Bersama TNI AL, BI Sulut Lepas Kas Keliling Untuk Kepulauan 3T

Kepala BI Sulut bersama Wali Kota Bitung melepas Kapal KRI Kakap 811 untuk Ekspedisi Bakti Untuk Negeri 3T
IMG-20210818-WA0009

Bitung, Sulutreview.com– Untuk yang kedua kalinya pihak Bank Indonesia (BI) cabang Sulawesi Utara (Sulut), melakukan ekspedisi Bakti Untuk Negeri Kas Keliling Kepulauan Terluar, Terdepan dan Terpencil (3T) Bersama TNI Angkatan Laut (AL).

Buktinya pada Minggu (24/10/2021) pihak BI cabang Sulut kembali lagi, menggelar acara ekspedisi Bakti Untuk Negeri Kas Keliling Kepulauan Terluar, Terdepan dan Terpencil (3T) Bersama TNI Angkatan Laut (AL) yang dilaksanakan di Dermaga Satkamla Kota Bitung untuk melepas KRI Kakap 811 ke wilayah Kepulauan di Sulut.

Pada kegiatan pelepasan KRI Kakap 811 ini, dilakukan langsung Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE yang diwakili oleh Wali Kota Bitung Ir Maurits Mantiri MM yang didampingi oleh Kepala Wilayah BI Sulut Bapak Arbonas Hutabarat serta Komandan Lantamal VIII Manado Brigjen TNI Marinir I Wayan Ariwijaya S.E.

Diketahui, layanan kas keliling ini menggunakan KRI Kakap-811 dengan tujuan pulau-pulau di wilayah Sulawesi Utara. Diantaranya pulau Kabaruan, Beo, Lirung dan Miangas.

Kepala KPW BI Sulut, Arbonas Hutabarat mengatakan, ekspedisi layanan kas keliling Bank Indonesia. Merupakan layanan bakti untuk negeri. Dengan tujuan, memberikan layanan penukaran rupiah, edukasi pendidikan maupun pemberian bantuan peralatan atau perlengkapan yang dibutuhkan masyarakat kepulauan.

“Kas keliling ini, bertujuan menyerap uang tidak layak edar dari masyarakat dan perbankan dengan berbagai pecahan, untuk digantikan dengan uang layak edar. Selain itu, BI juga akan melakukan edukasi berupa sosialisasi terkait dengan cinta bangga paham rupiah agar masyarakat di kepulauan mampu memaknai peran yang lebih luas tentang uang rupiah serta menjadikan satu-satunya uang rupiah alat pembayaran yang sah di NKRI, baik dalam bentuk tunai, non tunai maupun transaksi digital,” ucap Arbonas.

Selain itu, pihak.BI juga. menambahkan, mata uang bagi suatu negara tidak hanya berfungsi sebagai alat transaksi pembayaran/perdagangan dan sarana untuk menjaga stabilitas ekonomi. Mata uang merupakan identitas/alat pemersatu bangsa dan lebih penting dari itu merupakan simbol kedaulatan suatu negara.

“Mata uang rupiah diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 tahun 2011 tentang Mata Uang sebagai pelaksanaan amanat UUD 1945, Pasal 23 B,” katanya.

Selain itu, pihak BI akan melakukan kegiatan vaksinasi bekerjasama Pos Lanal Miangas serta akan membantu disektor pendidikan dengan akan membagikan Laptop di Pulau terluar di Sulut ini.

Sementara itu, pada sambutan Gubernur Sulut yang diwakili Wali Kota Bitung Ir Maurits Mantiri MM, menyambut baik akan kegiatan BI Sulut dalam hal ekspedisi Kas Keliling 3 T di wilayah Kepulauan di Sulut.

“Hal ini tentunya akan memberikan dampak positif dalam hal pengembangan perekonomian serta akan memberikan edukasi secara langsung terhadap betapa pentingnya dan kecintaan terhadap mata uang rupiah,” tukasnya.

Hadir juga dalam pelepasan Tim Ekspedisi Kas Keliling 3T, Gubernur Sulut Komandan Satrol Lantamal VIII Kolonel Bayu, Deputi Bank Indonesia Sulut, Marwadi, Sekretaris Daerah Kota Bitung, Dr Audy Pangemanan M.SI dan sejumlah pejabat Pemprov Sulut.(zet)

banner 300x250