Telkomsel Persembahkan “Baktiku Negeriku” di Pulau Labengki

KEPEDULIAN sosial Telkomsel yang diwujudkan melalui Corporate Sosial Responsibility (CSR) merupakan upaya untuk menjangkau masyarakat yang termarginalkan.

Kegiatan kepedulian sosial dengan tema Baktiku Negeriku ini, menyasar Desa Labengki Kecil, Sulawesi Tenggara.

Direktur Utama Telkomsel, Ririek Adriansyah mengatakan Baktiku Negeriku merupakan program pemberdayaan masyarakat di daerah-daerah pelosok.

“Misinya adalah mendorong kemajuan desa yang berkelanjutan. Sekaligus juga sebagai upaya Telkomsel untuk memberikan nilai tambah pada lingkungan sekitar. Bahkan turut berkontribusi bagi kemajuan Telkomsel di mana saja,” katanya.

Sebagai perusahaan yang operasionalnya sangat dekat dengan masyarakat, sambung Ririek, Telkomsel senantiasa ingin memberikan manfaat yang lebih kepada lingkungannya. Kami harap hubungan yang erat dengan masyarakat sekitar tidak sebatas dalam pemanfaatan layanan telekomunikasi, namun juga dengan membangun kepercayaan dan kepedulian yang kuat untuk mengembangkan potensi desa dan masyarakat di wilayah tersebut.”

Ririek juga menambahkan bahwa Desa Labengki Kecil sebagaimana kategori yang disasar melalui program Baktiku Negeriku, berlokasi di wilayah rural dengan masyarakat yang relatif berpendapatan rendah.

“Selain itu daerah ini juga memiliki komoditas khusus atau potensi pariwisata yang belum dikembangkan dengan optimal, sehingga Telkomsel bermaksud untuk ikut mengembangkan potensi tersebut agar taraf ekonomi masyarakat setempat dapat semakin meningkat,” tandasnya.

Kegiatan Baktiku Negeriku di Desa Labengki Kecil dirangkaikan dengan berbagai aktivitas, seperti kerja sukarela karyawan (employee volunteering), di mana karyawan Telkomsel terpilih akan melakukan sosialisasi pemanfaatan teknologi digital dan penggunaan internet secara bertanggung jawab, aman, inspiratif, dan kreatif (#internetBAIK)  bagi masyarakat sekitar. Program yang menyasar pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan ini juga meliputi penyediaan fasilitas umum yang berupa penyediaan kapal sebagai sarana transportasi penyedia air bersih bagi warga.

Selain itu, di tempat yang sama juga dihadirkan juga taman baca dan pusat digital yang dilengkapi perangkat komputer dengan akses Wi-Fi.

“Dengan adanya fasilitas tersebut, para warga bisa belajar lebih banyak mengenai pemanfaatan teknologi digital dengan didampingi oleh agen perubahan dari masyarakat desa yang telah mendapatkan pelatihan dari Telkomsel,” tandasnya

Diketahui, agen perubahan ini akan bertindak sebagai perpanjangan Telkomsel untuk melakukan edukasi berkelanjutan kepada masyarakat yang masih membutuhkan bimbingan dalam hal pemanfaatan teknologi digital.(eda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *