Soal Vaksinasi dikabarkan Hoax, Kadis Kesehatan Bitung Berikan Penjelasan Ini

Bitung, Sulutreview.com- Kabar soal vaksinasi Covid-19 hoax nampaknya terus menjadi perbincangan hangat di Kota Bitung. Sampai-sampai hal ini, pernah digaungkan Wali Kota Bitung Ir Maurits Mantiri MM belum lama ini.

Untuk itu, untuk mencari kejelasan kenapa sudah divaksin sampai yang kedua masih saja ada warga yang terinfeksi Virus Covid-19. Membuat Kepala Dinas Kesehatan Kota Bitung dr Pitter Lumingkewas angkat bicara. Berikut penjelasanya.

Pitter mengatakan bahwa soal vaksinasi Hoax, itu adalah hal yang sangat keliru dan harus diluruskan.

Menurutnya bahwa bisa kita lihat, melalui program vaksinasi yang selama ini digalakkan pemerintah telah membawa dampak kekebalan terhadap masyarakat ditadai dengan pasien COVID-19 lebih banyak sembuh hanya dengan menjalani isolasi.

Ia menambahkan bahwa namanya virus itu tetap ada, dan menyebar lewat udara seperti virus flu dan lainnya. Kalaupun sudah divaksin dan dinyatakan positif, itu berarti vaksin yang ada di dalam tubuh sementara bereaksi menangkal virus yang akan masuk.

Ia mencontohkan, ketika masih bayi, semua orang telah mendapat vaksin kekebalan terhadap virus flu. Tapi, sampai dewasa dan tua tetap saja masih terkena flu tapi tidak sampai harus menjalani perawatan di rumah sakit karena di dalam tubuh sudah ada kekebalan virus flu.

“Seperti instruksi Pak Wali Kota dan Wakil Wali Kota, semua ASN dan THL serta tokoh agama dan masyarakat harus aktif mensosialisasikan terkait vaksinasi untuk menangkal hoax seputaran vaksinasi COVID-19. Nah, dari Dinas Kesehatan sendiri, sosialisasi itu sudah kembali diaktifkan di tengah lonjakan kasus COVID-19,” jelasnya pada Jumat (04/03/2022).

Jadi kesimpulanya bahwa kabar Vaksinasi adalah Hoax tidak benar. Untuk itu Ia mengajak agar masyarakat dapat terus mengikuti vaksinasi. “Sebab apa? karena buktinya saat ini kasus Covid-19 sudah mulai menurun ketika vaksinasi masall terus dilakukan. Karena dengan kita divaksin dapat meningkatkan kekebalan tubuh dan mengurangi resiko kematian. Sebab jika sudah divaksin ketika tertular resiko sangat kecil untuk kita berujung pada kematian,” jelasnya.(zet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.