Worang Optimis Ollynomics Bisa Lewati Ancaman Krisis

0
310
Pengamat Ekonomi Sulut Dr Fredrik Gerdy Worang

Manado, Sulutreview.com – Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) sangat berpengaruh terhadap kelangsungan perekonomian Sulawesi Utara (Sulut).

Pertumbuhan ekonomi Sulut triwulan Il 2020, saat ini, sempat terkontraksi sebesar -3,89% (yoy). Hal itu terjadi sebagai dampak kebijakan dari pembatasan aktivitas masyarakat, dalam pengendalian penyebaran pandemi Covid-19.

Lantas bagaimana upaya yang dilakukan oleh pemerintah agar perekonomian kembali bergairah dan kembali naik level sampai 6% sebagaimana optimisme Gubernur Sulut Olly Dondokambey.

Pengamat Ekonomi Sulut Dr Fredrik Gerdy Worang, menyebutkan Sulut pasti mampu melewati krisis. Tentunya dengan berbagai terobosan dan langkah strategis.

“Pak Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa pandemi Covid-19 ini menjadi peluang, bagi Indonesia, khususnya Sulawesi Utara untuk melakukan lompatan ekonomi di berbagai bidang, terutama sektor Pertanian, Peternakan dan Perikanan, ungkap Worang baru-baru ini. Ini dikarenakan akan dibangun KIMONG, kawasan industry bolmong yang akan menyerap hasil-hasil pertanian untuk diolah sebelum diexport,” ungkapnya.

Menurut Worang, kontraksi ekonomi yang dialami Sulut dapat teratasi dengan peluang-peluang baru yang digenjot pemerintah. Baik sektor perikanan, pertanian, perkebunan, pariwisata hingga para pelaku UMKM.

Saat ini, pemerintah tengah membidik pasar dunia melalui ekspor fresh tuna dengan memanfaatkan penerbangan Garuda Indonesia tipe A 330 200. Hal itu merupakan langkah strategis agar komoditas unggulan Sulut dapat merebut pasar internasional.

Rute direct flight Manado-Jepang atau Manado-China lewat jalur lain yaitu Manado-Jakarta- Jepang, Denpasar-Manado-Jepang atau Makassar-Manado-Jepang, adalah pasar potensial untuk melambungkan perikanan Sulut di tengah krisis.

“Perikanan adalah sektor unggulan Sulawesi Utara. Produksi perikanan harus digenjot sehingga dapat mendongkrak ekonomi,” ujarnya.

Selain itu, Bandara Sam Ratulangi juga akan menjadi transit produk perikanan dari daerah sekitar Sulut yaitu Provinsi Maluku Utara, Papua, Gorontalo dan Maluku sebelum dieskpor ke luar negeri.

Momentum sekarang ini, ungkap Worang akan menjadi kesempatan bagi Gubernur Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw untuk membenahi diri secara fundamental. Bahkan strategi yang tepat sasaran.

“Pandemi Covid-19, memang sempat membuat tatanan perekonomian dunia terguncang, bahkan Sulawesi Utara pun terkena imbasnya. Namun dengan berbagai upaya yang dilakukan, saat ini masyarakat dapat kembali bergairah menjalani aktivitas ekonomi. Dan tentunya semua berpola pada protokol Covid-19,” sebut Worang.

Akademisi Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Universitas Sam Ratulangi Manado ini, juga menyebutkan kepiawaian Gubernur Olly dalam melobi pemerintah pusat, telah berhasil membawa dana sebesar Rp1 triliun.

Praktis terobosan ini dipastikan mendongkrak perekonomian pelaku usaha di kelas UMKM.

“Pemerintah pusat memberikan perhatian khusus terhadap pertumbuhan ekonomi. Indikatornya, Pak Olly mendapatkan bantuan Rp1 triliun. Ini tidak ada pelajarannya, kenapa? Karena Pak Olly mampu melobi pusat. Diharapkan melalui bantuan ini akan mendorong bangkitnya UMKM yang merupakan garda terdepan perekonomian,” tukasnya.

Sementara itu, untuk sektor pariwisata, adalah sektor yang sangat terpukul. Karena pada saat pandemi seluruh penerbangan harus dihentikan.

“Kalau sebelumnya pariwisata didominasi kunjungan turis China, ke depan Pemprov Sulut, harus dapat membuka akses baru dengan menggaet wisatawan dari negara lain. Bahkan domestik.

“Terobosan di sektor pariwisata, adalah upaya untuk menggenjot devisa yang menjanjikan, di samping sektor perikanan, perkebunan maupun pertanian. Berlanjutnya pembangunan KEK Likupang dan Bitung akan semakin meningkatkan pertumbuhan ekonomi Sulut,” ujarnya sembari menambahkan Sulut dapat mengatasi krisis.

“Kuncinya terletak pada semua sektor untuk tumbuh bersama bagi kemajuan Sulawesi Utara,” kuncinya.(hil)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here