PANDEMI Covid-19 tak menjadi penghalang bagi petani di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) yang justru tetap survive bahkan bergairah menjalankan aktivitas pertaniannya.
Hal ini, sejalan dengan program strategis yang diprioritaskan Pemerintah Kabupaten Mitra di bawah kepemimpinan Bupati James Sumendap SH bersama Drs Jesaja Jocke Legi untuk membawa kesejahteraan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk pertanian yang adalah sokoguru bahkan garda terdepan perekonomian.

Kepemimpinan keduanya, tidak sekedar mengajak tetapi dengan semangat yang tak pantang menyerah terus mendorong dan menopang sektor pertanian dari hulu sampai hilir, agar para petani Mitra untuk tetap produktif di masa pandemi global Covid-19.
Kepala Dinas Pertanian Mitra Johana Untu, mengungkapkan masa pandemi justru semakin memacu aktivitas pertanian. Di mana petani menunjukkan peningkatan produksi, yang cukup signifikan.

Kabupaten Mitra ditopang oleh 3361 hektar sawah, dengan catatan produksi pada Juli 2020 sebesar 7207 ton, jagung 8150 ton dan kacang tanah 10.5 ton.

Selanjutnya untuk luasan ladang 13346 hektar, pekarangan 8552 hektar dan perkebunan 26941 hektar, terus digarap, sehingga ketahanan pangan di Kabupaten Mitra terjaga.

Bukan saja mampu memenuhi kebutuhan keluarga, ketahanan pangan sangat penting, terutama di masa pandemi. Tetapi lebih dari itu dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan petani.
Pemkab Mitra, sangat peduli dengan kelangsungan dan kesejahteraan petani. Karenanya bersama kelompok tani yang ada, berbagai upaya terus dilakukan sehingga pertanian dapat berkembang pesat. Namun demikian, semuanya kembali lagi kepada semangat dan kemauan petani.
Selain kreatif dan memiliki semangat untuk bekerja dengan meningkatkan potensi pertaniannya. Pemkab Mitra juga terus mendorong petani agar mandiri dalam melakoni tugas dan profesinya sebagai petani. Untuk itu, Dinas Pertanian juga memberikan support dengan menyediakan tenaga penyuluh. Harapannya, ketika menghadapi kendala maka dapat diperoleh solusi.
Sebagai bentuk tanggungjawab, Pemkab Mitra lewat visi misi bupati James Sumendap, terus berupaya untuk memajukan petani ataupun kelompok petani tapi juga harus mandiri, makanya telah disiapkan penyuluh pertanian untuk meningkatkan sumber daya bidang pertanian yang berkualitas
Dengan demikian, guna meningkatkan produksi pertanian, maka Pemkab Mitra menyiapkan sarana penunjang baik dalam bentuk peralatan, penyuluhan pertanian di seluruh tingkat kecamatan serta membangun fasilitas fisik dan akses pertanian untuk mengoptimalkan pembangunan di sektor pertanian.
Seluruh sarana prasarana dan peralatan pertanian yang memadai disiapkan melalui program pemberian bantuan bibit baik itu bibit padi, jagung, dan bantuan lainnya sesuai kebutuhan kelompok petani
Pada intinya program kegiatan menjadi prioritas Distan sepanjang tahun 2020 adalah peningkatan kesejahteraan petani. Meski begitu, mewujudkan semua itu tentu wajib ditopang dengan hadirnya Sumber Daya Manusia (SDM) para petani serta Kelompok Tani (Poktan) yang berkualitas.
Pemerintah menaruh harapan kepada kelompok tani di Mitra, agar bisa menjadi ujung tombak meningkatkan produksi pertanian, karena mereka sudah menjadi pelaku usaha di sektor pertanian. Kami selalu mengajak, kepada para petani yang ada di Mitra, untuk tetap produktif di masa Pandemi Covid-19.
Terkait dengan lahan tidur, di Mitra tercatat masih ada 10255 hektar. Sehingga diharapkan melalui program Marijo Ba Kobong yang merupakan program penting di tengah pandemi Covid-19 akan semakin meningkatkan produksi.
Mengingat program ini membawa spirit dalam pesan moril yang erat kaitannya dengan memantapkan ketahanan pangan. Sebab dengan memanfaatkan lahan tidur akan menghasilkan komoditas yang menjadi kebutuhan konsumsi masyarakat.
Karenanya, Pemkab Mitra terus berupaya menjadikan sektor pertanian sebagai budaya sehingga hasil pertanian semakin produktif dan ketahanan pangan di era pandemi terjaga.
Untuk itu, masyarakat harus terlibat aktif dalam pemanfaatan lahan tidur menjadi lahan produktif untuk memperkuat ketahanan pangan di masa pandemi Covid-19. (Advetorial)













