Miranda Gultom Buka Secara Virtual  Bridge Online “Joune Ganda Cup”

0
258

DI masa pandemi Covid-19 sebagian besar cabang olahraga mati suri, namun tidak halnya dengan cabang Bridge yang dimasa yang serba dibatasi dan sulit ini masih dapat melaksanakan dengan kegiatan Bridge Online, seperti halnya Pengprov GABSI Sulut dengan ajang “Joune Ganda Cup”.

“Meski pun dalam waktu dan ruang yang berbeda dan terbatas, saya mengapresiasi pelaksanaan Bridge Online Joune Ganda Cup  yang hari ini dimulai.”kata ketum GABSI pusat Miranda Gultom, Kamis (4/6/2020) saat memberikan sambutan pembukaan ajang Bridge Online itu secara virtual zoom.

Menurut Miranda, sebagai daerah lumbung artis Bridge kelas dunia, keikutsertaan peserta Bridge asal Sulut ajang kejuaraan Bridge Online Joune Ganda Cup 2020 ini merupakan satu gagasan yang positif  dan sangat diapresiasi.

“Pada prinsipnya kami pengurus GABSI pusat mendukung ajang kejuaraan virtual ini Joune Ganda Cup ini, namun marwah dari pertandingan berbasis Online harus di jaga dengan baik agar dapat berkembang dengan baik pula,” tandas mantan Gubernur Bank Indonesia itu sambil menuturkan ucapan terima kasih kepada ketua Pengprov GABSI Sulut Joune Ganda dan  semua peserta pada ajang kejuaraan Bridge Online ini.

Sementara itu Sekretaris umum  Pengprov GABSI Sulut Joudy Lintjewas dikonfirmasi via telepon genggamnya menegaskan kegiatan kejuaran secara online ini agas gagasan dan arahan Ketum Pengprov GABSI Sulut Joune Ganda.

“Kejuaran Bridge Online Joune Ganda Cup ini tujuan utamanya adalah memotivasi para atlit untuk tidak terhanyut dengan kesulitas dan keterbatasan akibat masa Pandemi Covid-19 saat ini.”ujar Lintjewas.

Dia menjelaskan, dalam ajang ini secara keseluruhan dilaksanakan secara profesional dan mematuhi anjuran pemerintah terkait dengan
Prosedur tetap Covid-19.

Lintjewas menjelaskan, secara teknis kejuaraan virtual ini terbatas hanya diikuti oleh 12 tim saja dengan estimasi waktu pelaksanaan selama 7 hingga 8 hari sejak di buka hari ini.

“Ajang ini digelar terbatas dalam arti hanya regu yang diundang dan terbuka dalam arti bebas diikuti oleh
setiap komunitas Pengprov Gabsi Sulut yang terpilih tanpa memandang gender.”tegas Lintjewas sambil menekankan kegiatan ini di dukung penuh ketua Pengprov GABSI Sulut Jouna Ganda berlangsung dengan sistim terbuka-terbatas.

Secara terpisah,ketua Pengprov GABSI Sulut Joune Ganda,SE kepada media ini menegaskan selain dalam rangka memotivasi para atlit untuk mengasah kemampuan bermain, kejuaraan Bridge Online ini sejalan dengan program pengurus GABSI pusat dalam mengairahkan sistim pertandingan Bridge Online.

Joune menjelaskan, adapun tujuan utama melaksanakan kejuaraan Bridge online yakni mendukung para atlit Bridge dalam masa Pandemi Covid-19 agar tetap dapat berlatih. Menyahuti aspirasi sejumlah pemain yang telah terbiasa bermain secara oniline dan menjadi ajang bagi sejumlah atlit yang sedang mempersiapkan diri  dan meningkatkan wawasan serta menjadi ajang berlatih jika dilaksanakan ajang Bridge online internasional

“Gagasan pelaksanaan kegiatan ini merupakan  bahagian dari upaya Pengprov GABSI Sulut mempersiapkan atlit untuk menjalani masa sulit Pandemi Covid-19 serta dalam rangka mendukung program pengurus GABSI pusat memasyarakatkan bermain Bridge online khususnya di Sulut.” tandas Joune Ganda sambil berterima kasih kepada ketum GABSI pusat yang merestui ajang kejuaraan Bridge Online Joune Ganda Cup 2020.

Seperti kejuaraan yang sama, dalam pelaksanaanya setiap atlet sudah harus terampil menggunakan aplikasi online BBO dan memiliki nama panggilan (nickname) BBO. Kemudian atlet sudah harus bisa menggunakan aplikasi Google Meet/Zoom

Pembukaan pertandingan diawali Dengan aksi Tim Raewaya Jakarta melawan Tim Raewaya Minut, waktu pertandingan sendiri akan berlangsung hingga tanggal 9 Juni 2020 mendatang.(hil/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here