Manado, SULUTREVIEW
Pemandu wisata merupakan ujung tombak bagi pengembangan dan kemajuan pariwisata. Itulah sebabnya, pemandu perlu diedukasi sehingga memiliki sumber daya manusia (SDM) yang kompeten di bidangnya.
Dikatakan Kepala Dinas Pariwisata Daerah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Daniel Mewengkang SE MSi, pemandu wisata harus memiliki kemampuan yang mandiri, bertanggung jawab atas tugas dan perannya. Terlebih di wilayah Bumi Nyiur Melambai yang lebih dikenal dengan predikat ‘Land of God’.
“Dengan demikian tunjukkanlah karakter yang ramah, budayakan hal-hal yang baik. Jangan segan-segan untuk menyapa, mengucap salam, dan meminta maaf ketika layanan yang diberikan tak maksimal,” ungkap Mewengkang saat membuka kegiatan pengembangan SDM Kepariwisataan Pelatihan Kompetensi Pemandu Wisata yang digelar Best Western Lagoon Manado, Senin (16/7/2018).
Lanjut kata Mewengkang, terkait dengan layanan yang belum maksimal, pemandu wisata diminta lebih peduli dengan layanan yang diberikannya.

“Berikan pelayanan yang baik kepada wisatawan dengan profesional. Jangan adu argumen, tetapi perlakukanlah wisatawan sebagai raja yang harus dilayani dengan baik. Karenanya, sangat penting peningkatan SDM inilah pemandu wisata harus dibekali kompetensi,” tandasnya.
Lebih jauh, Kepala Bidang Pengembangan, Kelembagaan Kepariwisataan Dinas Pariwisata Daerah Provinsi Sulut, Dra Ivonne Kawatu mengatakan kegiatan Pelatihan Kompetensi Pemandu Wisata di Manado dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas SDM bagi pemandu wisata yang andal dan berkompeten dan mempersiapkan untuk mengikuti sertifikasi kompetensi.

“Ada 50 orang pemandu yang megikuti kegiatan yang berasal dari Manado, Bitung, Tomohon, Minahasa, Minut dan Sitaro,” ujarnya.
Sementara itu, untuk mengasah keterampilan pemandu wisata, Kawatu mendatangkan sejumlah narasumber dari Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Sulut, yakni Ketua DPD HPI Sulut Roy Koleangan BA SE dengan materi Informasi Umum Sulut bagi Pemandu Wisata. Selanjutnya, Mario Pantouw SS dari HPI Sulut yang membahas Kompetensi Pemandu Wisata. Berikut Gemmy Umboh MPd HPI Sulut, dengan materi Kode Etik Pemandu Wisata.
“Kunci profesionalitas pemandu pariwisata adalah bagaimana menyiapkan kompetensi di bidangnya. Penting untuk terus belajar dan melatih skill dan jangan berpuas diri dengan pencapaian,” sebut Mario Pantouw SS dari HPI Sulut.
Menurut salah satu peserta, Sandra Terok mengatakan pelatihan kompetensi banyak memberikan manfaat bagi pemandu wisata yang secara langsung berhadapan dengan turis.
“Karakter adalah poin penting yang harus diperhatikan oleh pemandu. Bagaimana melayani turis atau wisatawan dengan beretika,” tandasnya.(hilda)






