Mursidi SE ME (Kepala KSOP Kelas II Bitung)
Sulutreview.com
Bitung-Entah ini masih minimnya koordinasi untuk ditindaklanjut di lapangan atau tidak. Yang pasti saat ini diduga masih ada saja Anak Buah Kapal (ABK) yang turun dari Kapal tanpa memakai Alat Perlindungan Diri (APD) dalam pencegahan Covid-19 di wilayah Pelabuhan Bitung.
Pasalnya kendati pihak Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas 2 Bitung telah all out melakukan himbauan dan melakukan tindakan preventif dalam melakukan action di lapangan di area pelabuhan untuk pencegahan penyebaran Covid-19.
Akan tetapi di wilayah Pelabuhan Peti Kemas Bitung entah masih minimnya koordinasi atau pun tidak namun masih saja ada laporan bahwa diduga ada ABK Kapal barang yang sandar di pelabuhan Peti Kemas yang turun ke Pelabuhan tanpa gunakan APD.
Hal ini pun terungkap saat beredarnya video yang direkam salah satu warganet yang beredar di Bitung yang diduga di wilayah pelabuhan Peti Kemas ada ABK yang turun tanpa gunakan APD yang bisa saja sangat rawan membawa Virus Covid-19.
Apalagi kapal-kapal barang yang sandar di Pelabuhan Peti Kemas Bitung diduga kebanyakan dari daerah Jakarta dan Surabaya yang masuk pada zona merah Pandemi Covid-19.
Kepala KSOP Kelas II Bitung Mursidi SE ME saat dikonfirmasi wartawan Sulutreview.com, sangat kaget masih adanya ABK yang turun ke darat tanpa gunakan APD Covid-19. Padahal hal ini dirinya sudah beberapa kali me-warning kepada seluruh wilayah Pelabuhan Bitung dan Kapal-Kapal agar menaati akan aturan dalam pencegahan Covid-19 ini.
Menurutnya bahwa dirinya telah mengeluarkan surat edaran dan juga himbauan dalam memperhatikan perkembangan penyebaran Virus Coroba (Covid-19) yang semakin meluas makan mohon Perhatian kepada seluruh perusahaan pelayaran/keagenan kapal agar memberitahukan kepada seluruh ABK Kapal-kapal agar melakukan menyemprotan disinfektan dan menggunakan APD pada saat turun dari kapal
“Dan jika tidak ada keperluan mendesak agar seluruh ABK tetap diatas kapal, karena TIM Covid 19 (termasuk dengan Aparat penegak Hukum) akan melakukan Razia terhadap orang-orang yang tidak berkepentingan berada di pelabuhan. mohon menjadi perhatian untuk dilaksanakan,” tandas Mursidi Jumat (27/03/2020).
Terkait adanya dugaan bahwa ada ABK di wilayah Peti Kemas hal ini akan segera dikoordinasikan dengan pihak GM Peti Kemas Bitung. “Saya sudah tekankan juga kepada GM TPB Pelabuhan Bitung untuk meningkatkan pengawasan orang yang melakukan kegiatan di Terminal Peti Kemas melalui security pelabuhan,” tegasnya.
Sementara itu, upaya konfirmasi kepada GM Pelindo IV Peti Kemas Bitung Ayub Rizal ketika dikonfirmasi enggan untuk mengangkat telponya via WhatsAPP. Akan tetapi beberapa saat kemudian Manager SDM Pelabuhan Peti Kemas Bitung Johan Setiawan langsung menelpon balik dan menjelaskan terkait adanya dugaan ada ABK yang turun tanpa menggunakan APD di wilayah Pelabuhan Peti Kemas.
“Untuk di Pelabuhan Peti Kemas sejak beberapa bulan ini telah melakukan Standard Operatonal Prosedur (SOP) bahwa setiap Kapal dan ABK wajib melakukan pencegahan Covid-19 dimana seluruh ABK wajib untuk memakai masker dan juga pemeriksaan kesehatan. Apalagi koordinasi dengan pihak KSOP terus kami lakukan dalam pencegahan Pandemi Covid-19 di wilayah Pelabuhan Bitung,” pungkasnya.(zet)













