Cabai Rawit Sumbang Inflasi Kota Manado Sebesar 0,17 Persen

Kepala BPS Provinsi Sulut, Asim Saputra SST MEc Dev

Manado, Sulutreview.com – Kota Manado pada Maret 2021 mengalami Inflasi sebesar 0,17 persen karena adanya peningkatan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 106,41 pada Februari 2021 menjadi 106,59 pada Maret 2021.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Asim Saputra SST MEc Dev menjelaskan penyumbang inflasi terbesar di Kota Manado pada bulan Maret 2021 yaitu cabai rawit sebesar 0,1559 persen, sedangkan penyumbang deflasi
terbesar adalah mobil sebesar 0,1222 persen.

“Kota Manado, mengalami inflasi secara tahun kalender sebesar 0,78 persen dan inflasi year on year sebesar 1,65 persen,” katanya Kamis (01/04/2021).

Selanjutnya, komoditas yang memberikan sumbangan/andil terbesar terhadap Inflasi Kota Manado adalah cabai rawit sebesar 0,1559 persen, tarif kendaraan roda 4 online sebesar 0,1023 persen, bawang merah sebesar 0,0525 persen, ikan malalugis/sohiri sebesar 0,0507 persen, rokok putih sebesar 0,0269 persen, ikan kembung/ikan gembung/ikan banyar/ikan gembolo/ikan aso-aso sebesar 0,0161 persen, parfum sebesar 0,0158 persen, bola lampu sebesar 0,0147 persen, ikan deho sebesar 0,0144 persen, dan cabai merah sebesar 0,0141 persen.

Komoditas yang memberikan sumbangan/andil deflasi terbesar adalah mobil sebesar 0,1222 persen, ikan cakalang/sisik sebesar 0,0623 persen, emas perhiasan sebesar 0,0443 persen, daging ayam ras sebesar 0,0156 persen, cumi-cumi sebesar 0,0154 persen, air kemasan sebesar 0,0150 persen, pengharum cucian/pelembut sebesar 0,0115 persen, ikan lolosi sebesar 0,0113 persen, tissu sebesar 0,0104 persen dan piring sebesar 0,0097 persen.

Dari sebelas kelompok pengeluaran di Kota Manado, tiga kelompok pengeluaran
mengalami peningkatan indeks, yaitu terjadi pada kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,77 persen, kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,05 persen dan kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,03 persen.

Empat kelompok yang mengalami penurunan indeks, yaitu kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,53 persen, kelompok transportasi sebesar 0,17 persen, kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,11 persen dan kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,08 persen.

“Kelompok yang tidak mengalami perubahan yaitu kelompok kesehatan, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya, kelompok pendidikan dan kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran,” sebut Asim.

Sumbangan inflasi untuk bulan Maret 2021 sebesar 0,1700 persen, dengan sumbangan inflasi dari kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,2262 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,0018 persen, kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,0098 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar -0,0036 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,0000 persen, kelompok transportasi sebesar -0,0202 persen, kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar -0,0055 persen, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,0000 persen, kelompok pendidikan sebesar 0,0000 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,0000 persen dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar -0,0354 persen.(srv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *