligus juga menunjang Green Energy serta Cost Saving terhadap OPEX sebagai milestone proyek strategis EBT Internal Pertamina dan total kapasitas power terpasang dari EBT lainnya.

”Meskipun di tengah pademi COVID-19, namun tidak menyurutkan semangat inovasi dan pengabdian para Perwira Pertamina dalam pengembangan energy panas bumi Indonesia. Ini adalah wujud nyata komitmen PGE untuk memanfaatkan potensi energi dalam negeri yang ramah lingkungan khususnya energi panas bumi karena sifatnya yang baru terbarukan,” terang Eko Agung.

Diketahui, instalasi pembangkit Binary berkapasitas 1 x 500 kW Net ini direncanakan menggunakan fluid kerja R1233zd(E) yaitu refrigerant non-flammable dan ramah lingkungan. Proyek inipun ditargetkan akan terlaksana 100% dan siap dioperasikan pada Desember 2021 ini. Proyek ini dijalankan dengan skema Quick Win untuk mencapai Fast Delivery Project. Skema ini dilakukan oleh PGE untuk menyiasati pelaksanaan proyek di tengah kondisi pandemi agar tetap On Time, On Budget, On Scope, On Revenue (OTOBOSOR).

Pertamina sendiri sebagai pionir pengembangan panas bumi di Indonesia, yang kemudian dilanjutkan oleh PGE, telah mempunyai pengalaman lebih dari 35 tahun dalam pengoperasian lapangan panas bumi.

Diketahui saat ini Indonesia berada pada rangking kedua pengembangan panas bumi di dunia dengan total kapasitas terpasang sebesar 2.133 MW, dan kontribusi dari Wilayah Kerja PGE sebesar 88% dari total kapasitas terpasang panas bumi di Indonesia, yang terdiri dari 672 MW yang dioperasikan sendiri dan 1.205 MW yang dilaksanakan melalui Kontrak Operasi Bersama. Dari 672 MW yang dioperasikan sendiri oleh PGE, dibangkitkan dari dari 6 Area yaitu Area Lahendong-Sulawesi Utara dengan kapasitas terpasang sebesar 120 MW, Area Kamojang-Jawa Barat dengan kapasitas terpasang sebesar 235 MW, Area Ulubelu-Lampung dengan kapasitas terpasang sebesar 220 MW, Area Karaha- Jawa Barat dengan kapasitas terpasang sebesar 30 MW, Area Lumut Balai-Sumatera Selatan dengan kapasitas terpasang sebesar 55 MW dan Area Sibayak-Sumatera Utara dengan kapasitas terpasang sebesar 12 MW.(srv)

banner 300x250