Maurits-Hengky Ingatkan Jajaran Pendidikan Bekerja Dengan Jujur dan Tulus

0
162

Maurits-Hengky di acara tatap muka dengan Kepsek sekota Bitung

Bitung, Sulutreview.com– Walikota Ir Maurits Mantiri MM dan Wakil Walikota Hengky Honandar SE, didamping Sekretaris Daerah Dr Audy Pangemanan MS.i, Selasa (06/04/2021) melakukan tatap muka dengan seluruh Kepala Sekolah (Kepsek) Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sekota Bitung.

Acara tatap muka perdana ini, digelar di Balai Pertemuan Umum (BPU) DR S.H Sarundajang yang dihadiri langsung, oleh jajaran Kepsek SD dan SMP yang dipimpin oleh Kepala Dinas Pendidikan Julius Ondang MS.i.

Terpantau wartawan, sebelum acara tatap muka dimulai. Didepan kantor Walikota, seluruh Kepsek wajib mengikuti Protokol Kesehatan (Prokes) test antigen, yang dimotori oleh Dinas Kesehatan Kota Bitung.

Sebelum Walikota memberikan sambutan, Kadis Pendidikan Julius Ondang memberikan laporan terkait kondisi Pendidikan di Kota Bitung.

Ondang menyampaikan bahwa posisi guru di Kota Bitung ada 1.570 orang THL 687 orang dan yang hadir di ruangan BPU saat ini tidak semua Kepsek, melainkan hanya perwakilan saja.

Selain itu sambungnya, bahwa sudah banyak masukan dari kalangan Orangtua agar sekolah tatap muka bisa dibuka. Apalagi hal ini, sudah ada lampu hijau, dari pihak Menteri Pendidikan dimana dalam waktu dekat sudah bisa sekolah tatap muka namun tetap secara terbatas.

Sementara itu, Walikota Maurits Mantiri MM menyambut baik dengan adanya tatap muka dengan jajaran Dinas Pendidikan dalam hal ini Kepsek-Kepsek SD dan SMP.

Dirinya mengingatkan kepada jajaran Pendidikan untuk dapat bekerja dengan memegang Kejujuran, Ketulusan dan Kedisiplinan karena dengan kita menjalankan tiga hal tersebut pasti aktivitas kita dapat berjalan dengan baik.

Selain itu, dirinya mengharapkan agar keluhan bahwa Bitung masih kekurangan Guru harus benar-benar dikaji secara komprehensif. “Sebab waktu saya kecil masih SD dari kelas 1-6 hanya satu guru yang membimbing saya. Apalagi jika saya tidak masuk sekolah guru saya datang kerumah mencari saya menanyakan kenapa saya tidak masuk sekolah,” katanya.

Lebih jauh, kalangan guru jangan terlalu memikirkan anggaran. Sebab terkadang pikiran kita mempengaruhi kinerja kita. “Yang padahal yang kita pikirkan hanya keinginan bukan suatu kebutuhan,” tandasnya.

Mengakhiri sambutanya, Walikota memberikan kesempatan bertanya kepada kalangan Kepsek terkait problem yang ada disetiap sekolah. Salah satu Kepsek SMP Motto mengusulkan agar setiap sekolah dibuat suatu kelompok membaca agar benar-benar menggairahkan kalangan siswa untuk rajin membaca.

Mendengar harapan Kepsek di Motto ini, Walikota menyampaikan hal ini sangat baik dalam hal membangkitkan literasi kita untuk menambah wawasan.

“Saya menghimbau agar semua guru dan Kepsek untuk dapat gemar membaca. Dan usulan untuk membentuk kelompok baca disetiap sekolah akan kami tindaklanjuti. Silahkan Kepsek SMP Moto temui Pak Wakil Walikota dan akan dibahas bersama Pak Sekda,” kuncinya.(zet)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here