Sekjen DPD Bantah Ada Transfer Uang Kasino dari Rekening DPD RI

0
184

Jakarta, SULUTREVIEW

Sekjen Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI) Reydonnyzar Moenek menegaskan hal yang sangat mustahil dan tidak beralasan uang dari Kas Umum Negara bisa di transfer ke rekening kasino terkait   pemberitaan sejumlah media online yang menyebutkan bahwa mantan Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang memiliki transaksi mencurigakan di kasino yang ada di Genting Highland, Malaysia.

Media online tersebut menuliskan bahwa transaksi itu terjadi pada tahun 2011, 20212, 2013, 2015, 2016 dan terakhir tahun 2018, di mana saat itu Oesman Sapta Odang (OSO) menjadi Ketua DPD RI. Dan OSO juga resmi menjadi Ketua DPD RI, tertanggal 4 April 2017.

Donny, sapaan akrab Reydonnyzar Moenek, mengaku, meski ia baru menjabat Sekjen DPD RI bulan November 2018, namun dia sangat yakin, bahwa tidak mungkin ada uang dari rekening DPD RI ditransfer ke rekening kasino tersebut.

Yang pasti, lanjutnya semua hak yang tertagih dari orang yang berhak menagih untuk sebuah jasa pekerjaan itu sepenuhnya menggunakan mekanisme rekening kas umum negara yang tentunya melalui proses verifikasi.

“Setiap yang dibayarkan melalui rekening kas umum, dalam hal ini DPD RI,  harus ada cantolan dan landasan hukumnya. Tidak mungkin membayarkan sesuatu yang tidak jelas,” katanya seraya menambahkan kabar itu sama sekali tidak benar dan tidak ada uang sepeserpun yang keluar dari rekening kas umum negara atas nama DPD RI ditransfer ke rekening yang dipersepsikan ada di kasino.

“Tidak pernah beliau menggunakan anggaran DPD RI yang berkenaan dengan kepentingan pribadinya. Dia selalu menggunakan uang pribadi tanpa ada uang negara,” katanya.

Sebagai kuasa penggunaan anggaran, Donny mengatakan, tidak akan mau mengeluarkan anggaran yang tidak sesuai dengan sistem dan prosedur yang ada. Karena dalam menggunakan anggaran itu ada peraturan perundang-undangan yang harus dipatuhi.

“Kalau misalnya ada permintaan anggaran yang tidak sesuai dengan aturan pasti saya tolak. Tapi selama ini tidak pernah terjadi seperti itu, karena memang beliau taat aturan soal keuangan kenegaraan,” kata mantan Juru Bicara Kemendagri itu.

Keyakinan Donny Moenek bahwa tidak ada uang yang ditransfer dari rekening DPD RI ke rekening kasino itu dibuktikan dengan diterimanya opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) berturut-turut selama 13 kali.

Sekjen MPR Ma’ruf Cahyono yang menjadi Plt Sekjen DPD RI sebelum jabatan itu dipercayakan kepada Donny, heran dengan ada rekening yang mencurigakan di Kasino itu dikait-kaitan dengan lembaga DPD RI dan semuanya itu tidak ada korelasinya. Hanya akan merusak hakikat dan martabat yang dibangun DPD RI selama ini.

Sebagai pengelolaan keuangan negara untuk DPD RI masa itu, kata Ma’ruf, dia selalu memegang teguh aturan yang ada. Tanpa pengelolaan keuangan yang baik, lanjut dia, tidak mungkin DPD RI bisa meraih opini WTP berturut-turut selama 13 kali.

“Jadi, pemberitaan itu tidak ada korelasinya. Sebagai pimpinan DPD RI saat itu, pak OSO telah memberikan arah kebijakan pengelolaan keuangan negara secara tepat sehingga mendapatkan opini WTP. Ini menyangkut pejabat negara dan lembaga Dewan Perwakilan Daerah, untuk saya klarifikasinya. Sebaiknya pemberitaan ini dihentikan,” katanya.(rizal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here